• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Tahanan Dikabarkan Babak Belur, Lapas Bontang Sebut Salah Paham

by M Zulfikar Akbar
7 Januari 2019, 22:08
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

KABAR tidak mengenakkan muncul dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang. Beredar informasi bahwa salah seorang tahanannya babak belur dihajar petugas. Hingga kepala mengeluarkan darah.

Dikonfirmasi awak media, Kepala Lapas Bontang, Heru Yuswanto membenarkan hal tersebut. Kata dia, memang terjadi kesalahpahaman antara salah seorang warga binaan kasus narkoba bernama M Namir alias Amir (50), dengan petugas Lapas. Yang berujung pada aksi kekerasan yang tidak perlu.

Heru menjelaskan, kejadiannya pada Sabtu (5/1/2019) senja lalu. Ketika Amir baru saja dipindahkan dari Lapas di Samarinda ke Lapas Bontang. Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan petugas, Amir melakukan pergerakan tubuh seperti menyikut. Gerakan tubuh ini dianggap oleh petugas sebagai upaya perlawanan. Yang lantas membuat petugas melakukan aksi kekerasan yang tak perlu.

“Miskomunikasi. Dianggap (gerakan) itu perlawanan, menurut versi anggota saya (petugas, Red.). Tapi menurut Pak Haji (Amir, Red.), itu hanya sekadar menepislah, membela dirilah. Beda persepsi. Akhirnya terjadilah,” jelas Heru, ditemui Senin (7/1/2019).

Baca Juga:  Lebaran, 4 Napi Dinyatakan Bebas

Kata dia, petugas yang melakukan aksi tak terpuji tersebut merupakan petugas yang masih muda dan terbilang baru bekerja. Diduga lantaran sedang berada dalam tekanan dan merasa punya wewenang, akhirnya melakukan aksi kekerasan.

Dalam hal ini, pihaknya akan lebih dahulu melakukan pemeriksaan intern pada petugas yang dimaksud. Namun sudah ada gambaran mengenai kejadian tersebut. Diperkirakan jumlah petugas yang terlibat lebih dari satu.

“Yang jelas pasti akan dapat sanksi. Kalau berapa orang (petugas), belum tahu (jumlahnya). Karena belum diselidiki. Yang jelas sudah ada gambaran, tidak mungkinlah cuma satu (petugas),” terangnya.

Heru menegaskan, sejatinya tidak dibenarkan penggunaan kekerasan oleh petugas kepada warga binaan. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada perlakuan seperti itu pada tahanan yang baru diterima Lapas Bontang.

Namun begitu Heru tetap mengakui bila keteledoran itu merupakan kesalahan pihak Lapas. Dia pun meminta maaf kepada Amir. Heru berjanji akan mengubah adanya perilaku kasar dari petugasnya tersebut.

Baca Juga:  Mulai Pekan Depan, Napi Lapas Bontang Sudah Boleh Dibesuk Keluarga

“Saya mengakui itu salah. Di lain sisi, yang bersangkutan (Amir, Red.) juga salah. Tapi itu kan juga tanggung jawab kami. Itulah gunanya pembinaan. Masa yang pembinanya malah yang tidak benar. Nanti akan saya interogasi lagi (petugasnya),” tambah Heru.

Kabar aksi kekerasan ini sendiri membuat pihak keluarga Amir dari Samarinda mendatangi Lapas menanyakan kebenaran kasus tersebut. Heru menyebut, pihaknya telah menemui keluarga Amir dan melakukan mediasi. Hasil mediasinya, pihak keluarga tak melanjutkan kasus ini lantaran Lapas menyatakan siap bertanggung jawab.

“Kami mendengar ada kekerasan di sini (Lapas, Red.). Dan memang setelah kami telusuri, Bapak (Amir, Red.) kondisinya luka-luka. Cuma dari pihak Lapas sendiri sudah meminta maaf dan sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan kami,” tutur Hardiansyah (24), anak kedua dari Amir.

Dengan mediasi dan permintaan maaf itu, dia menegaskan bahwa kasusnya sudah selesai. Pihak keluarga tidak akan melanjutkan kasus tersebut. Kata Hardiansyah, pihak Lapas sudah memproses pengobatan Amir di klinik. Rencananya Selasa (8/1/2019), Amir akan dibawa ke rumah sakit untuk dicek dan ditindaklanjuti kondisi kesehatannya.

Baca Juga:  Serang Majikan, Anjing Pitbull Masuk Penjara

“Tidak terlalu parah, cuma perlu ada penanganan lebih lanjut. Kami percayakan pada pihak Lapas itu sendiri,” kata dia seraya menyebut terdapat luka dan memar di bagian kepala, badan, dan dada Amir.

Hardiansyah yang berprofesi sebagai advokat ini menyatakan, pihaknya sempat kaget mendengar kasus yang dialami sang ayahanda. Namun disadari pasti ada sebab dari kejadian tersebut. Lantas setelah mendengar penjelasan dari Lapas, pihak keluarga bisa menerima. Apalagi Lapas akan merawat Amir sampai benar-benar sembuh.

“Kalau memang mereka (Lapas) berani bertanggung jawab, ya sudah kami selesaikan sampai di sini saja. Intinya kasus ini sudah selesai dan jangan diperpanjang lagi,” pungkas Hardiansyah. (luk)

Tags: lapas bontangtahanan narkoba
Share124TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penataan Drainase di Dua RT di Api-Api Pakai Aspirasi Dewan

Next Post

Nelayan yang Hilang di Laut Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Related Posts

Terpidana Narkotika di Lapas Bontang Meninggal, Sempat Dua Kali Cuci Darah
Bontang

Terpidana Narkotika di Lapas Bontang Meninggal, Sempat Dua Kali Cuci Darah

12 Oktober 2026, 13:57
Viral Dugaan Pungli di Lapas Bontang, Plt Kalapas Janji Telusuri dan Tindak Jika Terbukti
Bontang

Viral Dugaan Pungli di Lapas Bontang, Plt Kalapas Janji Telusuri dan Tindak Jika Terbukti

15 Juli 2026, 15:52
Tahanan Kasus Narkoba Berontak di Pengadilan, Kejari Bontang Pastikan Tak Ada yang Kabur
Bontang

Tahanan Kasus Narkoba Berontak di Pengadilan, Kejari Bontang Pastikan Tak Ada yang Kabur

3 November 2025, 15:51
Keluarga Korban Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Kematian Napi di Lapas Bontang
Kriminal

Keluarga Napi yang Meninggal di Lapas Bontang Benarkan Sudah Cabut Laporan Polisi

29 Maret 2025, 22:38
Terus Bergulir, Berkas Kasus Investasi Apderis Masih Diteliti Kejaksaan
Kriminal

Keluarga Napi yang Meninggal di Lapas Bontang Cabut Laporan, Penyelidikan Dihentikan

28 Maret 2025, 20:20
Masa Tahanan Lima Bulan Lagi, Pengendali Sabu 126 Kg Kini Terancam Hukuman Mati
Bontang

1.311 Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi Kemerdekaan, Didominasi Kasus Narkoba

16 Agustus 2024, 08:38

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.