• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Delapan Daerah Masih Zona Merah, SMA di Kaltim Belum Dapat Izin PTM

by Redaksi Bontang Post
27 September 2021, 09:25
in Bontang
Reading Time: 4 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kasus Covid-19 yang terus melandai dari hari ke hari, membuat keterisian tempat tidur pada rumah sakit rujukan di Kaltim turun drastis. Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Kaltim melaporkan, penurunannya hampir 90 persen dibandingkan dengan kasus puncak virus korona pada Juli lalu.

Di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan misalnya, saat ini menyisakan 25 kasus yang masih dirawat di ruang ICU dan ruang rawat isolasi. “Dari 10 ruang rawat isolasi, delapan ruangan telah dikembalikan ke fungsi semula menjadi ruang rawat inap biasa. Dan dari tiga ruang ICU, hanya tinggal 1 ruang ICU yang masih digunakan pasien Covid-19,” kata Ketua PERSI Kaltim Edy Iskandar.

Pria yang juga menjabat direktur RSKD Balikpapan ini melanjutkan, jika dirata-rata, penurunan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kaltim mencapai 80 persen. Menurut dia, penurunan signifikan itu kemungkinan besar dipengaruhi tercapainya herd immunity atau kekebalan tubuh pada masyarakat luas. Hal itu merupakan dampak keberhasilan vaksinasi yang selama ini dilakukan pemerintah daerah.

“Walaupun baru mencapai sekitar 25–30 persen dari jumlah penduduk. Ditambah kekebalan tubuh yang terjadi secara alami. Karena sekian banyak masyarakat yang terpapar disadari atau tanpa mereka sadari (tidak mempunyai gejala atau yang dikenal dengan OTG/orang tanpa gejala),” ungkap Edy.

Dokter spesialis penyakit dalam ini berharap, kekebalan tubuh yang telah terbentuk, mampu melawan varian Covid-19 jenis baru. Dengan demikian, jika ada masyarakat yang terpapar virus corona dengan varian baru, minimal tidak menimbulkan gejala berat. “Oleh karena itu, kami berharap dari pemerintah cakupan vaksinasi terus dikejar untuk ditingkatkan. Inilah hal penting untuk mengantisipasi, jika ada serangan virus (corona) varian baru,” ucapnya.

Meski terjadi penurunan kasus positif secara signifikan, zona merah penyebaran Covid-19 masih belum dicabut di delapan kabupaten/kota di Kaltim. Daerah tersebut adalah; Berau, Kukar, Kutim, Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Salah satu indikator zona merah adalah, kasus positif masih di atas 51 orang per harinya.

Baca Juga:  Besok, 9 Sekolah Mulai PTM terbatas

Sementara zona oranye milik Kutai Barat. Adapun zona hijau disandang Mahakam Ulu. Meski begitu, beberapa daerah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Khususnya jenjang SD dan SMP sederajat yang kewenangannya di kota/kabupaten. Namun, Pemprov Kaltim yang memiliki kewenangan di SMA sederajat, tampaknya belum melakukan tatap muka.

“Masih dievaluasi juga,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi. Dia menyampaikan, meskipun banyak SD dan SMP yang memulai PTM terbatas, jenjang SMA sederajat belum diputuskan. Sebab, risiko kesehatan masih menjadi bahan pertimbangan. Mengingat di sekolah, interaksi anak satu sama lain tentunya lebih intens. Memastikan anak-anak aman dan mematuhi protokol kesehatan jadi hal wajib.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor menuturkan, angka kasus Covid-19 masih berfluktuasi dan risiko penularan juga masih ada. “Saya tidak mau ambil risiko. Kita tidak mau itu,” kata Isran. Dia menjelaskan, kasus warga terkonfirmasi positif virus corona meski pun melandai, namun masih fluktuatif dan turun-naik. Artinya, penyebaran Covid-19 masih terjadi dan penularan masih ada. Memang diakuinya, masing-masing daerah berbeda-beda kondisinya. Tapi secara keseluruhan masih rentan dan rawan.

Baca Juga:  Pusat Target Sekolah Buka Juli, Disdikbud Bergantung Satgas

Sehingga, dia pun mengharap pengertian sejumlah pihak untuk keamanan generasi masa depan Kaltim ini.

“Kami tidak ingin anak-anak terpapar dan membahayakan kesehatan mereka. Ini harus dipahami semua pihak, terlebih pengertian orangtua dan para guru,” tegas Kasatgas Penanganan Covid-19 Kaltim ini. Lagi pula, sambung dia, selama pandemi dan wabah menyebar di seluruh penjuru Benua Etam, proses belajar-mengajar terus berjalan walau pun secara sistem daring atau online.

