SAMARINDA – Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sepertinya tidak akan terisi semua. Pasalnya, dari 313 formasi yang disediakan terdapat tiga posisi yang dipastikan tidak bertuan.
Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Samarinda, Nurhikmah mengatakan, tidak bertuannya tiga posisi tersebut lantaran tidak ada satupun CPNS yang mengajukan lamaran. Ketiga posisi tersebut adalah formasi untuk dokter spesialis.
“Sebenarnya ada empat formasi yang disediakan untuk dokter spesialis. Namun hanya satu yang terisi yaitu formasi dokter mata. Sedangkan ketiga formasi yang tidak ada pendaftar adalah posisi dokter anestesi, ortopedi dan urologi,” tuturnya.
Kekosongan ketiga formasi tersebut otomatis membuat kuota CPNS berkurang dari 313 menjadi 310. Namun, karena hal ini disebabkan tidak adanya peserta yang melamar sehingga keberadaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) nomor 61 tahun 2018 dengan sistem rangking pun tidak akan berpengaruh.
Dikarenakan hal itu, Nurhikmah mengaku, Pemkot Samarinda tentunya akan rugi. Sebab, tidak terisinya formasi tersebut akan membuat kurangnya tenaga medis untuk melayani masyarakat Kota Tepian.
Meskipun begitu, ia pun menyadari alasan tidak adanya peminat dalam formasi tersebut. Menurut dia, sarjana-sarjana spesialis kedokteran kebanyakan merupakan putra luar daerah atau orang yang kuliah di luar daerah.
Sehingga, jarak tempuh dan biaya hidup di Kaltim kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan tidak terisinya formasi tersebut. “Mereka pastinya memperhitungkan juga bagaimana untung rugi menjadi PNS di Samarinda. Apabila mereka berasal dari luar daerah, mereka pasti memperhitungkan kemungkinan jauh dari keluarga. Selain itu ongkos pulang balik, atau tertutupi tidaknya biaya kuliah yang mereka bayar dengan gaji menjadi PNS di sini. Banyak sekali pertimbangannya,” jelas dia.
Sedangkan mengenai hasil tes seleksi kompetensi dasar (SKD), Nuhikmah mengaku, kemungkinan akan diumumkan pekan depan. Sehingga, jadwal tes seleksi kompetensi bidang (SKB) pun akan menyesuaikan. “Sepertinya pengumuman dan tes SKB akan diundur hingga pekan depan,” pungkasnya. (*/dev)







