• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Isran Setujui Pipanisasi Gas

by BontangPost
20 Desember 2018, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BERI PEMAPARAN: Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan sinyal kuat untuk menyetujui megaproyek pembangunan pipanisasi yang menghubungkan wilayah Kaltim dan Kalsel.(HUMASPROV KALTIM UNTUK METRO SAMARINDA)

BERI PEMAPARAN: Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan sinyal kuat untuk menyetujui megaproyek pembangunan pipanisasi yang menghubungkan wilayah Kaltim dan Kalsel.(HUMASPROV KALTIM UNTUK METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Penolakan mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak terhadap rencana pemasangan pipa gas sepanjang 340 kilometer (km) yang akan dilakukan PT Bakrie and Brothers sepertinya bakal gugur begitu saja. Sebab, Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan ruang yang cukup lebar pada PT Bakrie and Brothers untuk melanjutkan megaproyek tersebut.

Hal itu terungkap pada acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan yang berlangsung di Hotel Senyiur Samarinda, Rabu (19/12) kemarin. Acara terasebut digagas oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Sebagaimana diketahui, ketika masih menjabat Gubernur Kaltim, Awang terbilang kekeh menolak proyek tersebut. Ketika itu Awang beralasan, proyek pipanisasi gas yang akan memakan investasi USD 500 juta itu akan merugikan masyarakat Kaltim lantaran hasil gas akan diangkut ke Pulau Jawa.

Baca Juga:  Lika-liku Viko Januardhy Jadi Komisioner KPU Kaltim (1); Tiga Kali Lulus CPNS, Inisiator Judicial Review

Dalam rilisnya melalui Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Isran mengatakan, dalam proyek pembangunan pipa gas itu agar pemerintah pusat lebih dulu memprioritaskan pembangunan proyek itu di Pulau Kalimantan. Daripada harus dibawa ke Jawa.

Sebab ia menilai, pembangunan pipa gas yang dikelola langsung di Kalimantan sudah menjadi keinginan masyarakat Kaltim. Di sisi lain, ia mengaku, sudah seharusnya daerah penghasil lebih diperhatikan. Karena jika dikelola di Kalimantan, maka masyarakat tidak lagi kekurangan pasokan gas.

Selain itu, dengan dibangun pipanisasi tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akan ada banyak industri-industri olahan yang terbangun nantinya dan semua itu memerlukan pasokan gas.

“Kami minta BPH Migas bisa memperhatikan itu. Sehingga rasa keadilan bagi rakyat Kalimantan, khususnya Kaltim betul-betul diterima,” kata Isran.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Iduladha 1439 H, Harga Sembako Diprediksi Melambung 

Walau begitu, Isran tidak ingin pengembangan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di Kalimantan sampai merugikan masyarakat. Khususnya masyarakat Kaltim. Bahkan jangan ada kesenjangan antarwilayah. Salah satunya pembangunan pipanisasi gas di Kalimantan.

“Artinya, Kaltim sangat memerlukan keadilan dalam pemanfaatan tersebut. Karena itu, ini harus betul-betul dikomunikasikan dan dirapatkan dalam pengelolaan pemanfaatan gas bumi tersebut,” tegasnya.

Isran menyebutkan, hingga saat ini masyarakat Kaltim belum merasakan begitu banyak manfaat dari pengelolaan minyak dan gas bumi. Karena itu, jika pipanisasi gas terwujud dan dibangun di Kalimantan, maka pembangunan infrastruktur lain juga dapat terwujud.

“Yang penting pipanisasi gasnya terpasang terlebih dahulu. Pemprov Kaltim prinsipnya siap mendukung. Jika memang memerlukan rekomendasi dan izin pembangunan tersebut, hari ini diurus, besok kami terbitkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Paslon Harus Siap Kalah 

Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa mengaku, megaproyek pembangunan pipa gas nantinya akan dilakukan mulai dari Kalsel, Kalbar, Kalteng dan Kaltim. Proyek tersebut bersifat interkoneksitas di wilayah Kalimantan.

“Pembangunan itu, masuk dalam rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional 2012-2030. Ini jelas sudah ada perencanaannya. Tinggal lelang pembangunan,” ungkapnya. (drh)

Tags: Metro SamarindaPipanisasi Bakrie
Share59TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bankeu Samarinda Banyak Diplot Kegiatan Fisik 

Next Post

Sebut Gas Dikelola di Kalimantan 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.