• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Aparatur Desa Masih Minim Keahlian?

by BontangPost
27 November 2018, 16:20
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Mahmud(DOK/METRO SAMARINDA)

Mahmud(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pada 2016 lalu, Mahmud (27), mulai diberikan tugas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sebagai pendamping kampung di Kabupaten Berau. Salah satu temuannya, masih banyak aparatur desa yang belum memiliki keahlian mengelola desa.

Senin (26/11) kemarin, kepada Metro Samarinda, lulusan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda itu mengungkapkan, problem mendasar tersebut muncul karena minimnya pembinaan serta pelatihan yang diadakan di tingkat desa.

“Saya kira akan banyak yang mendukung program Presiden Jokowi itu. Karena sekarang banyak masalahnya. Aparatur desa atau kampung, belum semuanya ahli mengelola desa,” kata Mahmud.

Diketahui, Presiden Jokowi berencana mengirimkan aparatur dan pendamping desa untuk melakukan studi di luar negeri. Alasannya, para penggerak pembangunan desa itu diminta belajar pengelolaan desa di mancanegara.

Baca Juga:  Mengadu Janji Paslon 

“Setahu saya, itu tujuannya agar aparatur desa bisa meniru cara orang-orang di luar negeri mengelola desa. Belajar dari pengalaman selama dua tahun ini, saya sangat mendukung rencana itu,” ucapnya.

Mahmud mengungkapkan, saat bertugas sebagai pendamping desa, dia melihat banyak pegawai yang belum memahami seluk-beluk pembangunan desa. Karenanya, diperlukan pengembangan bagi eksekutif di tingkat desa.

Di Kecamatan Biatkan, Kabupaten Berau, dia mendampingi Kampung Biatan Lempake, Biatan Ilir, Biatan Bapinang, Biatan Baru, Biatan Ulu, Karangan, dan Bukit Makmur Jaya.

Banyak tugas yang dibebankan kepadanya. Mulai dari penyusunan perencanaan pembangunan kampung, monitoring penggunaan dana kampung, dan pembuatan laporan pertanggungjawaban.

Ada tiga orang yang bekerja sebagai pendamping bersama Mahmud di sejumlah kampung tersebut. Dia hilir mudik dari satu kampung ke kampung lain untuk memastikan pengelolaan desa berjalan sebagaimana amanah Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Baca Juga:  Peringati HUT ke-59 Kodam VI/Mulawarman, 225 Prajurit Bersihkan Pasar

“Dengan banyaknya tugas yang diberikan, ada hal-hal yang saya pelajari. Termasuk kewenangan kita yang terbatas. Tetapi dituntut untuk mendampingi aparatur kampung. Sehingga tidak ada ketimpangan,” tuturnya.

Bekerja sebagai kepanjangan tangan kementerian yang berstatus pegawai kontrak tahunan, kerap wewenangnya hanya sekadar mendampingi perencanaan sampai penyusunan laporan.

“Kalau pengawasan sampai koreksi sesuatu yang salah dalam laporan di kampung, itu yang kadang kita jarang dilibatkan. Kalau ada pemeriksaan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, Red.), di situ kita dilibatkan,” jelasnya.

Namun demikian, sejak ada pendamping kampung di kecamatan tersebut, terdapat perkembangan yang signifikan. Sebelum dirinya bertugas di delapan kampung itu, dana dari pusat dan daerah tidak digunakan dengan baik.

Baca Juga:  Musrenbang Regional Kalimantan, Pertegas Komitmen Pusat

“Kemudian di beberapa kampung, kita dorong pembentukan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa, Red.). Ada banyak usaha yang dijalankan di sini. Mulai dari pengangkutan, penyediaan kebutuhan pokok, sampai transportasi,” bebernya.

Adanya program pengiriman aparatur di luar negeri itu dapat memperluas pemahaman dan pengalaman pemerintah desa. Harapannya, desa bisa berkembang layaknya di negara-negara maju.

“Banyak potensi yang belum digali di kampung ini. Tidak hanya di Berau, tetapi juga di daerah-daerah lain. Pengelolaan kampung akan lebih bagus jika aparatur mengembangkan potensinya di luar negeri,” imbuh Mahmud. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemprov Kaltim Bakal Buatkan Gedung SMA 16

Next Post

Marak Beredar, Ribuan Miras Dihancurkan

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Cumi Hitam, Lezat dan Memanjakan Lidah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amparan Tatak Samarinda Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.