• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Cemas Berlebih Akibat Pemberitaan Coronavirus, Ini Efek Sampingnya

by Rera Annorista
18 Mei 2020, 04:42
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
0
Ilustrasi. (Halodoc)

Ilustrasi. (Halodoc)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Merasa cemas, panik, dan takut akibat pemberitaan mengenai Covid-19? Kamu tidak sendirian. Pandemi akibat Covid-19 telah meningkatkan kecemasan di antara banyak penduduk dunia. Jajak pendapat American Psychiatric Association baru-baru ini menemukan, lebih dari sepertiga orang Amerika berpikir Covid-19 atau Coronavirus secara serius mempengaruhi kesehatan psikologis mereka. Selain itu, panggilan dan SMS ke hotline kesehatan mental juga meningkat secara drastis.

Kepanikan dan kecemasan yang terjadi ini memang bukan salahmu. Namun, kamu bisa mengontrol rasa cemas dan takut ini. Pahami juga bahwa akan muncul efek samping jika kamu tidak bisa mengontrol rasa cemas ini, seperti:

1. Kurang Tidur

Sebagian besar dari kamu sadar bahwa kecemasan menyebabkan insomnia dan masalah tidur lainnya. Semakin sedikit tidur yang didapatkan, maka semakin besar tingkat kecemasan. Kabar baiknya, fokus pada cara-cara untuk meningkatan kualitas tidur dapat mengurangi kecemasan.

Baca Juga:  3 Kiat Mudah Bakar Lemak Sekaligus Bangun Otot

Pertahankanlah waktu tidur yang konsisten, batasi asupan kafein dan alkohol, matikan alarm, olahraga, dan dapatkan setidaknya beberapa waktu paparan sinar matahari setiap hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa menjaga kamar tidur tetap sejuk, gelap dan tenang, serta menjauhi gadget juga dapat mendorong untuk lebih cepat tidur. 

2. Kesulitan untuk Fokus

Melansir dari laman Washington Post, manusia telah berevolusi untuk memusatkan perhatian mereka pada ancaman. Covid-19 telah mengancam kesehatan, mata pencaharian, dan cara hidup sehari-hari. Secara tidak sengaja, kamu juga terus mengonsumsi berbagai berita dan kemudian memikirkan cara-cara untuk melindungi diri dari virus. 

Masalahnya adalah, selama di rumah kamu juga harus tetap fokus bekerja. Akibat pemberitaan Covid-19, pikiran kamu bisa menjadi tidak fokus dan sulit berkonsentrasi pada hal lain yang sedang kita coba lakukan saat ini. Cara untuk meningkatkan konsentrasi, urutkan pekerjaan kamu dari yang paling penting. Jangan lupa juga untuk meluangkan waktu istirahat, ya!

Baca Juga:  Pil KB Pria "Rasa" Ekstrak Tanaman Afrika

3. Sering Lupa

Banyak dari kita juga mengalami kesulitan mengingat dan mengelola informasi yang relevan selama pandemi ini. Misalnya saja lupa akan poin-poin penting dari percakapan kerja baru-baru ini atau semacamnya. Alexandra Parpura, ahli gerontologi dan pendiri Aging Perspectives di Chevy Chase menjelaskan bahwa kecemasan memengaruhi memori. Apa pun yang merilekskan tubuh pun akan membantu ingatan, karena relaksasi melibatkan sistem saraf parasimpatis.

Nah, contoh-contoh kegiatan relaksasi yang baik termasuk yoga dan olahraga, jika memungkinkan. Kamu juga bisa melakukan permainan yang mengasah kemampuan untuk fokus seperti teka-teki silang, Sudoku, membuat kerajinan tangan, bermain video games, atau bermain alat musik. 

Baca Juga:  10 Manfaat dari Rutin Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari

4. Meningkatkan Iritabilitas dan Mudah Marah

Apakah kamu menyadari bahwa akhir-akhir ini jadi mudah frustasi dan mudah marah? Meskipun level kecemasan yang dialami tiap orang berbeda, tentu saja hal ini berkontribusi terhadap iritabilitas dan kemarahan. Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan juga dapat memicu emosi ini.

Sayangnya, hubungan kamu dengan orang-orang di sekitar bisa jadi memburuk karena hal ini.  Langkah pertama dalam mencegah kecemasan ini, akui bahwa kamu mengalami kecemasan yang bisa saja berubah menjadi kemarahan pada orang-orang di sekitarmu. Dengan begini, orang-orang mungkin bisa mengerti.

Kamu juga bisa bicara pada psikologi  di Halodoc jika merasa gangguan kecemasan kamu sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Psikolog di Halodoc dapat dihubungi setiap saat melalui fitur chat. Jangan biarkan kecemasan ini mengganggu produktivitas kamu. (s/*)

Tags: cemascoronahalodockesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dihukum Seumur Hidup, Sebelas Penghuni Lapas Bontang Tak Dapat Remisi

Next Post

Seksi V Tol Balikpapan-Samarinda Batal Beroperasi Sebelum Lebaran

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.