• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dewan Soroti Tingginya Pengguna Narkoba di Kaltim 

by BontangPost
21 April 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Zain Taufik Nurrohman(MUBIN/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Zain Taufik Nurrohman(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Berdasarkan prevalensi penggunaan narkotika, Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan peringkat keempat di Indonesia. Provinsi Kaltim berada di bawah DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman mengakui, upaya Badan Narkotika Nasional (BNN), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam melawan narkotika sudah membuahkah hasil. Namun peranan tersebut masih perlu ditingkatkan. Pasalnya penyebaran barang haram tersebut telah mengancam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Benua Etam.

“Kondisi di Kaltim ini sudah sangat mengkhawatirkan. Boleh dibilang darurat narkoba. Penggunanya itu mulai usia remaja sampai kalangan tua. Maka yang terpenting sekarang, penanganannya harus komprehensif,” saran Zain, Jumat (20/4) kemarin.

Baca Juga:  Tahun Perdana, Isran Tak Ingin Urus APBD 

Kata dia, penanganan komprehensif meliputi pencegahan, penindakan, dan penegakan hukum yang adil. Ketiga aspek tersebut harus dipadukan dan dijalankan secara bersamaan.

“Coba dilihat di rumah tahanan itu, paling banyak yang dihukum pengedar narkoba. Mereka masih bisa menjalankan bisnis haram ini. Dari sini, dapat dilihat bahwa menghukum saja belum tentu menghentikan langkah pengedar narkoba,” sebut politisi Partasi Amanat Nasional (PAN) itu.

Dari segi pemberian hukuman terhadap pengedar narkoba, dia melihat, pemberantasan narkoba tidak hanya ditinjau dari aspek lamanya hukuman. Namun juga pembinaan dan pengawasan perlu ditingkatkan selama pelaku menjalani hukuman.

“Mereka  bisa mengatur narkoba di dalam lapas itu salah satu contoh nyata, bagaimana pembinaan dan pengawasan selama pengedar narkoba ini berada dalam rutan (rumah tahanan, Red.) masih belum maksimal,” tegasnya.

Baca Juga:  Seleksi Bawaslu Kaltim Masuk Tahap Akhir, 6 Calon Berebut Posisi

Namun demikian, tidak berarti hukuman yang diberikan diperpendek. Penggunaan hukuman maksimal, baik hukuman seumur hidup maupun hukuman mati masih sangat dibutuhkan di tengah masifnya penyebaran narkoba.

“Tujuannya untuk menumbuhkan efek jera. Setelah dibina di rutan, mereka diharapkan sadar bahwa apa yang dilakukan selama berada di masyarakat sangat merusak masa depan banyak orang,” katanya.

Sementara dari segi penindakan, aparat kepolisian, TNI, dan BNN harus bergandengan tangan. Salah satunya menutup peluang masuknya narkoba di wilayah perbatasan. Pasalnya daerah pinggiran menjadi pintu masuk peredaran barang haram tersebut.

“Kerja sama jejaring antar instansi, daerah, dan antara negara itu perlu ditingkatkan. Saya melihat sudah ada kerja sama itu. Tetapi perlu dievaluasi dan ditingkatkan intensitasnya, agar peredaran narkoba bisa diminimalisir atau bahkan dihapus,” sebutnya.

Baca Juga:  Aktif Sejak di PIK-M, Miris Lihat Kenakalan Remaja

Terakhir, dia menyarankan, pemberantasan narkoba dapat dilakukan dengan mendorong pemerintah membangun  rekayasa sosial di tengah-tengah masyarakat. Langkah yang dapat dilakukan yakni menumbuhkan kesadaran melalui pelatihan dan sosialisasi.

“Setelah ada kesadaran dan tumbuhnya imunitas dalam diri setiap orang, maka penyebaran dan penjualan narkoba itu tidak akan laku di masayarakat. Kalau tidak ada kesadaran, pelaku penyebaran narkoba itu setelah keluar dari lapas akan kembali lagi seperti semula,” pungkasnya. (*/um)

Tags: dprdMetro Samarindaperangi narkoba
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Beras Basah Mulai Dibenahi

Next Post

JADI Miliki Dana Kampanye Terbanyak, ANNUR Terkecil 

Related Posts

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Dinkes-KB Dinilai Kecolongan
Bontang

Dinkes-KB Dinilai Kecolongan

22 Desember 2018, 17:50
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.