• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Perkaya Gizi Sehari-hari dengan Daun Kelor dan Ikan Gabus

by M Zulfikar Akbar
15 Desember 2019, 13:00
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi daun kelor (Foodtrients)

Ilustrasi daun kelor (Foodtrients)

Share on FacebookShare on Twitter

Berbagai sumber pangan bisa ditambahkan dalam nilai gizi sehari-hari. Untuk memperkaya nilai gizi harian,  ikan gabus dan daun kelor bisa menjadi dua hal yang ditambahkan dalam makanan.

Di tangan ahli gizi dari Poltekkes Malang Hanifah Nurul Fauziyyah, perpaduan daun kelor dan ikan gabus diolah menjadi snack biskuit yang kaya nilai gizi. Hanifah juga menjadi salah satu pemenang dalam I-PLAN Food Design Challenge, kompetisi tingkat nasional dalam bidang inovasi bisnis untuk meningkatkan nilai gizi dan mutu makanan.

I-PLAN Food Design Challenge diinisiasi oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, serta Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia, dan diselenggarakan oleh Innovation Factory. Kompetisi yang bertema ‘novasi dalam food design’ ini diadakan untuk mencari dan memperkuat inovasi produk makanan lokal, dengan memberikan bantuan teknis, dana pembinaan, serta kemudahan akses pada institusi keuangan dan fasilitas pasar bagi pengusaha makanan lokal yang berhasil melakukan inovasi.

Baca Juga:  Ketahui 3 Prinsip Olahraga yang Aman Bagi Jantung

“Kami para ahli gizi berinisiatif menggunakan daun kelor dan ikan gabus gabungkan bahan pangan lokal untuk meningkatkan kandungan gizi dari biskuit,” kata Hanifah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/12).

Dalam laman Mind Body Green disebutkan tanaman daun kelor sudah diakui banyak penelitian sebagai superfood karena kandungan gizinya yang membuat tubuh sehat. Di Indonesia, tanaman ini dianggap sebagai tanaman mistis yang bisa mengusir setan.

Nama latinnya adalah Moringa oleifera, telah digunakan antargenerasi di negara-negara Timur untuk mengobati dan mencegah penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, anemia, radang sendi, penyakit hati, dan gangguan pernapasan, kulit, dan pencernaan. Kelor bisa digunakan sebagai suplemen bubuk daun alami, direbus, atau diminum langsung. Kelor merupakan sumber yang kaya akan vitamin, mineral, dan asam amino. Kelor mengandung vitamin A, C, dan E, kalsium, kalium, dan protein.

Baca Juga:  Kenali Gejala Nyeri Lutut Akibat Pengapuran dan Cara Menyembuhkannya

Sedangkan ikan gabus, kata Hanifah, mengandung tinggi protein dan zinc. Ikan gabus juga mengandung asam amino glisin yang bagus dalam pembentukan hemoglobin (Hb) dan zat besi (Fe).

“Manfaat dalam ikan gabus bagus untuk intervensi anemia. Sementara kelor lebih untuk menambahkan manfaat mineralnya. Sebab penyerapan Fe ke dalam tubuh tidak akan optimal kalau tanpa protein yang ditambahkan,” tutur Hanifah.

Intervensi pangan tersebut bisa diberikan kepada bayi sebagai Makanan Pendamping (MP)ASI hingga usia dewasa. Pada bayi, biskuit tersebut bisa dibuat menjadi bubur. “Sudah disebar di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Kalau Jabodetabek belum. Kami juga menambahkan varian tempe ke salah satu varian biskuit sebagau penambahan vitamin B kompleks,” jelasnya.

Baca Juga:  Manusia Dewasa Harus Tidur 8 Jam

Pada prinsipnya, pangan yang diproduksi dihitung berdasarkan nilai gizi dan prinsip diet harian untuk kebutuhan ibu dan balita. Berdasarkan data tahun 2018 dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), masih terdapat sekitar 48,9 persen ibu hamil menderita anemia dan 30,8 persen anak balita menderita stunting. Untuk mencegah dan mengurangi penderita stunting dan anemia, pemerintah melakukan berbagai upaya, termasuk melaksanakan program peningkatan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan remaja, serta program lainnya agar makanan-makanan bergizi mudah didapatkan.(jpc)

Tags: daun kelorikan gabuskesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hujan Deras, Tiga Lokasi Longsor

Next Post

IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.