• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Keren, Anak Kaltim ini Bikin Aplikasi Layanan Bantuan Hukum Advokado

by M Zulfikar Akbar
15 Desember 2019, 15:00
in Feature, Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Tampilan aplikasi Advokado. (prokal)

Tampilan aplikasi Advokado. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah berpikir mudahnya mencari pengacara layaknya cari ojek online? Sekarang bukan hal yang tidak mungkin. Anak kelahiran Balikpapan, Andre Damanik, bersama tim membuat terobosan itu. Dia menciptakan startup yang bisa membuat masyarakat mudah mencari layanan bantuan hukum yakni Advokado.

DINA ANGELINA, Balikpapan 

BERDIRINYA layanan bantuan hukum berbasis aplikasi, Advokado, tidak terlepas dari pengalaman pribadi sang Co Founder Andre Damanik. Itu berangkat dari pengalaman Andre selama menjalani bisnis. Sebelumnya, Andre merupakan pengusaha di bidang arsitek dan interior sejak 2016. Tepatnya sebagai CEO dan Co Founder dari PT Akatara Rupa Nusantara yang berlokasi di Jakarta.

Saat menjalani usaha tersebut, pria 33 tahun itu mengalami masalah internal yakni persoalan saham usaha. Terbelit masalah itu, Andre berusaha mencari bantuan dari pengacara. Namun, dia menyadari bahwa selama ini tidak punya networking dengan kaum yang memiliki profesi tersebut.

“Cari lawyer yang tepat dan sesuai bujet, sulit menemukan yang cocok. Akhirnya saya ketemu dengan salah satu lawyer, dia bisa bantu dengan sangat baik. Latar belakang dia legal corporate,” ungkapnya. Berdasarkan pengalaman itu, Andre memahami bahwa pada zaman kini pun ternyata tidak mudah untuk cari pengacara dan bantuan hukum.

Hal itu membuatnya berpikir untuk membantu masyarakat lain agar tak memiliki pengalaman serupa. Apalagi bila tidak menggabungkan bantuan teknologi yang sedang memang sudah serba canggih dan kekinian. Logikanya sederhana, terbukti bisa lahir beragam financial technology (fintech). Mengapa legal technology tidak bisa.

“Dari rasa penasaran itu, saya cari informasi ternyata di Australia dan Inggris keberadaan legal tech sudah besar. Sementara di Indonesia belum ada yang memulai,” ucap alumnus SMA Patra Dharma Balikpapan itu. Menurut dia, keberadaan legal tech sudah sepantasnya ada di Tanah Air. Dia menyadari, beberapa tahun terakhir banyak perusahaan startup tumbuh.

Baca Juga:  Kisah Para Pelaku Pesta Miras Berujung Maut

Namun, mereka dalam membangun bisnis tidak sadar memerlukan perlindungan dari sisi legal. Padahal perusahaan akan kuat selama aspek finansial dan legal juga kuat. “Sementara yang saya lihat mereka awam. Bisnis berkembang, tapi tidak tahu bagaimana memperkuat legal. Lebih banyak fokus ke pengembangan teknologi,” bebernya.

Di sisi lain, saat ini masyarakat Indonesia diakui masih awam dan takut pada hal yang berkaitan dengan pengacara dan hukum. “Itu yang ingin kami ubah. Kami generasi selanjutnya, bagaimana anak muda bisa akselerasi. Mereka perlu bantuan hukum. Itu peluang yang kami lihat,” sebut putra Elman Damanik tersebut.

Walhasil, peluang itu dia sampaikan kepada orang-orang yang berkompeten. Andre mengajak tiga rekan lainnya untuk mewujudkan sebuah startup di bidang legal tech bernama Advokado. “Saya bertemu co founder lain. Berbagi tugas ada yang mengurus finance dan sebagainya,” tutur bungsu di antara empat bersaudara itu.

Jadi, terbentuk formasi Andre sebagai chief operating officer (COO) Advokado. Kemudian dia dibantu oleh co founder lain yang bertugas sebagai Chief Executive Officer (CEO) Advokado Icha Syarlita, Chief Financial Officer (CFO) Advokado Gerson Tampubolon, dan Chief Technology Officer (CTO) Oki.

