SANGATTA – Mulai tahun ini, 139 Desa di Kutai Timur sepertinya bakal ‘dimanja’ dengan kucuran anggaran pembangunan. Pasalnya taknya mendapat kucuran anggaran melalui Program Desa Membangun yang disipakan Pemerintah Kutim sebesar Rp 2 hingga Rp 5 miliar, serta dipastikan akan segera turunnya anggaran Dana Desa (DD) tahap tertama dari Pusat yang nilainya mencapai Rp 119 miliar. Pemkab Kutim juga menyiapkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) yang nilainya tidak sedikit.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah menuturkan bahwa walaupun tahun Kutim berada dalam kondisi krisis keuangan, namun syukurnya sejumlah alokasi anggaran yang mamang disiapkan pemerintah pusat akan segera dikucurkan. Seperti dana desa (DD).
“Sementara Pemkab Kutim juga tengah menyiapkan anggaran alokasi dana desa (ADD), meski baru sebagian anggaran yang siap dikucurkan,” kata Irawansyah.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kutim ini menerangkan, khusus untuk ADD, memang anggaran tersebut diprioritaskan untuk dipenuhi pada anggaran perubahan (APBD-P) nanti. Tetapi, melalui APBD murni tahun ini Pemkab Kutim tetap menyiapkan biaya operasional untuk desa hingga ke tingkat RT (Rukun Tetangga), dengan nilai mencapai Rp 52 miliar, dan sudah termasuk komponen dari ADD.
“Pembiayaan ADD untuk pembangunan desa yang bersifat proyek fisik, memang sejak awal direncanakan akan dialokasikan di APBD perubahan Kutim 2017, nanti,” tambahnya.
Irawansyah mengaku, memang ada alokasi dari anggaran Program Desa Membangun yang sudah disiapkan Pemkab Kutim antara Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.
Melalui anggaran Desa Membangun saja sebenarnya untuk alokasi proyek fisik di desa sudah dapat tertutupi. Namun, karena ADD memang sudah merupakan janji Bupati maka Pemkab Kutim berkomitmen tetap akan dianggarkan melalui anggaran perubahan tahun ini. (aj)







