• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Para Pelaku Pesta Miras Berujung Maut

by Redaksi Bontang Post
6 Januari 2021, 17:00
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Pos kamling dijadikan wadah pesta miras.

Pos kamling dijadikan wadah pesta miras.

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum berpesta miras, Dadang sempat pamit pada sang ibu. Ingin bekerja jauh dan tidak pulang.

Ilmidza Amalia Nadzira, Kabupaten, JP Radar Kediri

Solikati duduk berdampingan dengan sang suami di teras rumahnya, di RT 55, RW 16, Dusun Besowotimur, Desa Besowo, Kecamatan Kepung. Raut wajahnya mengguratkan kesedihan. Wanita 60 tahun ini tertunduk lesu.

“Tidak ada firasat akan terjadi peristiwa ini,” ucap ibu yang baru saja kehilangan sang anak ini dengan lirih.

Solikati adalah orang tua Dadang Setiawan. Pemuda 22 tahun yang baru saja jadi korban pesta miras oplosan di desanya. Selain Dadang, ada tiga korban lagi yang meninggal dunia akibat over dosis (OD) itu. Seperti halnya Dadang, ketiganya juga sudah dikubur oleh keluarga masing-masing.

Bagi Solikati, memang tidak ada firasat sebelum anak lelaki satu-satunya itu mengalami nasib seperti itu. Yang dia ingat, hanya keinginan anaknya untuk pergi jauh.

“Beberapa hari sebelum tahun baru ini tiba-tiba dia pamit mau kerja jauh dan tidak pulang,” kenangnya, dengan mata basah.

Siapa sangka keinginan itu ternyata terwujud. Dadang pergi jauh dan tak pernah lagi kembali. Itu setelah dia menjadi korban tindakannya sendiri yang ikut pesta miras bersama teman-temannya.

Baca Juga:  Belajar Tata Bahasa dari Poster-Poster Menggelitik saat Demo Mahasiswa

Dari cerita Solikati, Dadang langsung sakit setelah pesta tahun baru di poskamling itu. Dengan kondisi napas sesak dan pandangan mata kabur. Sempat dijenguk Kepala Dusun Besowotimur Wibowo, Dadang kemudian dilarikan ke rumah sakit, Jumat (1/1). Ke RS HVA Toeloengredjo Pare.

Sempat dirawat di ruang ICU, nyawa Dadang tak tertolong lagi. Sabtu (2/1) sekitar pukul 20.00 nyawa sang peminum oplosan ini tak bisa ditolong lagi. Solikati menceritakan anak bungsunya itu yang sehari-hari bekerja serabutan. Pekerjaan utamanya adalah buruh tani. Sesekali juga memancing ikan.

Pada hari kejadian, Dadang baru keluar sehabis Magrib. Dia izin kumpul bersama teman-temannya “Izin mau bakar-bakaran tahun baruan di poskamling depan,” terangnya.

Solikati mengizinkan keinginan anaknya itu. Sebab, bagi dia, Dadang memang layak menikmati pengujung tahun bersama teman-temannya. Setelah sebelumnya berkutat dengan pekerjaan.

“Anaknya rajin bekerja,” ujarnya sesekali menyeka air matanya.

Dadang juga tidak pernah merepotkan orang tua. Apalagi sang ayah juga sedang sakit stroke. “Kakaknya kan sudah berkeluarga semua. Jadi kami hanya bertiga tinggal di rumah ini,” terangnya menjelaskan bahwa anak bungsunya itu juga menjadi tulang punggung keluarga.

Baca Juga:  Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (1): Terkurung di Kamar, Tiap Pagi Dicek Suhu Tubuh

Sebagai seorang ibu, Solikati tidak terlalu protektif. “Yang penting pamit, namanya juga anak muda, kalau sudah begini ya berarti sudah garis takdir anak saya,” ujarnya semakin sesenggukan tak kuat menahan tangis.

Tangisan Solikati yang semakin tak terbendung membuat Atik (33), kakak kedua Dadang menghampirinya di ruang tamu. Wanita ini juga ikut merasakan kesedihan mendalam atas kepergian sang adik. “Saya sempat syok kalau adik saya meninggal. Karena saya masih terus komunikasi dengannya meskipun saya tidak di sini,” jelas wanita yang tinggal bersama dengan suaminya di Tulungagung ini.

Terkait meninggalnya adiknya itu, dia dan orang tuanya sudah mencoba ikhlas. “Ya anggap ini musibah di keluarga saya, mau tidak mau harus ikhlas,” ucapnya menghela napas panjang. Dirinya berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para pemuda di Dusun Besowotimur agar tidak mengadakan pesta miras lagi.

Kepala Dusun Besowotimur Wibowo, juga berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi pemuda di desanya. Sebagai kepala dusun dia juga merasa berduka atas apa yang dialami warganya itu. Repotnya, saat kejadian dia kebetulan tengah mempersiapkan hajatan.

Baca Juga:  Sosok Muhammad Ali, Peraih Kalpataru dari Bontang; Melestarikan Lingkungan, Memberdayakan Masyarakat (2-Habis)

“Ya tarup di depan ini harus dicopot lagi. Menurut orang Jawa, tarup hajatan tak boleh dilewati orang meninggal,” ujarnya.

Wibowo bercerita, dia mulai mencium gelagat buruk saat bertakziah ke rumah korban meninggal lainnya. Saat itu korban yang bernama Joko mengeluh sesak napas. “Langsung saya suruh sebutkan siapa saja yang terlibat,” ungkapnya.

Setelah Joko menyebutkan 9 orang yang ikut pesta miras itu, dirinya langsung menyiapkan kendaraan untuk membawa pemuda-pemuda yang masih selamat. Enam orang ke Rumah Sakit HVA. “Di sana ditolak karena sudah penuh,” ujarnya. Lalu, setelah itu dibawa ke klinik Mitra Medika. Namun di sana juga ditolak karena alatnya tidak cukup memadai untuk menangani.

“Akhirnya ke RSKK, di sana Ardiansyah dinyatakan meninggal pada hari Minggu,” ujarnya.

Dirinya berharap, kejadian ini bisa membuat jera para pemuda di dusunnya itu. Sekaligus bagi para penjual miras oplosan. “Kalau penjual mirasnya itu sudah ditangani kepolisian, biar diselidiki, miras oplosannya dicampur apa saja,” terangnya. (fud)

Tags: featurepesta miras
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Siapkan SDM Hadapi Era VUCA, Pupuk Kaltim Jalin Kerja Sama Vokasi dengan BPSDMI

Next Post

Rusunawa Sepi Peminat, Jelang Peresmian Baru Terisi 20 Persen

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.