• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ditunggu Santrinya Mengaji, Ternyata Jadi Korban Kecelakaan Beruntun

30 Tahun Mengajar Alquran, Posisi Sujud Saat Terjatuh

by M Zulfikar Akbar
4 Maret 2020, 06:25
in Bontang, Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Guru Ngaji

Imam Musala Al-Ikhlas, Ali Mahfud. (Zaenul/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Hasriah dan beberapa santri tengah menunggu kedatangan Anjaswati untuk mengajar ngaji. Namun hingga jam mengajar lewat, ia tak kunjung datang.

KEGUNDAHAN yang dirasakan Hasriah akhirnya terjawab. Kala salah satu santrinya yang datang, menyampaikan Anjaswati terlibat dalam kecelakaan beruntun di simpang 3 RSUD Taman Husada Bontang Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Senin (2/3/2020) lalu.

“Dia bilang, kayaknya bu Anjaswati kecelakaan di turunan RSUD,” kata Hasriah menirukan ucapan santrinya.

Usai mendengar kabar itu, dia meminta tolong beberapa guru ngaji lainnya untuk melihat di RSUD Taman Husada Bontang. Ternyata kabar itu benar. Tidak berapa lama usai azan magrib, Hasriah mendengar kabar sahabat yang telah dikenalnya sejak 17 tahun itu dipanggil Yang Maha Kuasa.

“Saya sama suami saya langsung melihat ke rumah sakit,” ungkap warga RT 48 Kelurahan Gunung Telihan ini saat diwawancara, Selasa (3/3/2020).

Hasriah mengenang, terakhir bertemu dengan almarhumah terjadi pada Jumat (28/2/2020) usai mengajar mengaji. Saat itu dia bersenda gurau dengan masyarakat sekitar sembari menunggu sang suami menjemput.

Baca Juga:  Korban Tewas Laka Simpang 3 RSUD Taman Husada Bertambah

“Dia ada ngomong, semoga kapan-kapan kita ketemu lagi. Itu enggak biasa dia ngomong begitu,” katanya sambil wajahnya mulai berubah kemerahan dan matanya berkaca-kaca.

Lebih lanjut, banyak kenangan terindah bersama sahabatnya yang selalu menjadi tempatnya mencurahkan hati itu. Sebagai sahabat, almarhumah merupakan sosok yang merubahnya lebih baik lagi, mengajarkan mengaji, dan mengenal agama lebih dalam.

“Kata-kata yang tidak bisa saya lupakan itu, dia selalu bilang, susah menjadi orang baik, tetapi menjadi orang tidak baik itu gampang,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Hasriah tak percaya, orang yang begitu baik tersebut telah pergi untuk selamanya.  “Sampai naik tensi saya. Enggak bisa tidur saya tadi malam mikirin dia,” ucapnya sambil mengusap air matanya.

Baca Juga:  Video Kecelakaan Beruntun di Simpang Loktuan Bontang, Diduga Pengemudi Kondisi Mabuk

Dari penuturan Hasriah, saat kecelakaan posisi korban begitu menakjubkan. Yakni tengah sujud seperti layaknya orang salat. Tidak hanya itu, ketika melihat di kamar jenazah, wajahnya begitu bersih tak ada luka yang besar.

“Hanya ada goresan di dekat matanya,” tuturnya.

Sementara itu, anak didiknya, Agustina Sriwahyuni yang telah diajarkan almarhumah dari sejak taman kanak-kanak hingga 2019 lalu khatam Alquran, memaparkan almarhumah merupakan sosok yang begitu ramah dalam mengajarkan mengaji. Tak pernah sedikit pun terdengar suara yang lantang dalam memberikan ilmu membaca iqro dan Alquran kepada anak muridnya.

“Dia enggak pernah marah,” ucapnya.

Sembari menitikkan air mata, remaja itu lanjut bercerita. Suara Anjaswati yang begitu merdu dalam membacakan ayat-ayat suci Alquran, menjadi hal yang ingin terus didengar dirinya. Begitu juga dengan pesan pesan kebaikan yang disampaikan.

“Dia sering pesan, kalau ada kesalahan selalu diperbaiki,” ucapnya.

Baca Juga:  Tunggu Flyover, Siapkan Jalur Evakuasi dan Buffer Zone di Muara Rapak

Pertemuan terakhir dengan perempuan yang dianggapnya sebagai ibu sendiri itu adalah dua hari lalu. Sempat bertegur sapa dan pas mencium tangan almarhumah, tak menyangka itu adalah pertemuan terakhirnya.

“Saya sempat enggak percaya orang bilang ibu kritis. Saya bilang ibu baik-baik saja,” katanya.

Sementara itu, Imam Musala Al-Ikhlas, Ali Mahfud menuturkan almarhumah sudah aktif mengajarkan mengaji di musala itu sejak dia belum menikah hingga kini telah memiliki dua orang anak. Selain itu, ia juga mengajar di beberapa tempat seperti Yabis.

“Sudah sekitar 30 tahun mengajar,” ujarnya.

Selain mengajar mengaji, perempuan berusia sekitar 45 tahun juga aktif dalam kegiatan agama lainnya. Diantaranya aktif dalam berbagai majelis taklim, mengajar rebana, dan pengajian.

“Kami liburkan dulu ngajinya, nanti malam (kemarin, Red.) kami mau kirim doa kepada almarhumah selama tujuh harinya bersama warga sekitar,” ucapnya. (Zaenul)

Tags: kecelakaan beruntun
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masker Kosong di Empat Apotek, Harga Capai Rp 150 Ribu

Next Post

Penyerahan LKPD Manfaatkan Video Conference

Related Posts

Pengemudi Avanza Penyebab Kecelakaan Beruntun di Simpang Loktuan Bontang Dipastikan Dalam Kondisi Mabuk
Bontang

Pengemudi Avanza Penyebab Kecelakaan Beruntun di Simpang Loktuan Bontang Dipastikan Dalam Kondisi Mabuk

4 Juli 2025, 10:30
Video Kecelakaan Beruntun di Simpang Loktuan Bontang, Diduga Pengemudi Kondisi Mabuk
Bontang

Video Kecelakaan Beruntun di Simpang Loktuan Bontang, Diduga Pengemudi Kondisi Mabuk

3 Juli 2025, 19:37
Kecelakaan Beruntun di Jalan Cipto Mangunkusumo, Empat Mobil Ringsek
Bontang

Kecelakaan Beruntun di Jalan Cipto Mangunkusumo, Empat Mobil Ringsek

13 November 2023, 16:45
Kecelakaan Beruntun Empat Mobil di Gunung Sari
Bontang

Kecelakaan Beruntun Empat Mobil di Gunung Sari

31 Januari 2023, 18:38
Sopir Truk Kecelakaan Maut Muara Rapak Dituntut 12 Tahun Penjara
Kaltim

Sopir Truk Kecelakaan Maut Muara Rapak Dituntut 12 Tahun Penjara

2 Juli 2022, 09:06
Tunggu Flyover, Siapkan Jalur Evakuasi dan Buffer Zone di Muara Rapak
Kaltim

Tunggu Flyover, Siapkan Jalur Evakuasi dan Buffer Zone di Muara Rapak

24 Januari 2022, 11:17

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.