• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Asal Fasum Dilengkapi Pemkab, Warga Ancalong Bersedia Dipindah 

by BontangPost
20 Agustus 2017, 12:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
RAWAN: Salah satu daerah di Muara Ancalong yang rawan bencana.(Net)

RAWAN: Salah satu daerah di Muara Ancalong yang rawan bencana.(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Sejumlah warga di Desa Kelinjau Ilir dan Kelinjau Ulu Kecamatan  Muara Ancalong tidak menolak tawaran Bupati Ismunandar untuk direlokasi dari tempat tinggalnya saat ini. Sebab, keberadaan kawasan pemukiman yang ada saat ini memang sangat rawan bencana banjir dan abrasi. Namun, sebelum rencana itu terealisasi, warga meminta pemerintah lebih dulu melengkapi fasilitas umum (Fasum) ditempat yang baru tersebut.

Sutoyo seorang guru ada SD 002 Muara Ancalong mengungkapkan pemindahan ibukota kecamatan harus dibarengi dengan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat seperti  jalan, listrik dan air bersih,  masyarakat akan mendukung. Sebab, jika tidak jelas akan memberatkan warga yang pindah ke wilayah baru.

“Saya rasa tidak ada yang menolak, kalau semuanya (Fasum.) siap,” ujar Sutoyo.

Baca Juga:  Kuota CPNS Kutim Berkurang 57 Orang 

Kepala MTs Negeri 1 Muara Ancalong Wagimi juga punya pemikiran yang serupa. Menurut dia, fasilitas umum hendaknya lebih kedepankan dalam pemindahan ibu kota .

“Kondisi Desa Kelinjau Hulu dan Kelinjau Hilir, memang rawan bencana alam baik banjir maupun  abrasi atau tanah longsor. Namun, jika pemindahan nantinya tetap pada daerah banjir serta kurang fasilitas umumnya terutama listrik, jalan pendidikan, dan air bersih tentu membuat masyarakat enggan  ikut pindah,” bebernya.

Terhadap  sekolah yang ia pimpin diakui  merupakan asset Kementerian Agama. Jika pemindahan ibu kota tidak termasuk program Pemkab Kutim tentu akan menjadi masalah.

Sebelumnya, Desa Kelinjau Ulu dan Kelinjau Ilir Kecamatan Muara Ancalong  salah satu daerah rawan bencana di Kutim. Kedua desa, bisa jadi tersapu banjir bandang jika tidak diwaspadai sejak dini. Bupati Ismunandar mencetus wacana untuk memindahkan dua desa yang berada di persimpangan sungai ini. “Kalau perlu, ibukotanya dipindahkan ke lokasi yang baru namun aman. Karena lokasi yang ada saat ini berbahaya,” ujar Ismunandar belum lama ini.

Baca Juga:  Dinkes: Demam Respon Tubuh saat Vaksin Bekerja

Dia menyebutkan, pusat Ibukota Kecamatan Muara Ancalong ini kerap banjir yang berujung tanah longsor. Karenanya, melalui Bappeda dan OPD teknis lainnya seperti Lingkungan Hidup, BPBD, Badan Penelitian serta Bagian Pemerintahan untuk melakukan kajian bersama.

“Kajian itu bisa dikoordinir Bappeda atau Badan Penelitian,” pesannya.(aj)

Tags: Muara ancalongrawan bencanaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Upaya Tangani Kasus Kenakalan Remaja, Pemkab Bentuk Tim Terpadu

Next Post

Jelang Iduladha Daging Sapi Langka 

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.