• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Belajar Tata Bahasa dari Poster-Poster Menggelitik saat Demo Mahasiswa

by M Zulfikar Akbar
1 Oktober 2019, 17:30
in Feature
Reading Time: 5 mins read
0
Salah satu contoh poster yang diperbaiki tata bahasanya oleh tim Kemdikbud. (Instagram @kemdikbud.ri)

Salah satu contoh poster yang diperbaiki tata bahasanya oleh tim Kemdikbud. (Instagram @kemdikbud.ri)

Share on FacebookShare on Twitter

Mereka memilih poster-poster dengan kalimat unik. Mengoreksi, lalu mem-posting-nya di Instagram. Reaksi netizen beragam. Sebagian memuji, tapi ada juga yang memaki. Kuncinya: tidak boleh marah dan baperan.

UMAR WIRAHADI, Jakarta , Jawa Pos

”ENTAH apa yang merasukimu hingga kau tega menghianatiku”. Itu salah satu bunyi poster aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR-MPR Selasa lalu (24/9).

Kalimat tersebut memang penggalan lirik lagu yang dipopulerkan album remix DJ Gagak yang sedang hit itu. Tidak heran, poster tersebut sangat viral di linimasa media sosial hari-hari ini. ”Ini salah satu poster yang kami angkat,” kata Anandes Langguana kepada Jawa Pos saat ditemui di kantornya di lantai 4 Kemendikbud, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Pria yang menjabat kepala seksi Bidang Informasi Kemendikbud itu menyampaikan, ada yang keliru dalam poster itu secara tata bahasa. Yakni, kata ”menghianatiku”. Seharusnya, papar dia, ejaan yang benar adalah ”mengkhianatiku”.

”Inilah sisi lain dari aksi mahasiswa. Ternyata bisa dipakai sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia,” tutur Anandes. Setelah melalui proses verifikasi, ada lima poster yang diunggah dalam akun Instagram (IG) Kemendikbud. Poster lain bertulisan ”Negara sudah darurat sampai introvert rela ikut demo”. Yang dikoreksi dalam kalimat itu adalah kata ”introvert”. Ejaan yang benar adalah ”introver” karena sudah diserap bahasa Indonesia.

Selain itu, ada kalimat ”Jangan matikan keadilan, matikan saja mantan ku”. Kesalahan kalimat tersebut terletak pada kata ”mantan ku”. Anandes menjelaskan, setiap menunjukkan kata ganti milik (”-ku”), tulisannya selalu digandeng. Karena itu, tulisan yang benar adalah ”mantanku”.

Baca Juga:  Mentawir, Taman Indah di Calon Ibu Kota Negara

Ada juga kalimat lain. ”Pak Rektor, kami izin kuliah dijalan”. Yang dikoreksi adalah kata ”dijalan”. Penulisan yang benar adalah ”di jalan”. Sebab, ”di” dalam kalimat tersebut menunjukkan kata depan (preposisi) sebagai keterangan tempat.

Tidak semua dimasukkan ke slide posting-an di Instagram. Tim Kemendikbud juga mempertimbangkan sisi etis sebuah poster. Sebab, ada juga poster yang gambarnya tidak etis dipublikasikan. ’’Itu menjadi pertimbangan juga untuk di-posting,” ujar pria 39 tahun tersebut.

(Dari kiri) Desliana Maulipaksi, Anandes Langguana, Shahwin Purnomo Aji, dan M. Khosi. Mereka melakukan patroli tata bahasa untuk mengedukasi publik. (Umar Wirahadi/Jawa Pos)

Ide untuk mengoreksi poster bikinan mahasiswa muncul secara tiba-tiba. Ide itu kali pertama diusulkan Desliana Maulipaksi, anggota tim komunikasi Kemendikbud. Desliana mengatakan, kegiatan yang disebut patrol tata bahasa itu baru pertama diadakan. ”Ide muncul spontanitas karena melihat keseruan aksi mahasiswa,” tuturnya.

Dia tergelitik dengan maraknya poster-poster yang bertebaran di media sosial. Desliana mengungkapkan, poster aksi mahasiswa kali ini terbilang unik dan berbeda. Sisi kreativitas muncul dari kalimat yang ditulis dalam poster. ”Sindirannya mengena ke sasaran,” ujarnya.

Salah satunya, ”Itu DPR atau lagunya Afgan? Kok Sadis”. Tulisan dalam poster sesuai dengan karakter milenial yang suka mengikuti tren. Ingin menjadi bagian dari perubahan dan menyukai hal-hal kekinian.

”Poster-poster itu khas milenial. Ini berbeda sekali dengan demo-demo yang menonjolkan kalimat-kalimat perlawanan,” tutur alumnus Universitas Padjadjaran (Unpad) itu.

