SANGATTA – Kembali melambung, harga cabai di pasar tradisional terus melonjak. Bahkan saat ini, harga komoditas yang terbilang penting bagi masyarakat tersebut, telah mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg).
Arif (32), salah satu pedagang sayuran di Pasar Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengatakan, sebelumnya harga cabai terbilang normal bahkan pasca lebaran.
“Sebelumnya harga normal saja, ya memang sedikit melambung, sekira Rp 50 ribu, tapi hari ini (Red: Kemarin), harga dari pemasok sudah Rp 95 ribu, jadi saya jual Rp 102 ribu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Minggu (15/3).
Dia mengaku tak mengetahui pasti alasan kenaikan harga cabai. Pasalnya, bawang merah dan bawang putih terpantau murah. Dirinya merasa kebingungan atas hal ini.
“Barang lain murah, biasanya kalau bawang murah, cabai juga murah. Tapi ini cabai saja yang naik. Malah harga bawang hanya Rp 30 ribu per kg,” keluhnya.
Di pasar yang sama, seorang ibu rumah tangga bernama Faridawati (24), mengeluhkan melambungnya harga kebutuhan rumah tangga. Menurutnya hal itu berdampak pada bumbu masakan.
“Mahal sekali harga pasar. Mau bikin bumbu, jadi harus keluarkan dana lebih. Hal itu bikin saya sedikit kesal,” tandasnya.
Tidak hanya di Sangatta Selatan, hal serupa terjadi di Pasar Swarga Bara. Kenaikan ditaksir mencapai 40 ribu dari harga sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang warga Kabo Jaya, bernama Irma.
“Di pasar serba naik, tidak hanya cabai, tapi ayam juga sekarang Rp 40 ribu per kg, terus cari sayur juga susah, kangkung lima ribu, bahkan bayam sekarang tujuh ribu. Mau mengeluh juga sama siapa,” tuturnya.
Ia memperkirakan sulitnya mencari sayur yang ditanam karena musim yang tidak menentu. Irma menceritakan, di kebun miliknya sejumlah tanaman mengalami gagal panen. “Wajar saja kalau harga naik, di kebun saya juga tanaman banyok terendam hujan,” ucap wanita berhijab ini.
Saat dikonfirmasi, Kasi Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Kutim, Ahmad Dony mengatakan, akan melakukan pengecekkan di pasar-pasar dalam waktu dekat. Guna memastikan harga yang diberitakan melonjak. “Iya nanti akan kami coba cek,” tutupnya. (*/la)






