Salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Namun hari ini (26/3/2020), dalam laman media sosial pribadinya, ia menulis dinyatakan negatif covid-19 oleh tim dokter.
TAK ada rasa tegang dalam diri Antoni Lamini. Tujuh hari menjalani masa isolasi di RSUD Taman Husada, kabar yang dinantikan akhirnya tiba. Ia dinyatakan negatif dari covid-19, virus yang kini mewabah di seantero dunia. Kabar menggembirakan itu lantas dibagikannya di media sosial Facebook. Sebanyak 300 komentar di statusnya punya satu pesan yang sama: memberikan doa dan selamat.
Diwawancarai via telepon, Antoni terdengar santai meskipun harus diisolasi di rumah sakit. Ia bercerita, sebelum ke Jakarta, 9 Maret lalu untuk menghadiri rapat pemutakhiran data pemilih, Antoni sudah mengalami pilek. Terlebih, ia sempat kehujanan saat di bandara. Tak hanya saat keberangkatan, saat pulang ke Bontang pun ia sempat kehujanan saat di bandara.
“Apalagi pulang ke Bontang kan jalur darat pas malam, kena angin malam, makin jadi pileknya,” kata Antoni.
Keesokan harinya (13/3/2020), ia pun pergi berkantor seperti biasa. Ia juga sempat memeriksakan diri ke Puskesmas Bontang Utara 1. Saat itu, suhu tubuhnya tercatat normal. 35 derajat celcius. Pun dengan kadar oksigen dalam darah dan tekanan darahnya. Semuanya stabil.
Pada Jumat (20/3/2020), saat mendapat kabar pemberitaan rekannya positif covid-19, Antoni kembali memeriksakan diri ke Puskesmas. Tak ada gejala yang diderita saat itu. Hasil pemeriksaan suhu tubuh pun masih normal. Ia pun pulang ke rumah dan mencoba menelepon call center covid-19 Bontang.
“Saya telepon, saya bilang mau ke sana setelah Jumatan. Di sana, saya isi form, cek suhu tubuh, sampel darah, liur, dan ludah. Setelah itu saya ditawari mau diisolasi mandiri di rumah atau rumah sakit. Saya pilih di rumah sakit,” ujarnya.
Saat itu hingga Kamis (26/3/2020), Antoni menjalani isolasi di RSUD Taman Husada. Selama masa isolasi itu, katanya, ia diperlakukan dengan baik oleh tim dokter. Bahkan, diberikan berbagai makanan yang enak dan bergizi untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
“Saya juga senam, sampai push up juga di dalam kamar. Bahkan saya minta dikirimkan makanan dari rumah biar tidak bosan,” ungkap Antoni.
Tujuh hari sendirian di ruang isolasi, Antoni hanya berpikir positif. Ia punya prinsip, semakin kuat berdoa kepada Allah SWT, maka ia akan baik-baik saja.
“Gedor pintu langit, bersujud di atas sajadah,” katanya.
Kabar baik yang dinanti pun tiba. Menjelang Zuhur, dokter spesialis paru dan perawat memberikan kabar jika Antoni dinyatakan negatif dari covid-19. Kata Antoni, dokter dan perawat mengetahui jika dirinya sebenarnya baik-baik saja. Namun mereka tak memiliki wewenang untuk memutuskan sendiri.
Dirinya pun berpesan kepada masyarakat, tak perlu takut untuk memeriksakan diri. Karena penyakit ini bukanlah aib. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi covid-19 ini bersama-sama.
“Alhamdulillah sebentar lagi saya pulang dijemput istri,” pungkasnya. (Zulfikar)







