SAMARINDA – Lambatnya pencairan bonus para atlet yang berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kaltim yang dihelat September lalu membuat sejumlah pelajar Samarinda kecewa. Pasalnya, pasca olahraga paling bergengsi bagi pelajar di Kaltim itu selesai digelar, belum ada tanda-tanda bonus yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan segera mereka dapatkan.
Kekecewaan itu dituangkan salah satu perwakilan atlet bola voli di akun media sosialnya bernama Ndlaolla, (30/10) lalu. Dalam postingan itu, ia menulis pemkot menjanjikan bonus bagi para atlet yang berhasil menjadi juara dan itu telah mereka buktikan.
Pada perhetalan Popprov itu, para atlet Samarinda berhasil keluar sebagai juara umum. Ndlaolla salah satu dari atlet yang mendulang emas bagi Kota Tepian.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengakui, dirinya memang telah menjanjikan bonus dalam pelepasan kontingen beberapa waktu lalu. Hanya saja, dana tersebut memang baru diusulkan di APBD Perubahan. Kemungkinan pencairan dana masih tersangkut proses administrasi yang belum selesai.
“Kalau kemarin kami masukkan di APBD Murni 2018 mungkin sekarang sudah cair. Tapi untuk bonus memang baru dianggarkan di APBD Perubahan. Karena itu kebijakan saya sendiri. Saat saya melihat anak-anak kita, lalu saya janjikan bonus,” tutur Jaang, Kamis (1/11) kemarin.
Ia mengaku, sebelumnya keberadaan bonus tersebut memang belum terpikirkan. Karena APBD Perubahan telah disetujui, ia pun meminta kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar segera menyelesaikan syarat administrasi terkait itu.
“Bisa dicek ke sekkot dan instansi terkait. Masa yang seperti itu saja harus wali kota yang urus. Harusnya jangan menunggu instruksi saya lagi,” tegas Jaang.
Terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin juga mengakui hal yang sama. Anggaran tersebut memang ada dan telah disetujui di APBD Perubahan.
“Sekarang pencairannya sedang berproses di Dispora. Kami harap anak-anak dapat bersabar menunggu proses administrasi selesai,” ujarnya.
Namun demikian, Sugeng tidak menyebutkan besaran bonus yang akan diterima aetiap atlet. Ia beralasan tidak begitu hafal dengan besaran nilai bonus tersebut. “Bisa dicek langsung ke instansinya,” pungkasnya. (*/dev)







