• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Lestarikan Budaya Daerah Lewat Kuliner dan Permainan Tradisional

by M Zulfikar Akbar
5 Maret 2017, 13:25
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Syarifuddin. (Bambang/Bontang Post)

Syarifuddin. (Bambang/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Syarifuddin (183)

Tak ingin melihat budaya asal Sulawesi Barat (Sulbar) di Bontang hilang tergerus zaman, membuat Syarifuddin berinisiatif untuk melestarikan budaya tersebut dengan berbagai cara. Diantaranya lewat ajang pameran kuliner hingga pertunjukan permainan-permainan tradisional.

Bambang, Bontang

DI tengah kemajuan teknologi saat ini, budaya-budaya kedaerahan perlahan mulai ditinggalkan. Tidak jarang, akhirnya generasi-generasi muda zaman sekarang banyak yang tidak mengetahui budayanya sendiri. Hal inilah yang tidak diharapkan Syarifuddin. Dari keresahannya itulah, pada 2015 lalu, Pria kelahiran Mamuju, 2 Juni 1975 itu bersama warga daerah Lembah Ujung, Kelurahan Berebas Tengah lainnya sepakat menggelar pameran kuliner khas Sulbar di lapangan voli Lembah Ujung, sebagai ajang memperkenalkan makanan dan budaya mereka kepada masyarakat umum.

“Awal mulainya di bulan Februari 2015 lalu. Akhirnya sekarang kami buat rutin setiap dua minggu sekali,” ujarnya.

Baca Juga:  Kisah Mustamim Berdagang Kelapa dan Berbisnis Santan; Akrab dengan Pembeli, Jual Seribu Kelapa Sehari

Kata Syarif –panggilan akrabnya–, adanya pameran kuliner ini juga menjadi terobosan membantu warga sekitar agar membuka peluang usaha. Pasalnya, di daerah Lembah Ujung tersebut, mayoritas masyarakatnya berasal dari Sulbar. Sehingga warganya, terutama para ibu-ibunya, kebanyakan memiliki keahlian dalam membuat makanan khas Sulbar seperti kalumpang, kukus, roda/lammang, putu-putu, kukus, lappa-lappa, katupa, buras, gogos, saballa (teripang), timbongang, pea saballa, atti jaleko, atti rara, suso, suso manu, kanuis bau tunu, bau peapi, cendol, sarabba, katto, ropis, dan katirissala.

“Untuk mempermudah mengelolanya, akhirnya kami buatkan satu wadah yang kami beri nama Forum Komunikasi Putra-Putri Sulbar,” ucap Syarif.

Terbukti, lewat adanya wisata kuliner khas Sulbar ini, sekarang sudah ada 22 pelaku usaha tetap yang berjualan di setiap evennya. Walau hanya mengandalkan dana dari swadaya masyarakat yang terbatas, namun dalam pelaksanaannya, antusias masyarakat cukup tinggi untuk berkunjung ke lokasi wisata kuliner itu.

Baca Juga:  Ditentang Orangtua saat Ingin Mondok, Kini Kembangkan Ponpes Wirausaha

“Di sela-sela kuliner, kami juga menampilkan musik-musik tradisional khas Sulbar. Selain memperkenalkan ke masyarakat, juga untuk menarik perhatian agar masyarakat bisa berkunjung ke sini (Lembah Ujung, Red.),” tutur bapak tiga anak itu.

Adapun tradisi lainnya yang juga sampai saat ini masih dilestarikan diantaranya tari-tarian tradisional khas Sulbar, pencak silat khas Sulbar, pembuatan miniatur kapal, serta permainan adu gasing tradisional. Permainan ini pun juga rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali.

Bahkan kini, mereka pun juga sudah memiliki komunitas yang diberi nama Komunitas Gasing Tradisional Bontang. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah untuk menghimpun para pecinta dan pemain gasing-gasing tradisional di Bontang.

Baca Juga:  Kaligrafer Pertama yang Raih Juara di FASI Nasional 

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai PNS ini berujar, lewat adanya budaya maupun permainan yang rutin dilaksanakan ini, diharapkan eksistensi budaya Sulbar di Bontang dapat semakin dikenal oleh masyarakat serta dapat berjalan secara dilaksanakan secara terus menerus. (bersambung)

Tentang Syarifuddin S

Nama                     : Syarifuddin S

TTL                        : Mamuju, 2 Juni 1975

Alamat                   : Jalan Zamrud RT 53 nomor 64, Berebas Tengah

Pekerjaan               : Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Orang tua               : Muhammad Sail (Alm) – Sahariah (Alm)

Istri                       : Nur Laila

Anak                      :

  • Muhammad Saleh Arif
  • Arif Maulana Akbar
  • Angga Tri Wahyudi
  • Muhammad Thoriq Al Farizi
  • Adif Faris Maulana
Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

17 Maret Deadline Ukuran Seragam

Next Post

Waduh.. Pemkab Masih Utang Rp 3,5 M ke 1.455 Mahasiswa

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.