• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pilkades Suka Rahmat Diduga Bermasalah, Ada Nama Ganda di DPT, Empat Cakades Ajukan Keberatan 

by BontangPost
18 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KEBERATAN: Tiga dari empat Cakades menunjukkan surat keberatan mereka atas pelaksanaan Pilkades Suka Rahmat, 20 Desember 2016 lalu.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

KEBERATAN: Tiga dari empat Cakades menunjukkan surat keberatan mereka atas pelaksanaan Pilkades Suka Rahmat, 20 Desember 2016 lalu.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BONTANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur 20 Desember 2016 lalu ternyata menuai masalah. Selain penyelenggaraan pilkades yang terkesan terburu-buru dan tidak profesional, empat calon kades (cakades) yang kalah dalam perolehan suara menemukan data daftar pemilih tetap (DPT) ganda. Hal tersebut diungkap cakades, H Sukristiono bersama ketiga cakades lain, yakni Johny Rining, Moch Sukarsum, dan H Andi Nur Alam saat menyambangi Bontang Post, Senin (17/1).

Kris –sapaan akrabnya- menceritakan, undangan untuk melakukan pemilihan dari panitia datang satu hari sebelum waktu pelaksanaan. Akibatnya, dari total DPT sebanyak 2729 orang, yang tidak mendapatkan undangan sebanyak 1136 orang. “Ini berarti tidak mencukupi 55 persen dari jumlah DPT,” kata Kris.

Baca Juga:  Mediasi Buntu, Gugatan Pemkot Bontang ke Glora Kaltim Berlanjut

Dirinya pun menyoroti, mengapa panitia baru memberikan undangan sehari sebelum pencoblosan. Akibatnya, para pemilih pun menjadi kecewa dan tidak punya inisiatif untuk melakukan pemilihan. Kris menyebut, jika panitia memesan dua minggu sebelum hari pencoblosan, maka rendahnya pemilih tersebut bisa saja tidak terjadi. Apalagi saat hari pencoblosan berlangung, panita tidak melakukan pemeriksaan terhadap undangan yang sudah diterima. “Karena waktu itu juga boleh pakai KTP, kami curiga ada warga yang ber-KTP Bontang juga ikut mencoblos,” ujarnya.

Senada, Sukarsum pun menduga pada pilkades yang dilakukan 20 Desember 2016 lalu telah terjadi kecurangan, termasuk dalam DPT bukan penduduk Desa Suka Rahmat, melainkan dari luar desa. Selain itu, pihaknya juga menemukan berbagai keganjilan dalam DPT, seperti ditemukannya nama yang ganda di beberapa RT. “Karena tidak di cek E-KTPnya, bisa juga dia dari desa lain,” tambah Sukarsum.

Baca Juga:  Bupati: Tidak Ada Pilkades Ulang di Desa Tepian Langsat

Sama halnya dengan Andi Nur Alam. Dirinya tidak menerima hasil pilkades karena sebelum pelaksanaan pencoblosan, panitia menyodorkan surat kepada para cakades untuk ditanda tangani. Namun, panitia tidak menunjukkan isi surat tersebut, melainkan hanya lembar yang untuk ditanda tangani. “Harusnya tanda tangan itu dilakukan setelah perhitungan suara selesai. Ini belum mulai sudah minta tanda tangan,” katanya.

Keempat cakades ini mencurigai, panitia tidak memperhatikan atau tidak mengusai dan teliti, bahkan secara sengaja mengabaikan peraturan bupati (perbup) yang jadi acuan dalam melaksanakan tugas sebagai panitia pilkades. Pun dalam format pengesahan DPT, hanya ditanda tangani oleh ketua dan sekretaris panitia, namun tidak ditanda tangani oleh panitia pengawas pilkades. “Ini berarti akurasi data pemilih, keabsahan, dan validasi datanya dalam DPT diragukan,” ujar Kris menimpali.

Baca Juga:  Bantah Selewengkan Dana Pilkades

Pihaknya pun sudah melaporkannya ke kecamatan hingga ke bupati. Mereka berharap, sebelum pelantikan kades baru, laporan dari pihaknya dapat ditinjau dan diproses terlebih dahulu. “Kalau bisa ya pilkades ulang. Tapi kami serahkan ke yang berwenang untuk menindaklanjuti hal ini,” katanya. (zul)

Tags: pilkades kutimsengketa
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jangan Karena Defisit, Lalu Jadi Alasan Untuk Malas Bekerja  

Next Post

Sekarang Berobat Pakai SKTM Bakal Ditolak 

Related Posts

Gugatan AUJ Soal KMP Bontang Express II Kandas, Kuasa Hukum PT Glora Kaltim Ungkap 4 Eksepsi
Bontang

Mediasi Buntu, Gugatan Pemkot Bontang ke Glora Kaltim Berlanjut

22 September 2026, 08:57
Bapeda Kutim Panggil Kades Karangan Ilir
Breaking News

Bapeda Kutim Panggil Kades Karangan Ilir

1 November 2018, 15:00
Ini Penyebab Pembangunan Kantor Lurah Berbas Pantai Kembali Tertunda
Bontang

Ini Penyebab Pembangunan Kantor Lurah Berbas Pantai Kembali Tertunda

17 Oktober 2018, 11:50
Gua Ranggasan Dikuasai Berau
Breaking News

Gua Ranggasan Dikuasai Berau

29 Agustus 2018, 11:07
Polemik Masjid Al-Ikhlas Belum Usai
Bontang

Polemik Masjid Al-Ikhlas Belum Usai

3 Agustus 2018, 11:51
Sidang Sengketa Bakal Digelar
Kaltim

Sidang Sengketa Bakal Digelar

11 Mei 2018, 11:31

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.