• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Belajar Autodidak dari Teman, Banjir Orderan di Hari Besar

by BontangPost
8 Maret 2017, 13:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BUTUH KETELITIAN: Agus saat membuat kunci duplikat menggunakan mesin kunci miliknya. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

BUTUH KETELITIAN: Agus saat membuat kunci duplikat menggunakan mesin kunci miliknya. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Agus Supriyanto Buka Jasa Tukang Kunci

Pemutusan hubungan kerja (PHK) bukanlah sebuah akhir. Ini disadari benar oleh Agus Supriyanto. Menyadari sulitnya mencari kerja di ibukota sementara dapur harus tetap mengepul, ayah dua anak ini memutuskan membuka usaha jasa reparasi dan pembuatan kunci.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Agus Supriyanto awalnya bekerja sebagai analis di salah satu perusahaan tambang batu bara di Kota Tepian. Namun sayang setelah lima tahun bekerja, terjadi pengurangan pegawai di tahun 2012. Agus termasuk di antara pegawai yang dirumahkan. Dia pun kembali mencari pekerjaan dengan memasukkan banyak lamaran ke perusahaan-perusahaan. Namun pekerjaan yang didambakannya tak jua datang.

“Saya menyadari mencari pekerjaan sulit. Sementara saya membutuhkan penghasilan untuk menghidupi keluarga saya,” kenang Agus saat ditemui Metro Samarinda (Bontang Post/Kaltim Post Group), Selasa (7/3) kemarin.

Beruntung sebelumnya Agus sering nongkrong bersama temannya seorang tukang kunci. Dari sang teman itulah dia mempelajari bagaimana cara membuat dan memperbaiki kunci. Dia pun ikut temannya tersebut berpraktik tukang kunci. Setelah itu dia belajar sendiri atau autodidak bagaimana menjadi seorang tukang kunci. Butuh dua tahun baginya hingga memutuskan membuka jasanya sendiri.

Baca Juga:  Rita Makin Terpuruk

“Pikir saya kala itu daripada menganggur, lebih baik membuka usaha dari apa yang saya kuasai. Karena untuk mencari kerja sulit,” jelasnya.

Dengan modal Rp 10 juta yang dikumpulkannya dari berbagai sumber, Agus mantap membuka usaha jasanya. Modal tersebut digunakannya untuk membeli mesin kunci senilai Rp 4 juta yang dibelinya dari Surabaya. Sisanya digunakan untuk membeli perlengkapan dan bahan-bahan lainnya meliputi bahan kunci. Berbekal papan bertuliskan “Tukang Kunci”, Agus lantas menawarkan jasanya di pinggiran jalan sejak pagi hingga senja menjelang.

“Awalnya saya nongkrong di pinggir Jalan Pahlawan. Baru setengah tahun ini saya pindah ke Jalan Bhayangkara. Biasanya agak siangan bukanya, sekitar pukul 10.00 Wita. Pulangnya kalau menjelang sore, sekitar pukul 17.00 Wita,” ujar Agus.

Dalam melakukan jasanya, pria kelahiran Samarinda, 32 tahun lalu ini menerima panggilan ke rumah atau kantor bila diperlukan. Mesin kunci dan perlengkapannya terbilang praktis dibawa kemana saja dengan sepeda motornya. Berbagai permintaan pelanggannya mulai dari membuat kunci duplikat atau membuat kunci baru ditanganinya. Termasuk memperbaiki kunci di brankas yang macet.

Baca Juga:  Rita Tetap Teratas di Polling Pilgub Kaltim 2018

“Yang paling rumit itu memperbaiki brankas. Biasanya perusahaan-perusahaan keuangan yang meminta saya bila brankasnya macet. Karena rumit itulah memperbaikinya bisa seharian,” kisah Agus.

Tarif yang dikenakannya sendiri bervariasi tergantung tingkat kerumitan pekerjaan. Untuk membuat kunci duplikat, tarifnya bervariasi dari Rp 10 ribu hingga Rp 200 ribu. Sementara untuk membuat kunci baru menggantikan kunci yang hilang, tarifnya bisa mencapai Rp 100 ribu. Keuntungannya pun tidak tentu dari hari ke hari. Namun minimal dia bisa mengantongi Rp 200 ribu setiap harinya.

“Tidak tentu juga ya Mas. Tergantung ada orang yang butuh atau tidak. Alhamdulillah selama ini ada saja yang pesan ke saya, walaupun paling sedikit cuma satu pesanan dalam sehari,” ungkap pria yang sehari-hari mengenakan topi ini.

Baca Juga:  Gaji Buruh Setiap Daerah Mesti Dibedakan

Lebih lanjut Agus mengisahkan, pesanan kunci paling banyak didapatkan menjelang hari-hari besar keagamaan. Karena saat itu, banyak warga yang hendak bepergian keluar kota sehingga membutuhkan kunci untuk melindungi kediaman mereka. Saat momen seperti itu dia bisa mengantongi Rp 1 juta dalam satu hari bekerja.

Ditanya mana yang lebih menyenangkan antara bekerja di tambang atau tukang kunci, Agus menjawab sama saja. Menurutnya kedua pekerjaan tersebut sama-sama punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Pendapatannya pada kedua pekerjaan tersebut pun menurutnya relatif sama. Bedanya bila bekerja di tambang dia mendapat gaji bulanan sementara sebagai tukang kunci pemasukannya setiap hari.

“Kalau dibilang cukup ya dicukup-cukupin aja buat hidup. Semua pekerjaan kan ada tidak enaknya juga. Membuat kunci ini sendiri misalnya, butuh kesabaran dan ketelitian. Alhamdulillah selama ini semua pelanggan puas dengan kerja saya,” pungkas warga Kampung Jawa ini. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kelakar Politik (Bagian 4-Habis)

Next Post

Dialog Tokoh Lintas Agama, Pelihara Kerukunan Antar Umat Beragama

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.