• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Lawan Korona, Bakhtiar Wakkang Tukar Mobil dengan Masker N95

by Redaksi Bontang Post
2 April 2020, 10:44
in Bontang, Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Bakhtiar Wakkang siap menukar mobilnya dengan ribuan masker N95 untuk memerangi virus korona. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Bakhtiar Wakkang siap menukar mobilnya dengan ribuan masker N95 untuk memerangi virus korona. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Kendaraan roda empat model double cabin berwarna biru, terpampang di garasi depan rumah beton berwarna kuning-hijau di wilayah RT 29 Kelurahan Tanjung Laut Indah. Suara mesinnya begitu lembut terdengar, usai seorang laki-laki berbaju merah dan mengenakan topi coklat memutar kontak ke arah kanan bertuliskan start. Hanya dengan sekali putar.

MOBIL kesayangan milik Bakhtiar Wakkang itu kini dijual ke publik. Namun pembelian tidak menggunakan uang, melainkan dengan 1.500 kotak masker N95. Bakhtiar menaksir, mobil yang dibeli pada 2009 itu masih laku dijual Rp 85-90 juta.

Sebelum Covid-19 merebak, harga masker N95 biasa dijual Rp 30-40 ribu. Itu berdasarkan penuturan salah satu petugas apotek yang disambangi bontangpost.id. Jika dikalkulasikan, harga 1.500 kotak masker menjadi Rp 60 juta. Namun saat ini harganya sudah melonjak hingga Rp 400 ribu per kotak.

Baca Juga:  Bukan 10, Pasien Positif Korona di Kaltim Berjumlah 9 Orang, 6 dari Balikpapan

“Ketika kamu dibutuhkan negaramu, maka bantulah walaupun harus mengorbankan barang yang kamu cintai,” tegasnya.

Wajar saja dikatakan barang kesayangan dan penuh kenangan. Mengingat, mobil politisi Nasdem yang dibeli seharga Rp 179 juta saat itu, berasal dari hasil jerih payahnya banting tulang berusaha. Sebelum dia duduk di kursi legislatif.

Mobil bertenaga 2.500 cc itu telah menemaninya 11 tahun lamanya dalam mendukung usahanya. Mengangkut material dan hasil panen di kebun agar dapurnya tetap dapat mengepul, dan menyekolahkan anaknya.

“Ini mobil sudah temani saya waktu usaha,” ucapnya

Bahkan, mobil itu juga menjadi penopang usahanya saat tengah kembang kempis. Dua kali buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dijadikan jaminan di bank. Agar usaha tetap berlanjut dan dapur tetap mengepul.

“Namanya usaha dulu kembang kempis. Ya harus begitu,” ujarnya.

Baca Juga:  Bakhtiar Minta Pengadaan Ponsel Pelajar Tidak Timbulkan Masalah Baru

Aksinya itu dilakukan murni atas kepeduliannya terhadap tenaga medis yang sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD), seperti masker saat menangani pasien Covid-19. Namun di pasaran saat ini sangatlah langka. Sehingga dengan cara menukar mobil ini, dapat menggugah para penimbun masker itu dapat mengeluarkannya.

“Ini akan saya bantu ke rumah sakit rujukan dan masyarakat,” kata BW, sapaan akrabnya.

Tidak hanya itu, aksinya ini juga untuk menyulut warga yang mapan tergugah dan saling bahu-membahu dalam pencegahan covid-19 di Kota Taman. Terbukti, saat ini penjualan mobilnya itu bukan hanya menggugah para pecinta mobil untuk membeli, namun juga para dermawan yang ingin ikut berpartisipasi menyumbangkan masker.

“Ini sudah ada yang chat saya bahwa mau bergabung untuk menyumbangkan masker,” ujarnya.

Bukan kali pertama politisi Nasdem ini menjual barang berharganya untuk membantu sesama. Pada peristiwa tsunami yang menimpa Palu beberapa waktu lalu, kendaraan roda duanya dia jual untuk membantu menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Baca Juga:  Pernah ke Bontang, Pemkot Telusuri Jejak Pasien Positif Korona

“Saya jual motor untuk biaya transportasi mengirim bantuan ke Palu,” akunya.

Bahkan dalam pencegahan penyebaran virus korona ini, bukan hanya sekadar niat membagikan masker. Ayah dua anak ini telah melakukan aksi nyata dengan melakukan penyemprotan ke rumah warga dan tempat umum di empat RT yang masuk Kelurahan Tanjung Laut Indah. Mulai dari RT 11, 12, 14 dan 33.

“Hari ini (kemarin, Red.) kami juga ada penyemprotan, dan besok (hari ini, Red.) pembagian masker kain,” pungkasnya. (Zaenul)

Catatan Redaksi: Ada sejumlah perbaikan di paragraf pertama, yang sebelumnya harga masker N95 tertulis Rp 400 ribu per kotak, diralat menjadi Rp 40 ribu. Demikian kesalahan telah diperbaiki.
Tags: bakhtiar wakkangvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemerintah Terima Donasi untuk Korona Rp 66,5 M

Next Post

Jokowi Wacanakan Hari Libur Pengganti Untuk Hari Raya Idul Fitri

Related Posts

Bakhtiar Wakkang
Bontang

BW Minta Akses Wifi Gratis Dibatasi pada Jam Tertentu

25 Oktober 2021, 09:00
Pengundian Lapak Pasar Taman Rawa Indah Harus Transparan
Bontang

Tenaga Kerja di Bontang Sering Bermasalah, Dewan Usul Bentuk Pansus

30 Juli 2020, 08:52
Belum Bisa Tatap Muka, Dewan Usul Pembelajaran Lewat TV Lokal
Bontang

Keberadaan Pedagang Liar Dikeluhkan Pedagang Pasar Tamrin, Pemkot Bontang Diminta Tegas

29 Juli 2020, 16:30
Bangun Kilang Bontang, Oman-Pertamina Gandeng 2 Mitra Lokal
Bontang

Masih Masuk PSN, Tetap Berharap Kilang Bontang Dibangun

7 Juli 2020, 08:58
Belum Bisa Tatap Muka, Dewan Usul Pembelajaran Lewat TV Lokal
Bontang

Kilang Bontang Batal Dibangun, DPRD: Bukan Salah Pemkot

5 Juli 2020, 18:00
Bakhtiar Minta Pengadaan Ponsel Pelajar Tidak Timbulkan Masalah Baru
DPRD Bontang

Bakhtiar Minta Pengadaan Ponsel Pelajar Tidak Timbulkan Masalah Baru

24 Juni 2020, 16:30

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.