bontangpost.id – Skema pendistribusian air bersih Perumda Tirta Taman dari WTP Berebas Tengah berubah. Kebijakan itu dimulai sejak 18 Mei 2022. Meski diinformasikan akan diterapkan sampai 31 Mei, namun dikabarkan akan melakukan perpanjangan secara kontinu.
Dirut Perumda Tirta Taman Suramin mengatakan, tujuan dari disusutkannya jumlah zona di WTP Berebas Tengah untuk pemerataan penyaluran. Sebab, semula ada tiga zona yang dipakai. Perinciannya, zona satu merupakan kawasan Berbas Pantai dan Berebas Tengah.
Zona dua mencakup wilayah Lengkol dan Jalan Jenderal Soedirman. Terakhir ialah Jalan Sultan Syahrir, WR Soepratman, dan arah ke Pelabuhan Tanjung Laut Indah.
“Ketika pakai tiga zona ada wilayah yang mengalir setelah tiga hari. Ada yang jeda dua hari. Bahkan ada yang tiap hari mengalir khususnya dekat area WTP. Kalau disusutkan supaya ada kepastian pemerataan pelayanan air bersih,” kata Suramin.
Dengan skema baru ini, setiap pelanggan dipastikan alirannya jeda satu hari. Penyebab tidak tentunya pendistribusian pertama mengenai peningkatan pemakaian. Tercatat berdasarkan data jumlah sambungan rumah dari tahun lalu ada kenaikan mencapai 500 SR.
Sehingga kini total SR yang dilayani WTP ini mencapai 7.500. Ditambah ditemukan beberapa pelanggan yang menyambungkan ke hunian lain secara mandiri. “Ada yang menyelangkan ke lain. Ini berarti tujuannya untuk bisnis padahal masuk kategori rumah tangga,” ucapnya.
Mengenai masalah ini perumda mengeluarkan kebijakan yakni pemberian kemudahan untuk pelanggan baru. Sebab, tarif pemasangan baru kini dibanderol hanya Rp 2,3 juta. Dari semula sekira Rp 3,5 juta. Nominal ini masih bisa dicicil selama 4–5 kali. Dengan uang muka 30 persen dari keseluruhan biaya. “Kalau masih ada kedapatan maka kami akan sanksi dengan diberi tarif bisnis,” tutur dia.
Selain itu, faktor tidak meratanya berkaitan aspek topografi. Pasalnya, ada sejumlah kawasan yang berada di dataran tinggi. Dengan skema baru ini dipastikan topografi tidak berpengaruh. Kalaupun ada yang tidak mengalir sesuai jadwal maka karena kasuistis. Mulai sambungan tersumbat atau meteran tersegel.
Untuk diketahui, kapasitas WTP Berebas Tengah mencapai 56 liter per detik. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yakni 40 liter per detik. Sebab, perumda memanfaatkan pola recycle. (ak/ind/k8)







