• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Society

Edukasi Berbagai Penyakit Kulit, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bontang

by BontangPost
1 Oktober 2024, 14:39
in Society
Reading Time: 2 mins read
0
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Taman Husada Bontang dr Andi Anwar Arsyad, Sp.KK,M.Kes.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Taman Husada Bontang dr Andi Anwar Arsyad, Sp.KK,M.Kes.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang terus mengedukasi masyarakat mengenai berbagai penyakit kulitt. Salah satunya keloid, yang sering menimbulkan persoalan estetika maupun keluhan fisik.

Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan pada bekas luka, namun kondisi ini tidak terjadi pada semua orang.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Taman Husada Bontang dr Andi Anwar Arsyad, Sp.KK,M.Kes, menjelaskan bahwa keloid lebih sering dialami oleh individu yang memiliki faktor genetika tertentu.

“Tidak semua orang mengalami keloid. Pada kebanyakan orang, luka akan sembuh tanpa bekas yang mencolok. Namun, bagi yang memiliki kecenderungan, bahkan luka kecil dapat berkembang menjadi jaringan parut yang lebih besar dan menonjol,” ujar dr. Anwar, Jumat (1/10/2024).

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan jaringan keloid dapat melampaui ukuran luka awal, tergantung pada respons tubuh saat proses penyembuhan berlangsung.

Baca Juga:  Anggaran Terbatas, Akses Baru RSUD Bontang Dikerjakan Bertahap

Meski penyebab pasti keloid belum sepenuhnya diketahui, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

“Jika luka mengalami infeksi atau cukup dalam, potensi tumbuhnya keloid akan lebih besar. Kondisi ini terjadi karena jaringan parut yang terbentuk menjadi lebih rentan untuk tumbuh secara berlebihan,” jelasnya lebih lanjut.

Walaupun keloid tidak membahayakan secara medis, beberapa pasien sering mengeluhkan rasa gatal atau nyeri di sekitar area tersebut.

Untuk mengatasi keloid, RSUD Taman Husada menyediakan beberapa pilihan perawatan, di antaranya penggunaan salep, injeksi, hingga tindakan operasi.

Namun, dr. Anwar menegaskan bahwa operasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Operasi memang menjadi salah satu opsi, tetapi tidak selalu disarankan. Sebab, bekas operasi dapat memicu munculnya keloid baru di area yang sama, yang justru memperburuk kondisi,” katanya.

Baca Juga:  Harapkan Kerjasama, Tim BPJS Kesehatan Revisitasi Pelayanan Kemoterapi di RSUD Bontang

Metode injeksi obat menjadi salah satu pilihan yang lebih banyak digunakan. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan obat ke jaringan keloid untuk menghambat pertumbuhannya.

Sementara itu, tindakan operasi biasanya disarankan untuk keloid berukuran kecil atau yang menimbulkan gejala serius, seperti nyeri atau gatal.

“Jika keloid hanya mengganggu secara estetika, kami cenderung merekomendasikan metode yang tidak invasif terlebih dahulu,” ujarnya.

Meskipun sering dianggap hanya sebagai masalah estetika, keloid dapat berdampak serius pada beberapa pasien.

“Dalam beberapa kasus, keloid bisa menyebabkan rasa nyeri atau gatal yang berkelanjutan. Hal ini tentu memengaruhi kualitas hidup pasien dan perlu ditangani,” ungkapnya.

Keloid umumnya muncul di area tubuh yang sering terlihat, seperti tangan atau kaki, sehingga sering membuat pasien merasa tidak nyaman. Namun, dr. Anwar menekankan bahwa kondisi ini tidak bersifat mematikan seperti kanker.

Baca Juga:  Kunjungan Pasien BPJS Kesehatan di Klinik Jantung RSUD Bontang Meningkat

“Walaupun keloid tidak berbahaya, bila ada keluhan nyeri atau gatal, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan,” sarannya.

Banyak pasien mengaku bahwa keloid mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika lokasinya sering bersentuhan dengan pakaian atau terkena gesekan.

Untuk itu, dr. Anwar mendorong pasien untuk berkonsultasi agar dapat menentukan langkah perawatan yang sesuai. Dan mengajak masyarakat yang memiliki masalah keloid untuk berkonsultasi dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan demi mendapatkan perawatan terbaik.

Walau penanganan keloid belum sepenuhnya ideal, tetapi dengan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat dikendalikan.

“Setiap kasus keloid memiliki karakteristik berbeda, sehingga pendekatan perawatannya juga perlu disesuaikan. Prioritas kami adalah mengatasi keluhan seperti nyeri atau gatal, sehingga pasien dapat lebih nyaman,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: RSUD Taman Husada Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Disdikbud Bontang Didesak Sediakan Kapal Antar Jemput Bagi Pelajar di Pesisir

Next Post

Mantan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud Akui Setoran Rp 90 Juta per Bulan di Rutan KPK

Related Posts

Neni Cek Kehadiran ASN dan Pelayanan RSUD Bontang di Hari Pertama Kerja
Bontang

Neni Cek Kehadiran ASN dan Pelayanan RSUD Bontang di Hari Pertama Kerja

25 Maret 2026, 09:48
RSUD Bontang Buka Klinik Bedah Saraf, Kini Layani Pasien BPJS Tanpa Rujukan Keluar Daerah
Bontang

RSUD Bontang Buka Klinik Bedah Saraf, Kini Layani Pasien BPJS Tanpa Rujukan Keluar Daerah

24 Februari 2026, 08:06
Sistem Error, Antrean Pasien Mengular di RSUD Bontang
Bontang

Sistem Error, Antrean Pasien Mengular di RSUD Bontang

18 Februari 2026, 14:34
RSUD Bontang Tambah Gedung, Perencanaan Tahun Ini Pemkot Alokasikan Rp2 Miliar
Bontang

Antrean Pasien Mengular di RSUD Bontang, Gangguan Jaringan IT Jadi Biang Keladi

8 Januari 2026, 11:30
Keterisian Tempat Tidur RSUD Bontang Lampaui Batas Ideal, IGD Kewalahan Layani Pasien
Bontang

Keterisian Tempat Tidur RSUD Bontang Lampaui Batas Ideal, IGD Kewalahan Layani Pasien

8 Januari 2026, 08:47
Tak Cukup Hentikan Insinerator, Peneliti Minta Pemkot Bontang Lakukan Cek Kesehatan
Bontang

Tak Cukup Hentikan Insinerator, Peneliti Minta Pemkot Bontang Lakukan Cek Kesehatan

23 September 2025, 11:51

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.