• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Mustamim Berdagang Kelapa dan Berbisnis Santan; Akrab dengan Pembeli, Jual Seribu Kelapa Sehari

by BontangPost
15 Agustus 2017, 12:32
in Feature
Reading Time: 4 mins read
0
MESTI ULET: Mustamim (kaus hitam) memegang salah satu kelapa dagangannya.(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

MESTI ULET: Mustamim (kaus hitam) memegang salah satu kelapa dagangannya.(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Kesabaran punya peran penting dalam perjalanan hidup Mustamin. Sikap itulah yang turut mengantarkannya sukses menggeluti perdagangan kelapa parut dan usaha penggilingan bumbu di Pasar Kedondong Jalan Ulin, Samarinda.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Deru suara mesin enggan beranjak dari bangunan kayu yang tepat berada di samping jembatan depan pasar. Seakan memanggil warga berdatangan silih berganti ke sana. Enam lelaki tampak cekatan bergerak di sekitar mesin penggiling. Ada yang memasukkan kelapa parut ke dalamnya, sementara yang lain mengambil hasil perasan berupa air santan untuk dikemas dalam plastik.

“Sejak pagi kami sudah membuat santan. Dalam sehari bisa menghasilkan 100 bungkus santan. Masing-masing plastik kurang lebih berisi satu liter,” jelas Mustamim, sosok di balik usaha penggilingan tersebut.

Di bangunan toko nan sederhana itulah, Mustamim menjalankan usahanya berupa penjualan kelapa parut sekaligus penggilingan bumbu. Khususnya pemrosesan kelapa parut menjadi santan. Dia membeber, dalam sehari bisa menjual seribu hingga 1.200 butir kelapa. Kalau sedang ramai angka itu bahkan mencapai 1.500 butir kelapa.

“Itu termasuk kelapa-kelapa yang diproses menjadi santan,” tambah pria yang karib dipanggil Tamim ini.

Usaha ini, kisah Tamim, dirintisnya sejak dua puluh tahun yang lalu. Tepatnya di tahun 1997, saat dia mulai berdagang di Pasar Kedondong. Sebelum menjajakan kelapa parut secara kaki lima, Tamim terlebih dulu berjualan pisang di pasar. Lima bulan tak menghasilkan keuntungan signifikan, sulung dari empat bersaudara ini memutuskan banting setir berdagang kelapa.

“Awalnya saya coba-coba berjualan kelapa. Saat itu saya dibantu modal dari saudara ipar saya,” kenangnya.

Baca Juga:  Lokasi Trans Studio Disarankan Dipindah 

Namun menjual kelapa yang digunakan untuk kebutuhan dapur rupanya bukan hal yang mudah. Apalagi sudah banyak pedagang sejenis di pasar. Alhasil dalam sehari dia hanya mampu menjual tiga sampai lima butir kelapa. Hal ini terus berlangsung di sepanjang bulan pertamanya berdagang kelapa. Dengan hasil itu, sulit bagi Tamim untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Untuk menyewa rumah saja tidak bisa. Sehingga saya waktu itu terpaksa menginap dan tidur di pasar,” kisah Tamim.

Walau serba kekurangan dengan pendapatan yang minim, tidak membuat Tamim menyerah. Dia memilih bersabar dan terus melanjutkan berdagang dari pagi hingga senja. Pria yang pernah menjadi buruh di pelabuhan ini meyakini perlu kesabaran dalam menjalankan usaha. Terbukti, kesabarannya berbuah manis. Perlahan lapaknya mencari nafkah mulai dilirik pembeli dan memiliki pelanggan.

“Semakin banyak yang mengenal saya di pasar. Yang awalnya tiga butir dalam sehari, jadi laku tiga puluh biji dalam sehari,” terangnya.

Angka penjualan itu terus bertambah seiring berjalannya waktu. Mulai dari 100 butir dalam sehari, menjadi 200 ratus butir dalam sehari. Hingga dalam kurun waktu dua tahun, Tamim mampu menjual 400 butir kelapa dalam satu hari. Dengan kondisi keuangan yang membaik, dia bukan hanya mampu menyewa rumah. Melainkan juga mampu mempekerjakan seorang karyawan kala itu.

Kata Tamim, strategi penjualan yang diterapkan  lebih pada memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Khususnya dalam membangun keakraban dengan para pembeli yang datang. Dalam hal ini dia tak segan menyapa dan mengajak calon pembelinya berinteraksi dan berbincang. Menurut Tamim, seringnya komunikasi yang dilakukan membuat mereka menjadi tertarik membeli.

