BONTANGPOST.ID, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yulianus Palangiran, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam rapat dengar pendapat umum dijadwalkan, Selasa (6/5) pukul 13.00 Wita bersama DPRD dan pemerintah.
Rapat tersebut direncanakan untuk membahas sejumlah isu strategis terkait pembangunan daerah, termasuk pembahasan perbaikan dan pemeliharaan jalan trans Rantau Pulung, alih fungsi bandara Tanjung Bara menjadi bandara umum, menaikkan dana CSR dan pengadaan gedung pusat UMKM.
Menurut Yulianus, undangan telah disampaikan kepada pihak KPC, namun konfirmasi ketidakhadiran baru diterima pada pagi hari jelang rapat. Surat tersebut pun tidak mencantumkan alasan yang jelas maupun jadwal pengganti.
“Kalau kami undang, lalu tidak hadir tanpa alasan jelas, pasti kecewa. Ibarat pacaran, kita ajak ketemu tapi tidak datang, pasti ada rasa kecil hati,” katanya.
Ia menambahkan bahwa absennya KPC dalam rapat penting ini menimbulkan tanda tanya besar soal komitmen perusahaan terhadap kemitraan dan pembangunan daerah.
Yulianus berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta KPC lebih terbuka serta kooperatif dalam proses komunikasi dan perencanaan yang menyangkut masyarakat Kutim.
“Sesungguhnya harus kita bahas secara serius supaya ada kepastian dari KPC. Pertanda bahwa KPC punya kepedulian tentang masyarakat sekelilingnya seperti itu,” tutupnya. (kp)





