bontangpost.id–Perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Bontang menunjukkan tren menggembirakan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan 4 orang yang sebelumnya positif Covid-19 kini dinyatakan sembuh, dan diperkenankan pulang. Adapun ke-4 pasien itu masing-masing BTG-6, BTG-9, BTG-12, dan BTG-13.
Kabar gembira ini disampaikan Wali Kota Neni dalam sambutannya dalam kegiatan penyerahan Simbolis Bantuan Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (11/6/2020) sore.
“Alhamdulillah semua sudah sembuh. Tapi kita jangan lengah,” ujarnya dengan semangat.
Kendati Bontang kembali zero kasus Covid-19, Wali Kota Neni minta warga tidak lengah. Terlebih saat ini otoritas mulai menerapkan kenormalan baru.
“Bunda minta, tolong protokol kesehatan dijaga,” pintanya.
Sebagai catatan BTG-6 merupakan laki-laki 63 tahun. Berasal dari Klaster Gowa. Tiba di Bontang melalui Pelabuhan Lokuan menggunakan Kapal Egon pada 28 Maret. Pada 14 April ikut rapid test, hasil reaktif. Dan langsung ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG). Tepat pada 23 April hasil swab keluar, dan dinyatakan positif Covid-19.
BTG-9 merupakan laki-laki berusia 55 tahun. Berasal dari Klaster Gowa. Sejak 25 Mei dinyatakan positif Covid-19, dan dirawat di RSUD Taman Husada.
BTG-12 merupakan laki-laki berusia 49 tahun. Diduga terinfeksi virus SARS-CoV-2 usai melakukan perjalanan ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Terbang dari Sulawesi ke Kaltim menggunakan pesawat Batik Air. Dari Bandara APT Pranoto, Samarinda, BTG-12 pulang ke Bontang menggunakan mobil carter. Ada rentang sekitar 1 bulan (8 April-19 Mei) sejak tiba di Bontang hingga BTG-12 ditetapkan positif Covid-19. Dirawat di RSUD Taman Husada sejak 19 Mei.
BTG-13 merupakan laki-laki berusia 30 tahun. Bekerja di salah satu perusahaan di Bontang. Pada 2 Juni 2020 mengikuti rapid test, hasil reaktif. Masih di hari sama, sampel swab dikirim ke RS Pertamina, Balikpapan. Esok harinya (3 Juni) hasil keluar, dan dinyatakan positif oleh Diskes Kaltim. BTG-13 merupakan pasien positif pertama di Bontang yang dirawat di RS swasta rujukan Covid-19. (*)







