• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dipungut Retribusi, Warga Mengadu ke Dewan 

by BontangPost
11 Mei 2018, 11:10
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DENGARKAN KELUHAN: Pengurus BPP BTN memaparkan permasalahan pengelolaan sampah di komplek perumahan BTN PKT di hadapan Komisi III DPRD dan DLH.(SADAM/BONTANG POST)

DENGARKAN KELUHAN: Pengurus BPP BTN memaparkan permasalahan pengelolaan sampah di komplek perumahan BTN PKT di hadapan Komisi III DPRD dan DLH.(SADAM/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Warga kompleks perumahan BTN Pupuk Kaltim tahap satu hingga tiga mendatangi Sekretariat DPRD Bontang terkait permasalahan penarikan retribusi sampah, Selasa (8/5) lalu. Para warga menuntut penghapusan retribusi pengangkutan sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejumlah Rp 50 per kilogram.

Ketua Pengurus Badan Pengelola Perumahan (BPP) BTN, Kelurahan Belimbing Abu Hasyim mengatakan, selama ini sampah di BTN dikelola oleh pihaknya. Dengan proses pemilihan, sampah yang tidak bisa diurai akan dibawa ke TPA.

“Kami menggunakan armada kendaraan, tenaga, dan petugas sendiri tetapi tetap disuruh bayar,” kata Abu.

Saat ini pengelolaan sampah di BTN melibatkan warga perumahan dengan menarik iuran sebesar Rp 50 ribu per bulan. Penarikan iuran guna membiayai tenaga kebersihan dan operasional pengangkutan sampah. Dikatakannya dalam tiap bulan, biaya operasional yang dibutuhkan mencapai Rp 110 juta.

Baca Juga:  Uce Tinjau Lokasi Banjir

“Sementara saat ini banyak rumah di BTN yang kosong. Jadi pendapatan juga kadang tidak menyentuh angka itu,” kata Abu Hasyim.

Nominal tersebut di luar biaya retribusi yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Bontang nomor 9 tahun 2011. Alhasil BPP BPN dipastikan tekor tiap bulannya. “Kalau seperti ini mending kami serahkan kepada Pemkot dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengambil sendiri sampah di lokasi kami,” ujarnya.

Namun ia berpesan, jika diambil alih DLH, maka perlu ada jaminan untuk pengangkutan sampah dilakukan tiap hari. Masalahnya, jika dibiarkan akan menjadi sarang tikus dan dapat menganggu kenyamanan warga.

Menanggapi itu, Sekretaris DLH Retno Febriaryanti menyatakan untuk menghapus retribusi diperlukan pembahasan revisi Perda. Tentunya melibatkan tim baik dari Pemkot.  Oleh sebab itu, ia menilai opsi ini sulit dilakukan.

Baca Juga:  Ketika Anggota DPRD Tak Lagi Menggunakan Mobil Dinas (3-Habis); Kompak Pakai Mobil Pribadi, Tawarkan Solusi Penjemputan

Dikatakannya, salah satu jalan yakni menyerahkan pengelolaan sampah kepada DLH. Bila ini disetujui maka warga akan dipungut retribusi pelayanan kebersihan Rp 7.500 per bulannya. Mengingat perumahan tersebut tergolong klasifikasi rumah tangga besar dilihat dari beban listrik yang di atas 1.300 Kwh.

Adapun total rumah yang terdapat di komplek tersebut sekitar 1.800 unit. Maka jumlah retribusi yang dapat dipungut di wilayah itu mencapai Rp 13.500.000.

“Tetapi ada syaratnya yakni perlu disediakan tempat pembuangan sementara (TPS) di lokasi itu,” ujar Retno.

Menurutnya nominal retribusi yang ada saat ini masih sangat rendah. Jika dibandingkan dengan kebutuhan anggaran untuk pengelolaan. Di mana pendapatan retribusi dari sampah hanya mencapai Rp 300 juta per tahun. Sementara pengelolaan membutuhkan anggaran Rp 10 miliar per tahunnya.

Baca Juga:  Hasil RUPS Diduga Dipalsukan

“Jadi nominal itu masih terbilang sangat murah. Sementara kita semua tiap harinya menghasilkan sampah,” ucapnya.

Deadlock-nya pembicaraan membuat Ketua Komisi III DPRD Rustam HS mengagendakan kunjungan kerja di lokasi tersebut. Rencananya peninjauan akan dilakukan Senin (14/5) depan. “Kami akan pantau dulu kesediaan TPS di lokasi tersebut untuk memutuskan seperti apa langkah yang tepat terkait pengelolaan sampah ini,” tukas Rustam. (ak)

Tags: dprdKeluhan Wargaretribusi sampah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bantah Soal Kelangkaan Gas Melon, Disperindag Berjanji Stok Aman 

Next Post

Pertanyakan Posisi Sofyan di Debat Pilgub, Sikap Isran Disayangkan

Related Posts

Dianggap Menganggu Estetika, DLH Cabut Tong Sampah di Pinggir Jalan
Bontang

Realisasi Retribusi Sampah di Bontang Ditarget Rp2 Miliar hingga Akhir Tahun

12 Oktober 2024, 17:00
Jadi Temuan BPK, Alasan DLH Bakal Wajibkan Warga Bayar Retribusi Sampah
Bontang

Polemik Penarikan Retribusi Sampah hingga Pembayaran KSM, Begini Penjelasan DLH

30 Juni 2023, 11:30
Jadi Temuan BPK, Alasan DLH Bakal Wajibkan Warga Bayar Retribusi Sampah
Bontang

Jadi Temuan BPK, Alasan DLH Bakal Wajibkan Warga Bayar Retribusi Sampah

9 Juni 2023, 16:48
Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Dinkes-KB Dinilai Kecolongan
Bontang

Dinkes-KB Dinilai Kecolongan

22 Desember 2018, 17:50
Lintas Komisi ke Karang Paci
Bontang

Lintas Komisi ke Karang Paci

21 Desember 2018, 17:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.