• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dituding Sebagai Penyebab Banjir, Perumahan Tanpa Polder Disorot Pemerintah

by BontangPost
24 Maret 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Zairin Zain(DOK/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Zairin Zain(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pembangunan perumahan di Samarinda dalam beberapa tahun terakhir terbilang masif. Namun ternyata masih banyak di antara perumahan tersebut yang tidak dilengkapi polder (penampung air) memadai. Sehingga saat hujan, air tidak memiliki titik serapan dan berakibat terjadinya banjir.

Hal tersebut mendapatkan sorotan tajam dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pasalnya, seperti halnya banjir besar yang terjadi di Kelurahan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kamis (22/3) lalu, salah satunya diduga akibat tidak adanya polder memadai di beberapa perumahan yang terbangun di daerah itu.

Salah satunya yakni perumahan Grand Taman Sari yang terletak di Kelurahan Harapan Baru. Menurut pemerintah, air bah yang mengenangi daerah itu selama dua hari terakhir, disebut akibat tumpahan air dari perumahan tersebut.

Penjabat Sementara (Pjs) Samarinda, Zairin Zain menyebut, sejak musibah banjir melanda Kota Tepian, dirinya bersama sejumlah instansi pemerintah telah melakukan peninjauan di Jalan H AM Rafiddin, tepatnya di depan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda. Daerah tersebut menjadi salah satu titik banjir terparah.

Baca Juga:  Sidang Perdana, Alphad Berpeluang Bebas? 

Dari peninjauan di sekitar lokasi itu, Zairin mendapatkan adanya perumahan yang tidak memiliki polder yang memadai. Padahal keberadaan polder tersebut sangatlah penting sebagai tempat serapan air, ataupun penampungan air saat hujan.

“Kami lihat folder Grand Taman Sari airnya sampai meluap di IAIN. Di depan kampus, kami melihat air naik sampai di atas. Penyebabnya karena polder Taman Sari meluap,” ungkap Zairin, Jumat (23/3) kemarin.

Luapan air di polder perumahan itu juga menjadi penyebab terjadinya banjir yang sampai kemarin belum surut di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang. Atas dasar itu, Zairin berencana akan memanggil pengelola perumahan.

“Minggu depan akan kami panggil. Nanti kami minta semua perumahan membuat polder. Poldernya harus sesuai kapasitas dan debit air. Tidak hanya manajemen perumahan Grand Taman Sari yang akan kami panggil. Tapi semua yang mendirikan perumahan. Karena masalah polder ini tidak hanya satu perumahan saja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dua Pekan Sudah BBM di Kaltim Langka

Dalam pertemuan pekan depan, sambung dia, pemkot juga akan membicarakan skema kerja sama antar menajemen perumahan. Misalnya ada perumahan yang berdekatan, manajemennya harus terlebih dulu membuat kerja sama. “Kalau ada perumahan yang berdekatan, mereka harus konsorsium membeli tanah dan menggalinya untuk dijadikan polder,” katanya.

Zairin mengatakan, fakta lain penyebab terjadinya banjir di lokasi tersebut, karena parit di depan kampus IAIN tak mampu menampung air bah. Akibatnya air meluap sampai di jalan raya. Hingga banjir surut, parit di sekitar kampus berplat merah itu masih diterjang luapan air.

“Masalah lain yang membuat air itu sampai meluap di jalan, ada jembatan di samping IAIN. Box cover-nya hanya satu. Lebarnya semeter. Kalau itu ditambah dua box cover lagi, maka akan lancar airnya. Kerena box cover-nya kecil, airnya tidak mampu ditampung. Debit air besar, meluap ke jalan, hingga terjadi banjir,” sebutnya.

Baca Juga:  Hasdam-Ferdian Kiat Ketat 

Belajar dari kasus tersebut, Kepala Badan Perencanaan Daerah  Kaltim itu mengatakan, ke depan dirinya akan mengambil beberapa kebijakan terkait itu.  “Kami dengan Dinas Pekerjaan Umum sudah ke sana. Secara teknis kami akan membuat box cover di dekat jembatan. Lagi pula di sana ada jalan rusak yang bisa dimanfaatkan untuk menambah dua box cover. Setelah itu, saya yakin air bisa ditampung,” tutupnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: banjirMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bantuan Pemerintah Lamban, Korban Banjir Kesulitan Makanan 

Next Post

Banyak Paslon Tak Tertib Administrasi 

Related Posts

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00
Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon
Bontang

Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon

6 Maret 2026, 14:03
Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan
Bontang

Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan

17 Februari 2026, 18:29
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak
Bontang

Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak

14 Februari 2026, 18:21
Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar
Nasional

Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar

11 Januari 2026, 08:00
Wali Kota Andi Harun Tetapkan Samarinda Darurat Bencana
Kaltim

Matangkan Skema Pengendalian Banjir di Samarinda, Andi Harun Kunci RTRW Bebas Pertambangan

11 Juni 2025, 07:44

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.