• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Diklaim Banyak Pelanggaran, Bermuara ke Polisi

by M Zulfikar Akbar
9 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 4 mins read
0
Guntur/Bontang Post
MELAWAN: Hartono (kiri) bersama timnya membeber bukti-bukti dugaan pelanggaran pada Pilkades Tepian Langsat. (Guntur/Bontang Post)

Guntur/Bontang Post MELAWAN: Hartono (kiri) bersama timnya membeber bukti-bukti dugaan pelanggaran pada Pilkades Tepian Langsat. (Guntur/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Sengkarut Kenduri Demokrasi di Pelosok Kutim

Pesta demokrasi tingkat desa digelar serentak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), 20 Desember 2016 lalu. Ada yang menerima dan menolak. Dari 77 desa di 17 kecamatan, sebagian ketahuan siapa pemenangnya. Namun, ada juga yang masih dalam proses penyelesaian sengketa.

Salah satu yang menohok adalah Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon. Sebagai informasi, desa tersebut diklaim sebagai salah satu yang tertua. Berdiri sejak zaman Belanda atau sekira 1917 lalu. Saat ini, kawasan itu dipenuhi oleh kebun sawit.

Desa yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kecamatan atau 100 kilometer dari ibu kota kabupaten ini memang agak terpencil. Akses ke sana susah. Jika musim hujan, butuh perjuangan dan air mata unti bisa sampai ke sana. Celakanya, jalanan berlumpur itu merupakan satu-satunya akses ke sana. Sinyal seluler pun susah.

Namun, akhir-akhir ini Tepian Langsat menjadi buah bibir. Penyebabnya adalah pemilihan kepala daerah (pilkades). Tak tanggung-tanggung, dari lima calon kepala desa (kades), empat di antaranya menolak pilkades. Mereka adalah Hartono, Riduan, Masdari Kidang, dan Solihin. “Pesta kemenangan” Zaki Hamsah pun tertunda.

Informasi yang beredar, dari tujuh hasil pilkades, hanya enam yang hasilnya ditetapkan pemerintah. Sedangkan Tepian Langsat menunggu masalahnya selesai. Apalagi, sebelumnya Bupati Kutim Ismunandar telah memerintahkan panitia pelaksana tingkat kabupaten, untuk mengumpulkan bukti, serta menelusuri semua laporan yang diterima.

Kini tugas berat dipikul Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) yang sebelumnya bernama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD). Mereka dituntut untuk menyelesaikan carut-marut pilkades. Perkara ada atau tidaknya pelanggaran, tentunya tergantung dari hasil penyelidikan.

Hartono, mewakili calon kades lainnya memilih blak-blakan kepada Bontang Post (Radar Kutim). Ditemani keluarga dan rekan-rekannya, dia pun membeber bukti dan data dugaan kecurangan. Semuanya dia susun rapi. Mulai dari DPT berbagai versi, surat keberatan dari ketua RT, hingga tuntutan pilkades ulang yang mendapat disposisi Bupati Kutim.

Baca Juga:  Jadwal Pelantikan Kades Terpilih Belum Jelas 

Kepada media, dia menegaskan, mestinya panitia menggelar pilkades sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Kutim Nomor 16 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pilkades. Menurutnya, banyak kecurangan yang terjadi di Pilkades Tepian Langsat. Sehingga, dianggap merugikan calon lainnya.

“Panitia tidak melakukan tahapan pilkades sesuai perbup dan aturan yang berlaku. Banyak kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan oknum panitia pilkades, sehingga merugikan para calon kades,” tegas Hartono, Sabtu (7/1) lalu di Sangatta.

Dia juga menyebut, daftar pemilih tetap (DPT) tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga tidak tahu apakah terdaftar sebagai pemilih atau tidak.

“Salah seorang calon, Solikin malah mendapatkan DPT Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kutim 2015, sehingga banyak perbedaan nama pemilih. Setelah dicek lagi, ternyata setiap calon mendapatkan data DPT yang berbeda-beda, bahkan tidak sama dengan jumlah undangan. Makanya kami curiga dan mendesak pemerintah untuk mengusut kasus ini,” katanya.

Bahkan, klaim dia, banyak warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Tepian Langsat tidak terdaftar di DPT, sehingga kehilangan hak suaranya. Pleno DPT pun juga tidak ada.

“Kami menduga ada manipulasi data. Bahkan, satu RT (RT 5, Red.) yang jumlah warganya sekitar 160 orang, tidak masuk dalam DPT dan tidak bisa menggunakan hak suara. Bukan hanya itu, validasi data dari ketua RT 8 diabaikan oleh panitia. Yang paling parah, orang meninggal juga masuk DPT. Orang luar Tepian Langsat pun juga masuk DPT,” sesalnya.

Baca Juga:  Bupati: Golput Hanya Diperkotaan

Hal itu diperkuat dengan keberatan dari lima RT yang menolak DPT dan meminta pilkades ulang. “Lima RT tidak pernah dilibatkan dalam verifikasi DPT. Mereka (lima ketua RT, Red.) sudah membuat surat pernyataan menolak hasil pilkades,” ujarnya.

Protes terhadap pilkades dilayangkan ketua RT 3 Muh Asmui, ketua RT 5 Asnan Anigara, ketua RT 6 Hendrikus K, ketua RT 7 Unding, dan ketua RT 10 Suprianto. Bahkan nama terakhir, tidak terdaftar sebagai DPT.

