• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ditinggal Suami, Pilih Jadi Pelacur

by BontangPost
4 November 2018, 16:40
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

PENUTUPAN lokalisasi yang dilakukan secara masif di sejumlah daerah di Kaltim pada 2016 lalu, tidak sepenuhnya dapat menghentikan bisnis haram tersebut. Kebijakan pemerintah itu justru membuka peluang menjamurkan usaha itu secara terselubung.

Metro Samarinda, dalam beberapa pekan terakhir menelusuri bisnis “lendir” berkedok warung kopi itu. Di jalur II Samarinda-Tenggarong, Kilometer (KM) 12, KM 10, dan KM 09, masih dipenuhi para penjaja usaha tersebut.

Di sebuah warung kopi berukuran mini di pinggir jalan raya, Mustari (35), nama samaran, mengenakan baju hitam lengan pendek, duduk menunggu para pelanggan yang mampir di tempat tersebut.

Seorang laki-laki muda yang berbadan kekar datang menggunakan sepeda motor merek Suzuki. Setelah turun dari kendaraannya, dia menghampiri warung itu. Bergegas pelan sambil tersenyum.

Tanpa mengucapkan salam, dia masuk ke dalam warung itu. Dua orang perempuan muda telah terlebih dulu berada di kamar itu. Selang beberapa menit, laki-laki berkulit sawo matang itu, tidak lagi terdengar suaranya.

Baca Juga:  WASPADA!!! Jaringan Malaysia Teror Kaltim, Sepekan, BNNP Ungkap Tiga Kasus

Satu jam berlalu, seorang pria berbadan jangkung memarkir motornya di depan warung tersebut. Mustari menyambutnya dengan muka kecut. Sambil melontarkan pertanyaan pada laki-laki tersebut.

“Kamu dari mana saja?” tanya Mustari. Pria yang berumur sekira 30 tahun itu menjawab tengah sibuk menjalankan tugas di kantor.

Tak berselang lama, dia masuk dalam kamar. Sementara laki-laki yang sebelumnya telah berada dalam warung kopi pangku itu tak kunjung keluar.

Warung itu bercat merah dan hitam. Di depannya, terdapat beragam jenis minuman dan makanan ringan. Antara lain kopi, teh, kacang, dan roti.

Media ini memerhatikan dengan seksama di depan warung itu. Di situ terdapat tempat duduk berupa kursi berukuran panjang. Cukup untuk diduduki empat sampai lima orang.

“Enggak masuk ya, Mas?” tanya Mustari yang dari tadi hilir mudik di warung itu. Pada perempuan berkulit sawo matang itu, media ini menjawab hanya ingin menikmati beragam makanan dan minuman di warung tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Terpilih Mesti Terbuka

Satu setengah jam berlalu, laki-laki yang pertama tadi keluar bersama seorang perempuan dari kamar di warung yang memiliki tiga kamar itu. Keduanya bergegas keluar tanpa sedikitpun keluar dari lisannya kalimat.

Laki-laki itu menghidupkan motornya. Memakai helmnya berwarna putih. Kemudian berlalu secara perlahan. Meninggalkan warung tersebut.

Sementara pria yang masuk belakangan itu, keluar dari warung tersebut. Seorang perempuan muda yang berumur sekira 30 tahun, Bunga, nama samaran, mendampingi laki-laki itu.

Pada pertengahan Oktober 2018 lalu, Metro Samarinda sempat membuka percakapan dengan Bunga. Katanya, dia berasal dari Jawa Timur. “Saya sudah bercerai dengan suami saya,” ucapnya dengan nada lembut.

Dia memiliki seorang anak. Ketika ditanya alasannya bercerai, perempuan yang berkulit putih itu hanya melemparkan senyum. Pertanyaan yang sama dilontarkan media ini sebanyak dua kali.

Baca Juga:  Harga Barang di Kota Tepian Stabil

“Ya, ada masalah,” katanya singkat. Sudah setahun berlalu dia bercerai dengan mantan suaminya. Sementara anaknya, tinggal bersama keluarganya di Jawa Timur.

Kata Bunga, dia datang ke Kaltim atas permintaan Mustari. “Bantu-bantu di sini. Bekerja sambil jaga warung ini,” jelasnya.

Dia mengaku telah banyak melayani laki-laki hidung belang. Tarifnya tidak menentu. Bergantung kemampuan pelanggan. Bagi lelaki yang telah terbiasa, “pelayanan maksimal” akan dikenakan Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Kalau yang baru, ya dilihat juga kemampuannya. Pasang tarif Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,” katanya.

Prostitusi terselubung di jalur II Samarinda-Tenggarong bukan hal baru. Pada 2017 lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kartanegara pernah mendapat laporan dari warga sekitar. Menjelang bulan puasa, sempat dilakukan penertiban. Namun, prostitusi berkedok warung kopi itu berkembang kembali seiring lemahnya pengawasan dari aparat keamanan setempat. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kopi PangkuMetro Samarindaprostitusi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Atlet Sangsi Bonus Cair

Next Post

4 Hari Pelaksanaan Operasi Zebra, Didominasi Melawan Arus

Related Posts

Masyarakat Diimbau Waspada Modus Penipuan Berkedok Undangan
Bontang

Korban Prostitusi Dipulangkan ke Orangtua, Kapolres Sebut Kasusnya Masih Didalami

7 Juni 2023, 11:37
Muncikari Jual Anak di Bawah Umur Rp 2 Juta di Hotel Berebas Tengah
Kriminal

Muncikari Jual Anak di Bawah Umur Rp 2 Juta di Hotel Berebas Tengah

7 Juni 2023, 07:40
Terjerat Narkoba, ASN Langsung Dipecat
Bontang

Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur Jadi Perhatian Wawali, Minta Diusut Tuntas

20 Juli 2020, 19:03
Polres Bontang Ungkap Praktik Prostitusi Anak di Bawah Umur
Bontang

Polres Bontang Ungkap Praktik Prostitusi Anak di Bawah Umur

18 Juli 2020, 08:55
Prostitusi di Bawah Umur, Pihak Kelurahan Merasa Kecolongan
Bontang

Prostitusi di Bawah Umur, Pihak Kelurahan Merasa Kecolongan

12 Agustus 2019, 13:00
Tawarkan ABG di Hotel sekitar Berebas Tengah, Muncikari Ditangkap
Bontang

Tawarkan ABG di Hotel sekitar Berebas Tengah, Muncikari Ditangkap

8 Agustus 2019, 12:01

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan, Polisi Ringkus 24 Tersangka Narkoba, Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.