Pemuda itu marah. Setiap kali melihat tinta di ujung jarinya. Marah pada dirinya sendiri. Mengapa tadi salah pilih? Ia pun...
Read moreDetailsKoran hampir mati. Tapi kertas suara masih lebih lebar dari koran. Zamannya digital. Generasinya milenial. Tapi coblosannya masih pakai paku....
Read moreDetailsSiapa pun yang menang, yang kalah adalah hoax. Yang juga kalah adalah fitnah. Begitu Pemilu ini selesai hoax pasti tidak...
Read moreDetailsInilah istilah yang sudah hilang. Milenial sudah tidak menggunakannya lagi: "Nanti saya bel ya..." Sudah diganti dengan istilah "Nanti saya...
Read moreDetailsTelur burung itu. Ditelurkannya di Madinah. Menetasnya di Basra, Iraq. Setelah besar burungnya terbang ke Oman. Itulah jawaban teman saya...
Read moreDetailsTetap saja Mahathir Muhamad adalah Mahathir Muhamad. "Saya akan pilih Tiongkok yang kaya daripada Amerika yang tidak jelas komitmennya," ujarnya....
Read moreDetailsDi antara Kunming-Singapura itu saya ingat: saya nanti akan transit beberapa jam di Changi. Saya pun cari nomor WA ajudan...
Read moreDetailsPun sebelum masehi. Daerah ini sudah jadi rebutan. Yang sekarang menjadi bagian dari Pakistan. Nama daerah ini: xxx Tidak jauh...
Read moreDetailsBaru kali ini saya melihat banyak anak kecil. Di Tiongkok. Atau wanita-wanita hamil di jalan trotoar. Itu karena saya lagi...
Read moreDetailsSemua perjalanan punya titik loncat. Ada yang mau meloncat. Ada yang tidak. Sudomo mau meloncat. Jadilah perusahaan kopinya, Kapal Api,...
Read moreDetails© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.