SANGATTA – Sebanyak 600 bendahara dan operator sekolah tingkat SD dan SMP digembleng. Mereka diberikan pemahaman tentang pengelolaan pajak dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim. Tak lain, tujuannya agar mereka paham tentang pajak khususnya penggunaan BOS di sekolah masing-masing.
Dikatakan Plt Kadisdik Roma Malau, pelatihan ini melibatkan semua sekolah negeri dan swasta di Kutim. Pelatihan dilaksanakan di SMPN 1 Sangatta Utara dan SD Negeri 11 Sangatta Utara. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri nomor 26 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis BOS.
Kemudian berdasarkan surat edaran nomor 971-7791 tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan serta pertanggunggjawaban dana BOS, Satuan Pendidikan Dasar Negeri yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota pada APBD serta Peraturan Bupati Kutai Timur nomor 16 tahun 2018 tentang Prosedur dana BOS.
“Dengan harapan setelah mengikuti pelatihan – pelatihan yang digelar oleh Disdik Kutim, para Bendahara BOS sekarang sudah lebih paham mengenai pajak – pajak, apa saja yang dikenakan atas belanja mereka,” ujar Roma.
Beberapa materi yang diberikan ialah masalah pembuatan pajak E-biling, pajak pph 21, pph 22, pph 23, dan pajak nontunai melalui mesin electronic data capture (EDC).
“Bandahara jadi mengerti perhitungan pajak yang sebenarnya atas masing – masing belanja. Jika sebelumnya 6 bulan baru bayar pajak, dengan sistem SIMDA BOS sekarang lebih memudahkan mereka,” katanya.
Khusus operator sekolah kata dia, mereka diwajibkan membawa laptop yang telah terinstal SIMDA. Dalam kegiatan ini, mereka diminta untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dari Triwulan 1-3.
“Narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kaltim yang dibantu oleh tim verifikator dan administrasi Disdik Kutim,” katanya .
Roma berharap laporan keuangan di tahun 2018 tentang Bosda dan Bosnas sudah selesai dan tak meninggalkan masalah.
“Kami harap clean and clear tidak ada lagi masalah pembayaran pajak. Apalagi mereka sudah diberikan pelatihan,” katanya. (dy)







