BONTANG – Beberapa waktu belakangan, para ibu rumah tangga kembali kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut gas melon. Hal tersebut juga diakui oleh penjual eceran gas melon.
Salah satu ibu rumah tangga, Elma, mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Hal tersebut telah dia alami selama kurang lebih satu bulan terakhir. Sehingga dirinya harus dengan teliti menelusuri jalan-jalan Bontang untuk mencari ke beberapa toko. “Sudah ada sebulan susah gas, saya saja sampai keliling mencari, kalau di toko dekat rumah kosong stoknya,” jelas Elma yang tinggal di Jalan Pattimura, Gang Atletik 11, RT 27, Kelurahan Api-Api, Kamis (14/12) kemarin.
Bahkan Elma bercerita, tetangga dekat rumahnya mendapatkan stok gas 3 kilogram hingga di wilayah Tanjung Laut. Itu pun dengan harga di atas normal. “Dulu itu harganya Rp 23 ribu, sekarang sudah naik. Ada yang jual Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu,” ungkapnya
Salah satu pengecer yang menjual di wilayah Berbas Pantai, Salihu, mengaku saat ini stok dari agen dibatasi, sehingga setiap pengecer pun hanya diberi jatah 5 tabung saja. Tak hanya itu, untuk harganya juga mengalami kenaikan sehingga mau tak mau dirinya pun menaikkan harga juga ke pembeli. “Susah sekarang gas, dikasih jatah cuma 5 tabung, itu juga tidak setiap hari. Jadi pembeli juga gak bisa beli 2 tabung, karena biar semua kebagian,”ujarnya.
Namun, dari pihak agen justru mengatakan sebaliknya, stok gas aman. Bahkan para agen bulan ini mendapatkan penambahan kuota gas melon sebanyak 5 ribu tabung. Salah satu agen gas PT Pantai Subur menyatakan, jika pihaknya mendapatkan tambahan kuota sebanyak 5 ribu tabung per bulan ini yakni sejak tanggal 1 Desember.
Oleh sebab itu, saat ini perharinya agen PT Pantai Subur menyediakan sebanyak 3.360 tabung yang dia bagi ke-20 pangkalan elpiji 3 kilogram. Setiap pangkalan mendapatkan jatah 100 tabung. Namun, untuk pangkalan yang besar diberikan jatah sebanyak 150-200 tabung. “Untuk harga pun tak ada kenaikan, sama seperti sebelumnya, dan untuk stok juga masih aman hingga akhir tahun ini,” tukas Dirut PT Pantai Subur, Masriadi. (mga)







