SANGATTA – Meski beredar informasi perihal Kutim yang dianggap tidak siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) oleh tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah), hal itu dibantah oleh Bupati Kutim, Ismunandar.
Menurutnya, bagaimanapun kondisinya, Kutim akan tetap maju dan optimistis dapat melaksanakan dan menjadi tuan rumah. Mengingat segala persiapan yang telah dilakukan dengan waktu cukup lama.
“Kami tetap siap dan sanggup. Namun kenapa mereka tidak mengalokasi dana. Tapi dengan keadaan yang ada kami tetap laksanakan. Wasrah harusnya tetap mendukung, walaupun tidak besar,” terangnya saat diwawancarai, Kamis (4/10).
Menurutnya, jikapun Pemprov tidak memberi dukungan dana, ia merasa kawan KONI dan kabupaten kota lain dapat memaklumi. Bahkan Kutim juga tetap memberi kebanggaan untuk Kaltim dengan melaksanakan kegiatan yang ada.
“Apapun yang terjadi, Kutim akan tetap maju, pantang mundur. Desember akan tetap terlaksana,” kata Ketua PB Porprov Kutim ini.
Di tempat berbeda, Sekretaris PB Porprov sekaligus Kadispora Kutim, Syahrir mengaku, pemerintah Kutim tetap optimistis dapat melaksanakan Porprov di daerahnya. Bahkan beberapa persiapan masih terus disempurnakan untuk memaksimalkan pertandingan.
“Kalau dari saya melihat pemerintah daerah prinsipnya siap. Dimananya dibilang tidak siap. Kalau alat tanding dibilang tidak siap, dimananya. Sama dengan akomodasi, transportasi, alat tanding, dan venue dianggap belum siap,” jelasnya.
Dia memaparkan beberapa contoh kesiapan yang dilakukan pihaknya sebagai tuan rumah. Ia mencontohkan tiang bangunan venue sudah banyak berdiri. Termasuk seperti tempat pertandingan gedung bela diri dan venue tembak tetap diupayakan selesai.
“Sesuai dengan kesepakatan pekerja, maka venue bisa selesai sebelum pelaksanaan. Bisa dilihat sendiri bangunannya. Biarkan saja orang bilang apa. Yang jelas tidak ada jadwal pelaksanaan yang berubah,” tandasnya.
Ia menyebutkan, pelaksanaan ajang olahraga se-Kaltim itu akan dilakukan pada 1-12 Desember 2018 mendatang. Tidak ada satupun olahraga yang berkompetisi melewati batas waktu. “Tidak boleh lebih dari 12 Desember. Seperti sepak bola itu, akan dimulai sebelum pembukaan, jadi bisa selesai berbarengan,” katanya. (*/la)







