• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Modal Kepercayaan, Keuntungan Besar 

by BontangPost
12 Agustus 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SAPI: Salah seorang penjual sapi kurban sedang memperlihatkan sapi yang didatangkan dari luar daerah.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

SAPI: Salah seorang penjual sapi kurban sedang memperlihatkan sapi yang didatangkan dari luar daerah.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Menjelang Iduladha, para pedagang sapi kurban dari beragam pulau berbondong-bondong mengadu nasib di Kaltim. Dengan pengalaman bertahun-tahun, para pedagang bersaing mencari pembeli di Benua Etam. Pasalnya, lewat menjajakkan sapi menjelang Iduladha, pedagang dapat meraup keuntungan puluhan juta.

Elong (36), salah seorang pedagang hewan kurban di Samarinda Seberang, setiap tahun sengaja datang ke Kaltim untuk menjual sapi. Dia menantang kerasnya ombak dari Majene, Sulawasi Barat, demi menjual sapi di Kaltim.

“Saya sudah jualan sapi selama 20 tahun di sini. Sudah biasa, sebelum Iduladha, saya membawa puluhan sapi,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Sabtu (11/8) kemarin.

Bermodal Rp 60 juta, Elong memboyong 33 ekor sapi dengan beragam ukuran. Sejak 15 hari lalu, sudah terjual 14 ekor sapi. Dia mematok harga yang beragam. Bergantung besar atau kecil ukuran sapi.

Baca Juga:  Pertamina Buka Delapan Sumur Baru 

“Sapi yang paling kecil saya jual Rp 12 juta. Selain itu ada Rp 13 juta, Rp 16 juta, dan sapi yang paling besar saya jual Rp 20 juta,” bebernya.

Lima hari sebelum Idul Kurban, para pembeli kian membeludak. Kata Elong, kadang sapi yang dibawa dari Sulewesi Barat itu tak cukup memenuhi kebutuhan pembeli. Terlebih menjelang jemaah haji pulang dari Makkah.

“Dari sekarang saja sudah banyak yang pesan duluan. Takut habis. Apalagi lima hari sebelum lebaran, banyak yang datang ke sini,” ungkapnya.

Menjelang lebaran pula, harga sapi diperkirakan meningkat. Bergantung perubahan harga beli di tempat asal sapi. Juga biaya lain-lain seperti transportasi dan pemeliharaan yang mempengaruhi harga sapi.

“Sebab lain ya kan semakin banyak yang beli sapi. Sedangkan stok semakin berkurang. Biasanya memang gitu. Kalau sapi sedikit, sedangkan pembeli banyak yang cari, harga akan naik,” sebutnya.

Baca Juga:  Pemerintah Akan Bangun RPU 

Apabila sapi yang didatangkan sebelum lebaran habis lebih awal, dia akan kembali memesan dari Sulawesi Barat. Tahun ini, Elong memperkirakan akan menjual 50 ekor.

“Itu tergantung pesanan. Kalau dilihat dari sekarang, banyak yang sudah pesan. Jadi bisa lebih banyak yang saya jual,” sebut Elong.

Dia mengungkapkan, tahun lalu penjualan sapi kurban sempat merosot. Namun tahun ini, tingkat penjualan sapi kembali stabil. Bahkan diperkirakan meningkat. “Karena sekarang saja sudah banyak yang terjual,” tuturnya.

Sejatinya, kata Elong, menjadi penjual sapi membutuhkan modal besar. Terlebih puluhan sapi itu didatangkan dari luar daerah. Namun bermodal pengalaman selama puluhan tahun, dia mendapat kepercayaan dari para peternak.

Baca Juga:  KPU Daerah Diminta Bersabar, Pembagian Anggaran Masih Tunggu Verifikasi 

“Kadang ada sapi yang saya bawa lebih dulu. Bermodal kepercayaan saja. Peternak itu sudah kenal dengan saya dan saya jaga kepercayaan dari mereka,” ucapnya.

Di Kaltim, Elong mengaku harus menyewa tanah Rp 7 juta. Selain itu dia juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli obat-obatan sapi seperti obat cacing dan vitamin penguat tulang.

“Kalau enggak kasih obat, risikonya sapi bisa mati. Tetapi sampai sekarang belum ada satu pun sapi yang mati,” katanya.

Risiko kematian sapi memang menjadi masalah besar bagi para penjual hewan kurban tersebut. Atas bantuan Dinas Peternakan dari Sulawesi Barat, risiko tersebut bisa diminimalkan.

“Karena semua sapi ini sudah dikarantina dan diuji di sana. Kalau ada sapi yang terbukti sakit yang memungkinkan akan mati, biasanya enggak bisa dibawa ke sini,” jelasnya. (*/um)

Tags: Hewan KurbanIdul AdhaMetro Samarindapedagang
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Untuk Proyek Kantong Parkir Citra Niaga, Pelindo Investasikan Rp 1 Miliar

Next Post

Warga Tuntut Bertemu Gubernur 

Related Posts

Hari Pertama Iduladha, 1.649 Hewan Kurban Disembelih di Bontang
Bontang

Hari Pertama Iduladha, 1.649 Hewan Kurban Disembelih di Bontang

28 Mei 2026, 10:01
Daging Kurban Dibuat Sate atau Sup, Mana yang Lebih Sehat?
Ragam

Hukum Menjual Daging Kurban, Ini Penjelasan Buya Yahya

8 Juni 2025, 14:21
1.611 Hewan Kurban Disembelih di Bontang, 10 Ekor Mengandung Cacing Pita
Bontang

1.611 Hewan Kurban Disembelih di Bontang, 10 Ekor Mengandung Cacing Pita

18 Juni 2024, 11:06
Sidak 52 Lapak Penjual, DKP3 Pastikan Hewan Kurban di Bontang Aman
Bontang

Sidak 52 Lapak Penjual, DKP3 Pastikan Hewan Kurban di Bontang Aman

28 Juni 2023, 15:31
Jelang Iduladha, Ketersediaan Hewan Kurban di Bontang Masih Kurang
Bontang

Bontang Butuh Seribu Ekor Hewan Kurban, Pastikan Beli yang Bersertifikat

2 Juni 2023, 09:57
Jelang Iduladha, Ketersediaan Hewan Kurban di Bontang Masih Kurang
Bontang

Jelang Iduladha, Ketersediaan Hewan Kurban di Bontang Masih Kurang

2 Juni 2022, 17:01

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.