Bagaimana hasilnya? Unggahan tersebut sukses memancing reaksi warganet. Hingga kini, total 211.933 akun menyukai posting-an dengan 8.913 komentar.

Baca Juga:  Kemendikbud Akan Buat Aturan Larangan Tes Calistung Masuk SD

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

#SahabatDikbud , kreativitas (creativity) adalah salah satu kompetensi yang dibutuhkan generasi bangsa di abad 21. Selain itu ada 4C lain, yakni Communication (komunikasi), Collaboration (kolaborasi/kerja sama), Critical Thinking (berpikir kritis), dan Confidence (percaya diri). . #SahabatDikbud sudah melihat poster-poster dari mahasiswa saat aksi unjuk rasa kemarin? Kreatif-kreatif, bukan? ??. . Nah, Kemendikbud mengajak #SahabatDikbud untuk melihat kreativitas mahasiswa dalam karya posternya itu, dan memperbaiki kesalahan penulisan bahasa Indonesia. Apakah #SahabatDikbud menemukan poster kreatif lain untuk media pembelajaran bahasa Indonesia? ? . #bahasaindonesia #cintabahasaindonesia #cerdasberliterasi #cerdasberkarakter #cerdasberbudaya

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kemdikbud.RI (@kemdikbud.ri) pada 24 Sep 2019 jam 11:50 PDT

Komentar pun beragam. Namun, sebagian besar menyambut positif posting-an tersebut. ’’Baru tahu demo ternyata bisa menjadi media pembelajaran bahasa Indonesia. Terima kasih Kemdikbud,” tulis netizen dengan akun bernama rahayuastuti077. Ada yang men-support dengan komentar ’’naikkan gaji admin,”tulis akun atas nama ibu_elis.

Selain komentar positif, banyak pula yang komentar negatif dan sinis. Banyak komentar tersebut yang menohok. Misalnya, ’’Hasil kerja demonstran diperbaiki, hasil kerja pejabat diabaikan,” tulis Sebastian_Campbel.

Ada pula komentar ”Jangan cuma bisa mencari kesalahan mahasiswa. Cari juga kesalahan para koruptor,” tulis akun TimorLeste 01. Ada juga yang seperti ini: ”Kemdikbud hanya jago mengoreksi mahasiswa. Giliran DPR dan pemerintah yang salah diam saja,” tulis akun Yudi Kurniawan.

Baca Juga:  Puncak Samarinda, Bak Negeri di Atas Awan

Membaca komentar-komentar miring tersebut, Desliana Maulipaksi mengaku tidak emosi. Dia mengatakan, seluruh tim komunikasi Kemendikbud yang membawahkan pengelolaan admin IG Kemendikbud tidak marah. Sebab, itu bagian dari aspirasi mahasiswa. ’’Prinsipnya, kami tidak boleh baper (bawa perasaan, Red). Pro-kontra itu biasa,” imbuhnya.

Sikap sabar admin terlihat dari tanggapan atas akun-akun yang melayangkan protes miring. Setiap pernyataan miring dijawab dengan sabar. Misalnya, ’’Admin mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang berjuang dan membuat poster-poster yang kreatif. Bahasa adalah bagian dari pendidikan dan kebudayaan. Di kemdikbud juga ada unit kerja bernama Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Salam literasi,” tulis admin.

Tim Komunikasi Kemendikbud lainnya, Shahwin Purnomo Aji, menuturkan bahwa tim awalnya ragu mem-posting poster-poster mahasiswa tersebut. Ada kekhawatiran akan menambah suasana semakin panas. Maklum, aksi mahasiswa pada 24 September lalu, misalnya, terbilang mencekam dan berlangsung hingga larut malam. ’’Ini adalah patroli tata bahasa. Tujuan kami memang untuk media pembelajaran. Buktinya, respons netizen juga bagus,” tuturnya.

Sejak konten tersebut tayang pada 24 September, follower akun Kemendikbud terkerek naik signifikan. Selama empat hari hingga Jumat lalu (27/9), ada penambahan follower sampai lebih dari 10 ribu. Saat ini follower IG Kemendikbud menjadi 876.000. ”Ini juga bentuk komunikasi yang kreatif. Jangan sampai institusi pemerintah dicap kaku,” imbuh Shahwin Purnomo Aji.(jpc)

Tags: featurekemendikbud
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Massa PLBB Parkir Truk di Badan Jalan, Pegawai Merasa Tersandera

Next Post

Massa Blokir Jalan, Anak Ikut “Tersandera”, Ini Kata Polres Bontang

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.