• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Bandara Kertajati Sepi, Wapres JK: Perencanaan Tidak Terlalu Bagus

by M Zulfikar Akbar
10 April 2019, 11:30
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Jusuf Kalla (NETRAL NEWS)

Jusuf Kalla (NETRAL NEWS)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Operasional Bandara Kertajati di Majalengka sudah hampir satu tahun. Namun hingga kini belum ada geliat pengguna jasa bandara yang signifikan. Bahkan perkembangan terkini dari sebelas rute perjalanan, tinggal satu rute yang aktif. Yakni rute Kertajati – Surabaya.

Bandara Kertajati yang berada di Kabupaten Majalengka diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Mei tahun lalu. Total ongkos pembangunan bandara ini mencapai Rp 2,6 triliun. Saat ini tingkat okupansi bandara Kertajati masih di bawah 30 persen.

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengomentari kondisi terkini bandara berkode KJT tersebut. Pria yang akrab disapa JK itu menceritakan bahwa pembangunan bandara Kertajati adalah inisiatif dari Pemda Jawa Barat. Saat itu ada keinginan membangun bandara internasional di Jawa Barat.

Lalu pertimbangan posisinya dipilih di antara Jakarta dengan Bandung. ’’Tapi ya mungkin kurang penelitian. Sehingga lokasinya tidak pas untuk Bandung dan untuk Jakarta,’’ katanya di kantor Wakil Presiden kemarin (9/4).

Menurut JK kondisi bandara Kertajati serba tanggung. Dihitung dari Bandung, jarak menuju bandara Kertajati mencapai 100 km. Sehingga orang yang mau datang ke Bandung, memilih langsung penerbangan turun di Bandung. Yakni melalui bandara Husein Sastranegara. Menurut JK seandainya bandara internasional di Jawa Barat berjarak 20 km sampai 30 km dari Bandung, masih dalam jangkauan masyarakat.

Baca Juga:  Tidak Kena Moratorium, Siapkan Dua Provinsi Baru untuk Papua

’’Jadi agak ya, boleh dibilang perencanaannya tidak terlalu bagus,’’ tuturnya. Kondisi ini juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat. Supaya lain kali dalam pembangunan bandara, tidak sekadar hanya ingin ada bandara atau airport. Tetapi juga harus mempertimbangkan akses masyarakat setempat.

Lantas bagaimana solusinya, apakah bandara Kertajati akan dialihfungsikan menjadi bandara militer? ’’Mana bisa bandara dialihfungsikan. Ya bisa saja (menjadi, Red) bandara militer. Bisa saja halim dipindahkan ke situ (bandara Kertajati, Red),’’ jelasnya.

Namun JK menuturkan karakteristik bandara militer berbeda dengan bandara sipil. Bandara militer tidak butuh terminal. Sementara terminal bandara Kertajati sudah dibangun dengan bagus dan berbiaya mahal. JK berharap ke depan wilayah di sekitar bandara Kertajati berkembang. Sehingga bisa menaikkan tingkat penggunaan bandara Kertajati.

Baca Juga:  Wapres JK: Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta

Terkait dengan rute penerbangan yang tinggal satu, JK mengatakan maskapai tidak bisa dipaksakan. Wajar jika akhirnya maskapai menutup rute, karena tingkat keterisiannya sedikit. ’’Siapa mau bayar kerugiannya (jika dipaksa membuka rute, Red),’’ tuturnya. JK tetap berharap daerah di sekitar Majalengka, seperti Indramayu dan Subang terus berkembang. Baik itu dari segi ekonomi, pariwisata, dan lainnya.

Pembangunan infrastruktur perhubungan tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada faktor lain yang mendukung. Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan hal itu berlaku juga untuk Bandara Kertajati. Sepinya bandara tersebut dikarenakan jalan tol menuju lokasi belum jadi. ”Nanti kalau sudah jadi mungkin ramai,” ujarnya.

Dia mencontohkan LRT Sumatera Selatan yang menurutnya memiliki kasus yang sama. Transportasi umum sambungan untuk ke dan dari stasiun-stasiun LRT Sumsel tidak banyak dan tidak fleksibel. Sehingga orang masih memilih menggunakan kendaraan pribadi. ”Parahnya beberapa daerah meminta dibangunkan LRT. Harus dikaji untuk pembangunannya,” tutur Djoko.

Kertajati dan LRT Sumsel merupakan usulan kepala daerah. Menurut Djoko pembangunannya serba salah. ”Dituruti seperti ini, tidak dituruti dikira tidak peduli. Jadi kita bicara asebilitas,” katanya.

Baca Juga:  JK Kritik ’’Bocoran’’ Pertanyaan Debat

Pernah ada wacana Bandara Husein Sastranegara di Bandung dipindahkan ke Bandara Kertajati. Namun Djoko ragu dengan perhitungan bisnisnya. Alasannya Bandara Husein Sastranegara milik Angkasa Pura II. Sedangkan Bandara Kertajati milik pemda. ”Kalau Bandara Husein Sastranegara tidak ditutup maka Kertajati tidak akan bisa. Harus dibagi porsinya. Penerbangan luar negeri mungkin di Bandung, lainnya di Kertajati,” sarannya.

Secara makro pemerintah belum memiliki undang-undang sistem transportasi. Adanya UU tiap moda, seperti UU penerbangan, kereta, angkutan jalan, dan sebagainya. UU sistem transportasi merupakan induk bagi seluruh undang-undang tiap moda.

Selain itu dia juga menyarankan untuk melihat target market. Menurut Djoko orang-orang Majalengka dan sekitarnya banyak yang kerja di Kalimantan. Untuk itu dia menyarankan agar rute penerbangan dialihkan ke sana. ”Masa semua ke Jakarta. Itu menghabiskan APBD daerah. Pejabatnya disuruh pakai kereta, minta pesawat. Mahal,” ungkap Djoko. (wan/lyn/jpg)

Tags: bandara kertajatijusuf kallawapres
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

17 April Jadi Hari Libur, Imbau Tidak Golput

Next Post

183 CPNS Terima SK, Neni: Harus Bisa Melayani Masyarakat, Bukan Dilayani

Related Posts

Gibran Buka Layanan “Lapor Mas Wapres”, Mulai Hari Ini Bisa Ngadu Langsung ke Istana atau Chat WhatsApp
Nasional

Gibran Buka Layanan “Lapor Mas Wapres”, Mulai Hari Ini Bisa Ngadu Langsung ke Istana atau Chat WhatsApp

11 November 2024, 12:00
Tidak Kena Moratorium, Siapkan Dua Provinsi Baru untuk Papua
Nasional

Tidak Kena Moratorium, Siapkan Dua Provinsi Baru untuk Papua

24 Januari 2020, 13:00
Tahun Politik, Ekonomi Diminta Menguat
Nasional

Polemik TNI Tempati Jabatan Sipil, Wapres JK: Boleh, Asal Sesuai UU

24 Februari 2019, 15:00
Wapres JK: Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta
Nasional

Wapres JK: Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta

21 Februari 2019, 14:30
Pulau Komodo Bisa Ditutup 2020, Kok Bisa?
Nasional

Revitalisasi Pulau Komodo Bertahap

20 Februari 2019, 13:00
Wapres Minta Tabloid Indonesia Barokah yang Tersebar di Masjid Dibakar
Nasional

Wapres Minta Tabloid Indonesia Barokah yang Tersebar di Masjid Dibakar

27 Januari 2019, 15:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.