BONTANG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 dipastikan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil rapat paripurna, Selasa (27/11) ditetapkan ABPD 2019 mencapai Rp 1,4 triliun.
Pada tahun anggaran 2018, APBD hanya mencapai Rp 1,1 triliun. Artinya terjadi kenaikan sekira Rp 300 miliar. Namun bila mengacu pada proyeksi tahun ini, maka terjadi peningkatan sekira Rp 200 miliar. Mengingat sebelumnya Pemkot Bontang menaksir APBD mencapai Rp 1,2 triliun.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memaparkan bahwa jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 1,3 triliun. Rinciannya berupa pendapatan asli daerah sebesar Rp 169 miliar, dana perimbangan Rp 958 miliar, serta lain-lain pendapatan yang sah Rp 174 miliar.
“Ini belum termasuk bantuan keuangan (bankeu) dan dana alokasi khusus (DAK) yang belum ada rumahnya. Jadi masih bisa bergeser,” kata Neni.
Neni berujar berkenaan dengan nominal dari bankeu belum diketahui. Pasalnya, DPRD Provinsi belum melaksanakan rapat paripurna pengambilan keputusan APBD Kaltim.
“Jadi ditunggu paripurna DPRD Provinsi baru tahu Bankeu untuk Bontang berapa,” ujarnya.
Selama ini untuk bankeu yang diberikan sekira Rp 5 miliar. Namun nominal tersebut harus sebagian dikembalikan untuk pemberian insentif guru swasta. Pada tingkatan SMA dan SLB sederajat. Disebabkan kewenangan telah diambil alih provinsi.
Sementara belanja daerah dialokasikan Rp 1,4 triliun. Rinciannya belanja tidak langsung sebesar Rp 463 miliar dan belanja langsung Rp 939 miliar. Adapun pembiayaan daerah sebesar Rp 100 miliar. Pos ini bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) 2018. (ak)
PERBANDINGAN BESARAN APBD BONTANG
Uraian 2018 2019
Pendapatan Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 149 miliar Rp 169 miliar
Dana Perimbangan Rp 782,70 miliar Rp 958 miliar
Lain-lain pendapatan yang sah Rp 134 miliar Rp 174 miliar
Belanja Daerah
Belanja Tidak Langsung Rp 413,4 miliar Rp 463 miliar
Belanja Langsung Rp 722,6 miliar Rp 939 miliar
APBD Rp 1,136 triliun Rp 1,403 triliun