Dugaan adanya gratifikasi juga menyeruak di Pilkades Tepian Langsat. “Ada salah satu calon minta DPT tapi dipersulit oleh oknum panitia. Tapi setelah memberikan uang Rp 2 juta, salah satu calon tersebut baru mendapatkan DPT,” kata Hartono.

LAPORKAN DUGAAN PIDANA

Tampak, Hartono saat melaporkan kejadian di Tepian Langsat kepada Bupati Kutim Ismunandar. (Guntur/Bontang Post)

Tak hanya mencari kebenaran ke pemerintah. Hartono dan kawan-kawan berencana melaporkan dugaan kasus pidana dalam pilkades di daerahnya ke Mapolres Kutim. “Insya Allah besok (hari ini, Red.) kami akan laporkan ke polisi,” katanya.

Beberapa dugaan unsur pidana pun menyeruak. Mulai dari dugaan penipuan hingga pemalsuan. “Setelah melapor, selanjutnya kami serahkan ke aparat kepolisian untuk menyelidikinya. Proses hukumnya kami percayakan sepenuhnya kepada penegak hukum,” bebernya.

Dengan berbagai argumen dan bukti-bukti, empat calon kades pun mengklaim siap mencari kebenaran. “DPT harus dibenahi, perangkat diperbaiki, setelah itu pilkades ulang yang fair dan sportif,” sahut Riduan.

Sengkarut Pilkades Tepian Langsat juga menuai sorotan dari berbagai pihak. Beberapa waktu lalu, ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kutim, Yusdinarto Supu juga menilai, penyelenggara pilkades diduga tidak transparan terhadap empat calon kades.

Dari hasil temuannya, pendistribusian DPT belum sesuai harapan. Sebab, terdapat data yang berbeda-beda diberikan kepada empat calon kades. Bahkan, semuanya tidak memiliki tanda tangan atau stempel panitia.

Baca Juga:  Hasil Rapat Pleno, Sepakat, Tak Ada Pilkades Ulang

“Jelas ada kejanggalan karena satu RT tidak memiliki DPT bahkan salah satu calon tidak memiliki DPT dan tidak memberikan hak suaranya,” bebernya.

Di samping itu, kata dia, DPT yang didistribusikan hanya 50 persen dari 1.360. Sisanya tidak dapat dibagikan karena sebagian warga yang masuk dalam daftar sudah tidak berada di tempat dan meninggal dunia. Namun faktanya, mereka masih terdaftar dalam DPT.

“Yang paling ganjil dan tidak bisa diterima akal itu, pendaataan yang dilakukan ketua RT ke warganya tidak ada yang masuk dalam DPT. Kan bisa jadi panitia ini tidak mendata ulang dan tidak menyetor data,” katanya.

POLRES PASTIKAN AMAN

Di sisi lain, Polres Kutim memastikan jika kondisi di Tepian Langsat kondusif pasca-pilkades. Kepastian itu disampaikan Kabag Ops Polres Kutim, Kompol Bambang Herkamto ketika dikonfirmasi lewat telepon gengamnya.

“Saya kira tidak ada masalah apapun lagi terkait pelaksanaan pilkades serentak yang telah dilaksanakan akhir tahun lalu. Kan Bupati juga sudah menyetujui dan menandatangani hasil pilkadesnya,” tutur Herkamto, Minggu (8/1) kemarin.

Herkamto juga memastikan, tidak ada pengerahan personel kepolisian ke tempat pelaksanaan pilkades. “Saya pastikan, sejauh ini semuanya berjalan aman dan baik,” tegasnya.

Meski begitu, diakuinya, dari 77 desa yang telah mengikuti pilkades serentak, ada salah satu desa di Kecamatan Muara Bengkal yang dipastikan ditunda. Namun dirinya mengaku lupa nama desanya. “Kalau enggak salah, memang ada satu desa di Muara Bengkal yang hasil pilkades-nya ditunda sampai dua tahun ke depan,” ujarnya. (drh/dy/gun)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pilkades kutim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Yoo Mann.. Ini Dia Hebohnya Parade Musik Reggae

Next Post

Wahhh… Neni Berencana Undang Ridwan Kamil

Related Posts

SK Pengangkatan Kades Digugat
Breaking News

SK Pengangkatan Kades Digugat

19 April 2017, 12:31
Surati Bupati, Tolak SK Kades
Breaking News

Surati Bupati, Tolak SK Kades

27 Januari 2017, 12:59
Jadwal Pelantikan Kades Terpilih Belum Jelas 
Breaking News

Jadwal Pelantikan Kades Terpilih Belum Jelas 

20 Januari 2017, 12:59
Panitia Pilkades Dipolisikan
Breaking News

Panitia Pilkades Dipolisikan

19 Januari 2017, 12:59
Pilkades Suka Rahmat Diduga Bermasalah, Ada Nama Ganda di DPT, Empat Cakades Ajukan Keberatan 
Breaking News

Pilkades Suka Rahmat Diduga Bermasalah, Ada Nama Ganda di DPT, Empat Cakades Ajukan Keberatan 

18 Januari 2017, 13:00
Hasil Rapat Pleno, Sepakat, Tak Ada Pilkades Ulang
Breaking News

Hasil Rapat Pleno, Sepakat, Tak Ada Pilkades Ulang

17 Januari 2017, 12:59

Terpopuler

  • Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Ajakan Demo Kenaikan Tarif Air PDAM Bontang, Ini Kata Kapolres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.