• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Alphad Dkk Dinilai Aneh

by BontangPost
22 Oktober 2018, 20:55
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Budiman Chosiah(DOK/METRO SAMARINDA)

Budiman Chosiah(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

“Logikanya ketika sudah berhenti, kemudian punya partai baru, kenapa tidak diganti di DPRD? Itu kan aneh”. Budiman Chosiah (Pengamat Politik Unmul Samarinda)

SAMARINDA – Lima anggota DPRD Samarinda yang pindah partai politik tak kunjung dilakukan penggantian antar-waktu (PAW). Belum digantinya wakil rakyat itu disebabkan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Putusan itu tak pelak dipergunakan para anggota dewan tersebut untuk tetap merasakan kursi “empuk” dan fasilitas dewan untuk memuluskan langkahnya meraup suara di pemilu 2019.

Bukan tanpa alasan. Wakil rakyat yang pindah partai itu kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dalam keadaan menyandang “gelar” wakil rakyat yang berlaga di pemilu, jabatan yang dipegang akan memberikan kemudahan baginya untuk sosialisasi dan kampanye.

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Budiman Chosiah mengatakan, hal itu bak sosialisasi gratis karena kegiatan kedewanan para wakil rakyat itu tetap difasilitasi dan dibiayai negara.

Baca Juga:  Pemkot Dianggap Bermain Anggaran 

“Ketika mereka masih di legislatif, setidaknya mereka masih bisa memaksimalkan banyak hal. Artinya bisa berbuat tanpa dana pribadi, menggunakan institusi, sosialisasi, dan memasarkan diri,” ucapnya, Ahad (21/10) kemarin.

Namun kepindahan partai tanpa disertai PAW, justru melanggar etika dan undang-undang. Setelah diberhentikan dari partai politik sebelumnya, sejatinya anggota dewan bersangkutan harus diganti dari DPRD Samarinda.

“Logikanya ketika sudah berhenti, kemudian punya partai baru, kenapa tidak diganti di DPRD? Itu kan aneh,” ucapnya.

Disinggung pengaruh pelanggaran etika itu di publik, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul Samarinda itu mengatakan, pada umumnya masyarakat belum terpengaruh dengan fenomena tersebut.

Pasalnya, publik lebih banyak menentukan pilihan berdasarkan ketokohan dan dukungan finansial calon legislatif. Tentu saja wakil rakyat yang memilih tetap bertahan sebagai anggota dewan, dapat memberikan keuntungan finansial yang bersangkutan.

Baca Juga:  Berkas PAW Herwan Masih Terganjal 

Minimnya kesadaran pemilih terhadap kualitas dan integritas dewan tersebut disebabkan kurangnya pemahaman. Apabila kesadaran tersebut telah dimiliki, mestinya rakyat tidak lagi memilih anggota dewan itu di pemilu 2019.

“Dalam artian, mereka itu kan sama saja tidak punya komitmen memperjuangkan ideologi partai. Atau memperjuangkan gagasan partai sebagai penyambung lidah rakyat,” imbuhnya.

Partai yang berbeda digunakan wakil rakyat sebagai perahu untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif itu memiliki platform dan ideologi yang berbeda. Ketika wakil rakyat memutuskan pindah partai, maka visi partai politik yang mengantarkannya sebagai anggota legislatif tak lagi dipegangnya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Setiap partai itu berbeda garis perjuangannya. Kalau mereka pindah ke partai lain, sama saja mengkhianati ideologi partai yang dijadikan parahu di pemilu sebelumnya,” tegas Budiman.

Baca Juga:  Rusmadi Masih Jawara

Dia menyebut, belum digantinya wakil rakyat yang pindah partai itu akan menjadi preseden buruk dari aspek hukum dan penialain pemilih.

“Memang itu ada efek buruknya di publik. Tetapi tidak banyak yang bisa menilai begitu. Karena hanya sebagian kecil saja yang paham tentang aturan. Kalau rakyat yang paham, wakil rakyat yang mengkhianati partainya, besar kemungkinan juga akan mengkhianati rakyat,” tutupnya.

Diketahui, terdapat lima anggota dewan yang tak kunjung di PAW karena pindah partai politik. Antara lain Alphad Syarif, Adhigustiawarman, Saiful, Mashari Rais, dan Reza Fahlevi. Kelimanya berpegang pada amar putusan PN Samarinda bernomor  117/TDTG/2018/PN/Samarinda yang menegaskan penangguhan dan menunda pelaksanaan PAW. (*/um)

Tags: Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ratusan Pelamar Gagal Ikuti Seleksi CPNS

Next Post

“Jangan Main-Main dengan Hoaks”

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.