• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Figur Kandidat Ikut Menentukan

by BontangPost
26 November 2017, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Syamsul Hadi. (DOK METRO SAMARINDA)

Syamsul Hadi. (DOK METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – November 2017 sudah akan berakhir. Namun belum ada kabar pasti dari partai politik (parpol) di Kaltim terkait siapa pasangan calon (paslon) yang bakal diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Padahal, keberadaan paslon ini punya peran dalam menarik perhatian masyarakat pemilih di Bumi Etam.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim Syamsul Hadi menuturkan, berdasarkan survei yang dilakukan KPU Kaltim, diketahui beberapa faktor penyebab tingginya angka golongan putih (golput). Salah satunya kandidat-kandidat paslon yang ditawarkan dianggap tidak menarik dan berdampak pada masyarakat.

“Itu hasil survei lho. Faktor-faktor apa yang membuat masyarakat itu tidak datang ke TPS (tempat pemungutan suara (TPS). Salah satunya adalah figur kandidat yang dianggap tidak menarik,” ujar Syamsul kepada Metro Samarinda.

Baca Juga:  Rusmadi Tambah Suara 

Dia mengakui, anggapan masyarakat terhadap figur yang tidak mewakili keinginan mereka memang ada. Namun begitu bukan lantas mengabaikan pemilu begitu saja. Dalam hal ini, menjadi tugas KPU selaku penyelenggara pemilu untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya memberikan hak suara dalam pemilu khususnya pilgub.

“Itu kan anggapan masyarakat (figur tidak menarik, Red.). Maka kami masuk pada wilayah pentingnya memiliki pemimpin,” ujarnya.

Syamsul menyebut, membangun kesadaran akan pentingnya mempunyai pemimpin ini bukan hanya menjadi tugas KPU. Melainkan juga membutuhkan peran dari seluruh komponen masyarakat lainnya. Agar ikut terlibat dalam menyadarkan masyarakat tentang perlunya memiliki pemimpin. Khususnya pemimpin yang memiliki kualifikasi yang baik

Baca Juga:  Terkait Rasionalisasi Anggaran Pilgub,KPU Tunggu Kepastian

“Kualifikasi pemimpin juga yang baik. Yang berkualitas, yang berintegritas, dan punya visi misi dan program yang jelas,” terang pria yang pernah bertugas di KPU Bontang ini.

Lantas, bagaimana bila tidak ada calon yang diminati? Syamsul menyarankan agar masyarakat memilih yang terbaik di antara calon yang ditetapkan nantinya. Karena menurut dia, secara sistem tentu orang-orang yang nanti ditetapkan sebagai paslon itu sudah bergerak dan tersaring dalam proses.

“Sehingga merekalah yang akhirnya diusung untuk mewakili menjadi pemimpin yang berlaga di Pilgub Kaltim,” jelas Syamsul.

Peran figur dalam tingkat partisipasi pemilih ini juga diamini Ketua KPU Samarinda Ramaon Dearnov Saragih. Apalagi Samarinda merupakan kota dengan tingkat partisipasi terendah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 silam. Menurutnya berdasarkan penelitian dari universitas, salah satu faktor minimnya tingkat partisipasi masyarakat tersebut ada pada figur kandidat.

Baca Juga:  (1) Borneo FC vs Persija Jakarta (2), Takluk (Lagi) Di Kandang

“Ada penilitian dari universitas terkait partisipasi ini. Salah satunya karena calon yang ditawarkan parpol yang kurang diminati publik,” kata Ramaon beberapa waktu silam.

Karena pada pilkada sebelumnya, KPU Samarinda telah gencar melakukan sosialisasi. Di antaranya dengan masuk ke sekolah-sekolah, kalangan marjinal, bahkan sampai ibu rumah tangga dan kelompok-kelompok pengajian. Namun begitu hasil sosialisasi ini juga tergantung dari faktor lainnya.

“Ada faktor misalnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai. Lalu pengetahuan masyarakat tentang kepemiluan. Bagaimana calon kepala daerah yang ditawarkan,” bebernya. (luk) 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindapolitik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dukungan Rusmadi Bertambah

Next Post

Tidak Boleh Salah Pilih

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.