SAMARINDA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak mau ketinggalan euforia pemilihan gubernur (pilgub). Meski tidak membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub), peraih empat kursi di DPRD Kaltim itu tetap aktif dalam membangun koalisi.
Hingga Rabu (12/4) kemarin, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kaltim tengah berupaya membangun koalisi dengan dua partai politik (parpol) berbasis Islam. Keduanya adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Komunikasi yang dibangun adalah dengan mendaftarkan Hadi Mulyadi, yang juga anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara. Hadi yang merupakan wakil ketua Komisi VII DPR RI, sebelumnya mendapat dukungan penuh dari pengurus, kader, pendukung, dan simpatisan PKS dalam rapat koordinasi wilayah (rakorwil).
“Kemarin (Selasa, Red.) kami sudah mengambil formulir ke PAN. Tadi (kemarin, Red.) kami mendaftar ke PKB,” kata sekretaris PKS Kaltim, Sarwono SP kepada Metro Samarinda (Kaltim Post Group).
Rombongan PKS yang hadir ke sekretariat PKB Kaltim di Jalan Ir H Juanda kemarin dipimpin langsung Sarwono, ketua Tim Pemenangan Pilgub Kaltim, Iwan Nawir, serta pengurus lainnya. Mereka disambut ketua PKB Kaltim, Syafruddin beserta pengurus lainnya.
“Pertemuan tersebut sebagai upaya membangun komunikasi antara PKS dan PKB. Ini momen silaturahmi dua partai Islam. Karena pilgub semakin dekat, kami mewakili bakal cagub, Hadi Mulyadi mendaftar ke PKB,” tutur Sarwono.
Selain kedua parpol tersebut, apakah PKS akan menjajaki kekuatan politik lainnya? Sarwono mengiyakan. “Rencana akan daftar lagi. Nanti akan dikabari. Kami juga masih koordinasi lagi,” katanya.
Sementara, Syafruddin mengapresiasi langkah PKS. “Ini menunjukkan bahwa PKS serius dan memang saya menilai Pak Hadi sangat layak memimpin Kaltim,” ujar ketua Fraksi PKB Kaltim itu.
Sementara, Hadi yang dikonfirmasi terpisah menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus. “Yang mendaftarkan teman-teman pengurus. Saya serahkan semuanya kepada teman-teman,” ujar anggota Majelis Dewan Syuro DPP PKS itu, singkat.
Sebelumnya, ketua PKS Kaltim, Masykur Sarmian mengungkapkan, partainya terus melakukan komunikasi yang intensif dengan parpol lain. Pasalnya, dengan perolehan empat kursi di Karang Paci–sebutan kantor DPRD Kaltim–saat ini, PKS membutuhkan tambahan tujuh kursi lagi untuk bisa mengusung calon.
Hasil Rakorwil PKS Kaltim beberapa waktu lalu merekomendasikan komunikasi intensif dengan seluruh parpol dan calon, sampai ditetapkannya cagub-cawagub. PKS sendiri akan melakukan survei bulan ini. Survei yang dimaksud, dilakukan pada figur-figur dan tokoh-tokoh di Banua Etam yang dianggap layak memimpin. Dalam survei ini, PKS memiliki kriteria-kriteria tertentu.
Selain kriteria yang mampu mengatasi persoalan masyarakat, PKS juga turut melihat tingkat elektabilitas tokoh-tokoh Kaltim dari survei yang dilakukan. Dari survei inilah nanti PKS akan merumuskan sikap terkait tokoh yang akan diusung dalam pilgub. Termasuk kemungkinan mengusung Hadi.
Survei yang dilakukan PKS kemungkinan dilakukan hingga akhir April. Saat survei selesai dilakukan, barulah PKS menentukan siapa nama yang akan diusung dalam pilgub. Termasuk arah koalisi yang akan dibentuk PKS.
Di Kaltim, PKS merupakan salah satu partai besar yang dikenal memiliki basis massa militan. Hampir di seluruh kabupaten/kota, PKS menempatkan wakilnya. Kecuali di Kabupaten Paser. PKS juga sukses menempatkan empat wakilnya di DPRD Kaltim, serta satu wakil di DPR RI. (gun)
KEKUATAN PKS
Lembaga Kursi Suara
DPR RI 1 144.705*
DPRD Kaltim 4 46.783
DPRD Samarinda 3 26.119
DPRD Balikpapan 4 23.146
DPRD Bontang 2 7.407
DPRD Kukar 3 20.266
DPRD Kubar 1 2.242
DPRD Mahulu 2 1.515
DPRD Kutim 2 10.697
DPRD Berau 4 8.507
DPRD PPU 3 6.173
DPRD Paser 0 4.740
Keterangan: *) Perolehan suara termasuk Kaltara.
Sumber: Disari dari berbagai sumber.
Perolehan Kursi
Parpol Jumlah
Golkar 13
PDIP 10
Gerindra 6
PKS 4
Demokrat 4
PAN 4
Hanura 4
PKB 4
PPP 4
Nasdem 2
TOTAL 55
Keterangan:
– Syarat pencalonan adalah memenuhi 20 persen kursi di DPRD Kaltim, yakni 11 kursi.
– Syarat lain pencalonan adalah memiliki 25 persen total perolehan suara pada pemilu.