Pria pengagum Elon Musk itu bercerita, dia dan tim benar-benar fokus mengerjakan Advokado sejak awal 2018. Termasuk mengurus soal aspek legalitas. Badan hukumnya resmi terbentuk pada Mei 2019 di bawah bendera PT Meja Hijau Indonesia. “Advokado adalah platform marketplace dalam mencari pengacara. Berbeda dengan firma hukum,” ujarnya.

Baca Juga:  AKP Iskandar Bamulo, Siap Berantas Illegal Fishing dan Peredaran Obat Terlarang di Perairan Bontang

Advokado merupakan sarana bagi masyarakat yang ingin mengontak pengacara dan notaris. Artinya membantu masyarakat menemukan solusi hukum yang tepat dengan harga baik serta transparan. “Semua transaksi terpampang dalam aplikasi, kita tahu berapa kisaran biaya dan prosesnya bisa terlihat,” ucapnya.

Salah satu kasus yang kini menjadi pilot project Advokado adalah Piala Citra Indonesia. Ini berkaitan masalah hak kekayaan intelektual (HKI). Andre menuturkan, setiap orang yang ingin mencari bantuan pengacara di Advokado bisa memulai dengan bercerita terlebih dahulu tentang kasus atau persoalan yang dihadapi. Advokado memiliki hashtag #CeritainAjaDulu.

Kemudian pencari jasa bisa tentukan ingin pengacara yang bagaimana. Setelah itu tentukan bujet yang diinginkan, nanti Advokado akan memberi pilihan 10 pengacara yang sesuai kriteria keinginan. Kelebihan lainnya, semua proses transaksi di Advokado dilakukan transparan.

“Jika selama ini, kita mungkin tidak tahu berapa angka biaya untuk jasanya. Namun, di aplikasi ini terbuka. Nanti ada profil dan pengalamannya, pencari jasa tinggal pilih,” katanya. Tak hanya menguntungkan masyarakat, keberadaan Advokado di satu sisi juga membantu para pengacara yang selama ini sulit mencari klien.

“Kami bertemu dengan Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia), mereka ternyata senang dengan aplikasi ini karena ada bantuan sarana bertemu dengan klien dan memudahkan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga:  bontangpost.id Juara Nasional Karya Tulis

Bila kerja di firma hukum, kebanyakan mereka harus lembur dan tidak punya hidup seimbang. Namun dengan Advokado, mereka bisa fleksibel leluasa kerja karena cukup akses aplikasi.

Baginya, kendala utama justru terasa dalam mengedukasi kepada masyarakat. Bagaimana masyarakat sadar bahwa menjangkau hukum itu mudah, bukan sesuatu yang awam. “Bagaimana masyarakat tidak takut atau bingung ketika mencari bantuan hukum,” imbuhnya.

Saat ini, Avokado sudah tersedia di Play Store dalam bentuk beta version dan tersedia 25 pengacara yang bergabung. Pihaknya terus mengembangkan dan menyempurnakan layanan aplikasi tersebut. Sistem pembayaran bisa mengakomodasi dalam cicilan atau kantong pembayaran sendiri seperti GoPay.

Tim Advokado juga sudah pernah mengikuti Tech Asia Conference 2019 di Jakarta. Andre mendapat banyak informasi tentang bagaimana cara startup mencari bantuan “modal”. Namun pendanaan itu juga memiliki kriteria. “Mereka tertarik dengan ide kita, mereka ingin beri dana dalam kategori seri A USD 500 ribu–USD 10 juta,” sebutnya.

Sementara untuk pendanaan seri B, startup bisa mendapatkan bantuan dana USD 10 juta–USD 500 juta. Namun untuk mencapai itu, pihaknya masih mengumpulkan 20 transaksi agar dapat pendanaan tersebut. “Ini kita lagi kejar target sampai akhir Januari,” ucapnya.

Selain itu, Andre berharap aksinya ini turut memicu banyak anak muda di Balikpapan untuk berani memulai bisnis startup. Caranya dengan mulai menggaungkan hashtag #BubuhanBalikpapanHarusBisa. “Supaya teman-teman di Balikpapan bisa punya tekad untuk jadi techpreneur,” tutupnya. (rom/k16/prokal)

Tags: advokadofeaturepengacarastart up
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta

Next Post

Waspada, Samarinda Belum Aman dari Penculikan

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.