BONTANG – Bila dalam setahun program Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (Askot PSSI) Bontang tidak berjalan, dua calon Ketua PSSI Bontang yang maju Andi Faisal Hasdam dan Nur Susilo berjanji akan mundur. Hal tersebut diakui keduanya, Rabu (22/3) kemarin.
Nur Susilo mengungkapkan, bila terpilih nanti, kemudian ia tak mampu menjalankan roda kepengurusan Askot PSSI Bontang setahun ke depan, ia mengaku siap untuk mundur bila nantinya terpilih menjadi ketua. Begitu pun sebaliknya, jika calon lain berhasil terpilih kemudian tak mampu menjalankannya dia pun harus legowo untuk mundur.
“Tentunya semua itu tidak akan terjadi bila seluruh pemilik klub yang masuk dalam voter turut pula mendukungnya,” ungkapnya.
Nur menjelaskan, dirinya pun maju menjadi calon ketua Askot PSSI Bontang bukan karena ada kepentingan. Namun murni karena keinginan teman-teman , yang berharap sepak bola Bontang bisa berjaya kembali seperti dulu.
“Bila nantinya bukan saya yang terpilih pun tidak masalah, asalkan calon lain atau ketua nanti bisa menjalankan kepengurusan, saya akan mendukungnya,” tuturnya.
Dia menambahkan bila terpilih, Ia akan merangkul seluruh voter untuk bisa memutar kompetisi. Seperti pada waktu ia menjabat sekretaris di Askot PSSI Bontang di era kepemimpinan H Muslimin.
“Meskipun dulu mengalami banyak kendala, saya dan pengurus lainnya tetap berusaha bisa menggelar kompetisi dan melakukan pembinaan pada anak usia dini,” paparnya.
Sementara itu calon lainnya, Andi Faisal Hasdam menuturkan, hanya ada dua saja yang dilakukan seseorang bila dikatakan berhasil. Yakni bisa menggelar kompetisi dan melakukan pembinaan sepak bola. Hanya itu lah yang dilakukan bila organisasi tersebut bisa berjalan. Maka dari itu, ia pun mengaku bila memang setahun kepemimpinannya tidak dapat berjalan, ia pun siap akan mundur.
“Intinya buat apa jadi ketua bila tidak ada kompetisi dan pembinaan,” katanya.
Pria akrab disapa Andi Fais ini pun memaparkan, keinginannya maju menjadi ketua karena adanya panggilan hati dan kecintaannya terhadap sepak bola, yang terlihat vakum kompetisi selama ini. Kemudian karena mendapat dukungan dari para pemilik suara juga untuk bisa menjalankan kepengurusan di Askot PSSI Bontang.
“Meskipun banyak uang, bila orang itu tidak menyukai dan cinta olahraga, tidak akan bisa kegiatan olahraga itu berjalan ,” tukasnya. (ver)







