Pemkot Siapkan Juklak
BONTANG – Pasangan Neni Moerniaeni-Basri Rase bakal sulit mewujudkan program dua ratus juta (Produta) per RT di tahun kedua pemerintahannya. Ini bila melihat proyeksi APBD 2018 yang diperkirakan berkisar Rp 1 triliun lebih.
Hanya Neni menyatakan, Pemkot akan mengalokasikan penyaluran dana yang lebih realistis dan tepat sasaran. Rencananya, program lima puluh juta (prolita) di masa pemerintahan pendahulunya Adi Darma akan dinaikkan Rp 10 juta atau menjadi Rp 60 juta. “Kalau Rp 100 juta enggak mungkin, kecuali APBD kita Rp 1,9 miliar,” tandasnya.
Dijelaskan, penyaluran dana bagi 500 RT se-Bontang itu nantinya diperuntukkan untuk kegiatan yang lebih produktif. Dia meminta agar penggunaan anggaran bisa menyesuaikan dengan visi-misi kepala daerah.
Neni menegaskan, penggunaan dana Rp 60 juta yang disalurkan per tahun untuk 500 RT berbeda dengan program keuangan dalam periode kepemimpinan sebelumnya. Sebab, dana yang disalurkan harus mengarah pada visi-misi walikota seperti, green city hingga creative city.
“Nanti ada program di mana anggaran itu untuk produktifnya masyarakat. Misalkan gerakan seribu kerambah. Semuanya ada petunjuk teknis (juknis, Red.) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang sedang disusun Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang, Red.) karena semua dana APBD ada mekanismenya,” ungkapnya.
“Inilah alasan kenapa saya juga batalkan pembangunan jalan lingkar karena terlalu meyedot anggaran yang besar. Jadi lebih baik saya gunakan untuk kesejahteran masyarakat, salah satunya ini,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Bappelitbang Zulkifli Akbar membenarkan kabar tersebut. Skema penyaluran Rp 60 juta akan dialokasikan dalam bidang infrastruktur. Kini, pihaknya tengah menggodok juklak dan juknis ihwal regulasi penerapan. “Kami target akhir September sudah selesai, sehingga kawan-kawan bisa sosialisasikan ke kelurahan,” ungkapnya.
Tak jauh beda dari yang disampaikan Wali Kota Neni sebelumnya, poin penting dalam skema penyaluran anggaran itu diharapkan bisa mendukung pencapaian misi kepala daerah, utamanya dalam bidang green city dan creative city. Dana itu sudah termasuk honor Ketua RT dan segala insentif.
“Kegiatan yang berkaitan dengan penghijauan misalnya, anggaran ini juga bisa digunakan untuk kegiatan usaha yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena dana bergulir juga masih digodok, makanya anggaran Rp 60 juta bisa diperuntukkan untuk merangsang kreativitas tiap RT,” pungkasnya. (*/nug)







