SAMARINDA – Tarik ulur penyusunan dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018 Kota Samarinda mulai menemukan titik terang. Baik Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda sudah mulai satu suara dalam menyusun program anggaran pembangunan di akhir tahun ini.
Pemkot Samarinda melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD, diketahui selama dua pekan terakhir sudah rutin duduk satu meja membahas berbagai hal teknis dalam penyusunan dan pengalokasian anggaran pembangunan.
Dari pertemuan itu, baik legislatif maupun eksekutif sudah berani mematok target penyusunan dan pengesahan APBD Perubahan sudah bisa diketok paling lambat akhir pekan depan. Pasalnya, perbedaan pandangan terkait program pembangunan yang diusulkan pemerintah sebelumnya telah diselesaikan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, Jumat (6/9) lalu. Ia berkata, secara keseluruhan pembahasan APBD Perubahan bersama tim Banggar hampir rampung dan tidak menemui hambatan. “Tinggal mencocokkan beberapa hal saja. Di dalamnya kan Banggar juga berhak mengganti dan mencocokkan kegiatan-kegiatan yang dianggap prioritas,” tutur Sugeng.
Kendati disebut hampir rampung, namun Sugeng sendiri masih berkelit mengenai total anggaran yang dikucurkan untuk membiayai beberapa belanja program pembangunan yang akan dilaksanakan Pemkot Samarinda di akhir tahun ini. “Berapa ya? Waduh untuk nilai pastinya di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Takut salah-salah,” ujarnya.
Kendati demikian, Sugeng mengaku, bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Samarinda mengalami kenaikan sekira Rp 39 miliar. Adanya kenaikan PAD ini dimanfaatkan untuk membiayai berbagai kebutuhan belanja yang diperlukan. “Untuk tahun ini kami masih berharap ada anggaran yang digunakan untuk pengendalian banjir. Namun, masih akan dibicarakan dengan Banggar,” ungkap dia.
Selain mengenai anggaran belanja daerah, ia berkata, pelunasan utang juga akan dianggarkan lagi di APBD Perubahan. “Kalau kemarin kan sudah kami lunasi sekira Rp 70 miliar. Nah, untuk APBD Perubahan kami anggarkan lagi sebagian. Nanti, di APBD 2019 lagi. Jadi, utang pemkot tidak terlalu menumpuk,” tutur dia.
Walaupun demikian, secara keseluruhan ia menuturkan, bahwa dalam anggaran perubahan tidak banyak kegiatan yang bisa ditambah karena menjelang akhir tahun. “Kami hanya fokus menyelesaikan kegiatan di APBD murni 2018 yang perlu anggaran tambahan. Sehingga kegiatannya tidak terlalu banyak berubah. Jika mengenai kegiatan baru, akan diusulkan di APBD murni tahun depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif menjanjikan akan mengesahkan APBD Perubahan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan mengenai kegiatan yang menjadi prioritas, masih sekitar pengentasan banjir di KotaTepian. “Yang jadi prioritas masih soal banjir. Karena ini anggaran perubahan, jadi hanya menyesuaikan,” ujarnya. (*/dev)