“Kita terus evaluasi dan evaluasi. Segala sesuatu harus dikaji lebih mendalam. Risiko apapun, kita tidak ingin anak-anak kita susah. Bantu doa, semoga kasus terus menurun dan berkurang, sehingga tidak ada lagi penularan Covidnya,” ungkap Isran. Sementara itu, Pemprov Kaltim juga terus menggenjot vaksinasi kepada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padillah Mante Runa mengatakan, saat ini cakupan vaksinasi di Kaltim mencapai 38,96 persen untuk dosis pertama. Sedangkan, dosis kedua 21,16 persen. Lalu, vaksinasi untuk remaja di Kaltim mencapai 7,49 persen dari total sasaran 397.462 orang.

Dia mengungkapkan, sudah berkomunikasi dengan gubernur jika vaksin remaja untuk pelajar SMP dan SMA diprioritaskan. Ketika para pelajar SMP dan SMA usai divaksin, maka lampu hijau PTM bisa dinyalakan. “Saya tidak mau juga seumpama belum vaksin,” kata dia. Namun, Padillah bersyukur semua daerah di Kaltim penurunan kasus di berbagai daerah di Kaltim cukup signifikan. Apalagi kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di berbagai kota/kabupaten, sudah turun levelnya.

Baca Juga:  Tunggu Penyebaran Covid-19 Turun, Sejumlah Sekolah Terlambat Ajukan Permohonan PTM

“Namun, yang saya takutkan masyarakat euforia. Sebenarnya boleh beraktivitas, asalkan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya. Salah satu daerah di Kaltim yang sudah memulai pembelajaran tatap muka terbatas saat ini adalah Samarinda. Secara bertahap, Pemkot Samarinda mulai melaksanakan PTM. Sebelumnya, mereka sudah menyiapkan program Sekolah Tangguh Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tahap I sebanyak 14 sekolah. Program itu, mempersiapkan anak belajar tatap muka, dengan penerapan prokes.

Lalu, dilanjutkan dengan membuka kegiatan PTM di 40 sekolah lainnya pada awal pekan lalu. Dengan demikian, total keseluruhan kini sudah ada 54 sekolah di Samarinda yang melaksanakan PTM. Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi mengatakan, pihaknya mempersiapkan 40 sekolah lagi pada pekan depan. Sehingga, total ada 80 sekolah yang bakal dibuka pada tahap II ini. Begitupun di Bontang. 15 sekolah telah mendapat izin PTM. Beberapa sekolah yang telah mendapat rekomendasi pun kini mulai melaksanakan PTM, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tapi kita yakin, sepanjang kita semua tetap konsisten dengan protokol kesehatan seperti yang ada saat ini. Buktinya di tahap I ada 14 sekolah yang melaksanakan PTM juga semuanya berjalan bagus dan aman. Tapi secara umum saya lihat sendiri, anak-anak begitu riang. Mungkin mereka sudah sangat merindukan suasana belajar yang seperti ini. Mereka sudah jenuh dengan belajar daring selama ini,” pungkasnya. (nyc/kip/riz/k8)

Tags: Pembelajaran tatap mukaptm
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pupuk Kaltim Komitmen Kembangkan Potensi Mangrove Bontang melalui Server Mang Budi

Next Post

KADIN Indonesia Sumbang 10.000 Vaksin Untuk Warga Bengkulu

Related Posts

SD Negeri 001 Bontang Utara Mulai PTM, Kelas Dibagi Dua Sif
Bontang

PTM 100 Persen di Bontang, Durasi Belajar Kembali Normal

23 Mei 2022, 19:23
PTM Dinilai Rentan Penularan Hepatitis Akut dan Covid-19
Pendidikan

PTM Dinilai Rentan Penularan Hepatitis Akut dan Covid-19

12 Mei 2022, 20:37
SKB 4 Menteri Terbaru Bolehkan PTM 100 Persen
Nasional

SKB 4 Menteri Terbaru Bolehkan PTM 100 Persen

12 Mei 2022, 10:24
Lima Sekolah Hentikan PTM
Bontang

Lima Sekolah Hentikan PTM

14 Februari 2022, 16:07
Kapasitas PTM di Bontang Turun Jadi 50 Persen
Bontang

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah di Bontang Online Lagi

13 Februari 2022, 12:25
Tracing di 3 Sekolah Sasar Siswa yang Kontak Erat
Bontang

Tracing di 3 Sekolah Sasar Siswa yang Kontak Erat

12 Februari 2022, 15:34

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.