BONTANG – Beragam penghargaan tak henti-hentinya diperoleh semasa kepemimpinan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Basri Rase. Teranyar, Kota Taman meraih penghargaan Smart Sanitation Award 2018 dalam City Sanitation Summit (CSS) XVIII. Bontang meraih predikat “Keaktifan Anggota Terbaik”, bersama beberapa kota lain di Indonesia. Penganugerahan yang diadakan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) ini digelar di Jambi, 24-25 Oktober lalu.
Neni Moerniaeni yang menerima langsung penghargaan tersebut, mengucap syukur atas penghargaan yang diraih Bontang dalam kegiatan ini. Meski tidak masuk dalam sepuluh besar, Neni berharap penghargaan ini dapat menjadi komitmen bersama membenahi sanitasi di Kota Taman. “Walaupun belum masuk dalam Top 10 Smart Sanitation Award, penghargaan ini bisa menjadi pelecut semangat seluruh perangkat daerah untuk membenahi sanitasi yang ada di Bontang,” ujarnya.
Ia juga berharap, dengan aktifnya Bontang di keanggotaan AKKOPSI, dapat membawa ide-ide baru tentang pembenahan sanitasi di Bontang.

Sementara itu, Penghargaan Smart Sanitation Award diberikan kepada kota yang dianggap sangat peduli dengan kebersihan lingkungan.
“Tahun 2018 ini kita mengumumkan penerima Smart Sanitation Award, ada beberapa puluh kabupaten, kota yang terpilih mendapatkan penghargaan,” ucap Wali Lota Jambi, Syarif Pasha, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Welcome Dinner para anggota AKKOPSI, di Jambi, Rabu (24/10) lalu dilansir dari keterangan tertulisnya.
Saat ini, jumlah seluruh anggota AKKOPSI 482, dan pada kegiatan tersebut diumumkan juga bergabungnya 9 kota di Indonesia menjadi anggota AKKOPSI.
“Harapan kami seluruh kota kabupaten di Indonesia bisa bergabung dalam AKKOPSI. Kenapa kita harus peduli sanitasi, karena tidak ada satupun kota metropolitan di dunia ini yang membangun awal kotanya itu dari sanitasi. Makanya dengan adanya AKKOPSI pembangunan apa saja harus diawali dengan pembangunan sanitasi,” ujarnya. (zul)







