BONTANG – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bontang masih terus mengintai di tengah wabah Covid-19. Walaupun menurut Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, angka penderitanya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Jika dilihat data yang dimiliki Diskes Bontang, dari Januari hingga Mei 2020 ada 104 kasus DBD. Sedangkan tahun lalu, pada April saja sudah mencapai 278 kasus, sedangkan pada Mei 2019 lalu itu mencapai 91 kasus.
“Menurun kalau dibanding dari tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Diskes Bontang Bahauddin, didampingi Kasi Surveilans, Imunisasi dan Wabah Bencana Diskes Bontang Adi Permana, saat ditemui di Rumah jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (12/5/2020).
Selain itu, hingga bulan ke lima belum ada warga yang meninggal dunia akibat virus dengue ini. Sementara April tahun lalu, ada seorang warga Kelurahan Loktuan yang meregang nyawanya akibat virus ini.
“Enggak ada (yang meninggal tahun ini),” katanya.
Daerah yang masih kerap terjadi persebaran virus ini masih sama dengan tahun lalu. Melihat dari data, warga Kelurahan Berebas Tengah paling banyak menderita penyakit ini. Hingga April lalu, sebanyak 27 orang mengidap DBD. Diikuti Kelurahan Loktuan sebanyak 13 orang, dan Kelurahan Bontang Kuala 12 orang.
“Masih sama daerah persebarannya,” ucapnya.
Walaupun tengah sibuk menanggulangi Covid-19 ini, pihaknya juga tetap fokus terhadap penyakit lainnya. Di antaranya penyakit kronis yang diderita oleh para lansia dan DBD. Dengan tetap melakukan monitoring setiap minggunya.
“Kalau trennya meningkat, kami akan melakukan langkah-langkah, tapi alhamdulillah menurun,” katanya.
Untuk mengantisipasi ini, pihaknya menyarankan agar warga di tengah stay at home ini dapat lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu caranya, memutus mata rantainya dengan memberantas jentik nyamuk dan tidak membiarkan air tergenang. (*)







