• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Datangi PT GPK, Komisi III Tak Menghasilkan Apa-apa

by Fitri Wahyuningsih
4 Mei 2021, 17:00
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Komisi III datangi PT GPK usai mendapat laporan dari warga perihal pembuangan limbah perusahaan ke laut. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Komisi III datangi PT GPK usai mendapat laporan dari warga perihal pembuangan limbah perusahaan ke laut. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Komisi III DPRD Bontang melakukan tinjauan lapangan di areal pabrik PLTU Teluk Kadere, yang dioperasikan PT Graha Power Kaltim (GPK), Selasa (4/5/2021) pagi. Peninjauan ini bertujuan meminta konfirmasi perusahaan terkait dugaan pembuangan limbah air panas ke laut. Namun sayangnya tidak menghasilkan apa-apa.

Tinjauan lapangan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina. Diikuti tiga anggotanya; Faisal, Abdul Samad, dan Agus Suhadi. Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang dihadiri Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Syapriansyah dan Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan Anwar Sadat. Sementara PT GPK tak dihadiri pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Hanya diwakili Humas GPK Agus.

Amir Tosina mengatakan mendapat laporan dari warga yang bermukim di dekat perusahaan, utamanya RT 15 Lok Tunggul. Dipaparkan Amir, warga sekitar PT GPK mengadukan limbah air panas yang dibuang perusahaan langsung ke laut. Akibat aktivitas ini, disinyalir menjadi penyebab warga kesulitan dalam menjaring ikan. Mereka mesti berlayar semakin jauh untuk memperoleh tangkapan. Sebelumnya ini tak pernah terjadi.

Baca Juga:  Banyak Event di Bontang, Rustam; Harus Berdampak ke UMKM

Selain itu, rumput laut yang menjadi komoditas laut andalan warga Lok Tunggul menjadi susah dibudidaya. Dengan dugaan ekosistem laut rusak seperti ini, praktis mempengaruhi kesejahteraan warga. Sebab sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai nelayan.

”Ini berasal dari aduan warga. Sebagai anggota dewan, kami wajib menindaklajuti aduan ini. Jangan sampai ada kesan kami membiarkan atau tidak mendengar aduan warga kami sendiri,” ujar Amir.

Baca juga; PLTU dan Warga Lok Tunggul; Buang Limbah ke Laut, Rumput Laut Semaput

Pertanyaan itu justru dijawab Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Bontang Anwar Sadat. Dia bilang jika perusahaan masih beroperasi selaras dengan dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal). Ini didapat dari hasil laporan berkala tiap semester yang disetorkan perusahaan ke DLH Provinsi, namun dokumen salinannya diterima DLH Bontang.

Baca Juga:  Guru Honorer Tuntut Kesejahteraan, Minta Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

Kendati menyebut PLTU beroperasi masih selaras dengan dokumen amdal, tapi dalam kesempatan itu Anwar tak memaparkan apa saja poin-poin yang dipatuhi itu. Serta indikator penilaian dari setiap indikator. Pernyataan masih selaras amdal hanya disampaikan secara lisan. Tanpa ada basis data yang jelas dan transparan.

”PLTU juga jadi kewenangan DLH Provinsi, bukan kami. Tiap 6 bulan laporannya disampaikan ke sana (Provinsi), tapi kami menerima salinan dokumennya,” ujar Anwar.

Menanggapi itu, Amir mengatakan mestinya DLH harus lebih proaktif melakukan pemantauan di lapangan. Melihat langsung kondisi ril. Bukan sekadar menunggu salinan laporan yang disampaikan perusahaan. Pun, meski PLTU kewenangan DLH provinsi, tapi kota tidak bisa lepas tangan. Mereka harus tahu kondisi lingkungan, karena bagaimana pun PLTU berdomisili di wilayah administratif DLH Bontang.

Baca Juga:  Agus Haris Titip Harapan Warga Pesisir untuk Basri-Najirah

”Harus proaktif dan sering lakukan peninjauan lapangan. Kondisi 6 bulan lalu ketika laporan diberikan dibanding kondisi sebulan lalu tentu berbeda. Contohnya seperti laporan yang kami terima ini,” urai Amir.

Sementara Humas GPK Agus tak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa pihaknya selalu mengupayakan agar perusahaan beroperasi sesuai dengan dokumen amdal. Hasil kajian baku mutu lingkungan pun dibuat tiap bulan, dan dilaporkan rutin tiap semester. Sesuai aturan yang berlaku.

Mengenai aduan warga soal dugaan limbah air panas yang dibuang perusahaan, lagi-lagi Agus menyebut bahwa perusahaan beroperasi sesuai regulasi. Dan itu diamini DLH Bontang yang hadir dalam rapat. Untuk hal lain, Agus tak berani menjawab lantaran itu bukan kapasitasnya.

”Kami rutin laporkan ke DLH. Dan semua masih sesuai dengan dokumen amdal,” ucapnya singkat. (*)

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Investor Pikir-pikir Ambil Alih Kilang Minyak Bontang

Next Post

DNA Korban Pembunuhan Oknum TNI di Balikpapan Diperiksa di Labfor Polda Jatim

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.