Baca Juga:  Bantuan Pemerintah Lamban, Korban Banjir Kesulitan Makanan 

“Perlu ada pendekatan psikologis. Sehingga ada kedekatan dengan calon pembeli,” tambah suami dari Rahma Yulianti ini.

Bukan sekadar bersikap ramah, Tamim menyadari benar pentingnya menjaga kepercayaan pelanggan. Untuk itu, dia selalu mengedepankan kejujuran dalam berdagang. Pun begitu, dia selalu mengupayakan kelapa terbaik yang dijualnya kepada pembeli. Bila menemukan kelapa dengan kualitas yang tidak layak jual, Tamim tak segan-segan menyingkirkannya dari dagangan.

“Harus berani seperti itu. Supaya daya jual tinggi. Kepercayaan konsumen harus dijaga,” sebut Tamim.

Baginya, risiko merugi demi mempertahankan kualitas bukan hal yang perlu ditakutkan. Termasuk ketika Tamim dipercaya menjadi distributor kelapa oleh seorang rekanannya. Dalam perjalanannya, dia lebih sering mendapatkan keuntungan ketimbang merugi. Bahkan saat menjadi distributor, dalam dua hari dia bisa menjual habis satu truk kelapa.

Sempat sekira 1,5 tahun merangkap sebagai distributor, Tamim kembali fokus berdagang kelapa. Banyaknya pesaing waktu itu membuatnya memutuskan berhenti menjalin kerja sama sebagai distributor. Saat kembali fokus berjualan kelapa itulah, dia melihat potensi usaha pemrosesan kelapa parut menjadi santan.

“Saya membeli mesin pemeras kelapa dari Jakarta seharga Rp 10,5 juta. Saat itu saya jadi yang pertama di Samarinda yang menggunakan mesin pemeras kelapa parut menjadi santan di pasar,” ungkapnya.

Sebagai salah satu pengguna pertama, awalnya banyak yang meragukan mesin milik Tamim. Kualitas santan hasil perasan mesin sempat dipertanyakan para calon pembeli. Namun itu tak membuat Tamim kurang akal. Dia lantas memberikan santan produksinya secara gratis kepada orang-orang. Promosi ini dilakukannya selama sekira setengah bulan.

Baca Juga:  Terbuka Melayani Wartawan, Senang karena Bisa Bantu Awasi Pejabat

“Setelah mereka tahu kualitas santan yang saya hasilkan, barulah saya berikan harga. Tidak masalah membagikan secara gratis untuk mendatangkan keuntungan di kemudian hari,” ujar pria yang mengaku gemar berdebat ini.

Kini penjualan kelapa dan pemrosesan kelapa parut menjadi santan yang dirintis Tamim telah begitu dikenal di Pasar Kedondong. Setiap hari lalu lalang pembeli tak pernah berhenti sejak toko dibuka dari pagi hingga senja. Meski sudah memiliki enam karyawan, Tamim masih tetap terjun langsung melayani pembeli di tokonya.

“Saya mesti memastikan kelapa-kelapa yang kami tawarkan kepada para pelanggan tetap merupakan yang terbaik. Kalau ada yang tidak bagus ya tidak kami tawarkan,” tuturnya.

Diakui Tamim, sederetan suka duka ia rasakan selama puluhan tahun berdagang. Di antaranya dia mesti bangun pagi-pagi benar untuk mempersiapkan dagangan. Di awal-awal berusaha, hal ini terasa berat baginya. Namun seiring berjalannya waktu, Tamim menjadi terbiasa dan kini sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

“Ketika banyak orang masih terlelap, saya sudah bangun. Saya rasakan benar bahwa dalam bekerja itu mesti ulet dan tidak boleh setengah-setengah,” pungkas pria kelahiran Soppeng, lima dekade lalu ini. (***)

TENTANG TAMIM

Nama: Mustamim

TTL: Soppeng, 8 Desember 1967

Istri: Rahma Yulianti

Anak:

  1. Muhammad Luthfi
  2. Nadia Chandra Ripa

Pendidikan:

  • SD 1 Tambum, Toli-Toli
  • SMP Batu-Batu, Soppeng
  • SPG Muhammadiyah Toli-Toli
  • Universitas Veteran Republik Indonesia

Alamat: Jalan P Suryanata Gang Kenanga, Air Putih, Samarinda

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPU Gelar Sayembara Maskot dan Jingle 

Next Post

Pembagian Anggaran Pilgub Kaltim Tunggu Pleno 

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.