• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Gara-gara Dana Jamkesprov Dihilangkan, Lapas-Kejari Bingung Biayai Perawatan Tahanan

by BontangPost
12 Januari 2017, 13:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang kebingungan untuk membiayai perawatan para tahanan yang sakit. Gara-garanya, tahun 2017, dana Jaminan Kesehatan Provinsi (Jamkesprov) sudah dihilangkan di daerah.

Padahal setiap warga binaan yang tinggal di Lapas maupun tahanan titipan dari kejari Bontang dan Pengadilan Negeri, apabila sakit, pembiayaannya diklaim ke Jamkesprov.

Dicabutnya atau ditiadakannya Jamkesprov ini, otomatis membuat para jaksa dan kepala Lapas (kalapas) harus memutar otak, mencari dana untuk pengobatan para tahanan dan narapidana.

Kasi Pidum Kejari Bontang Romly Salijo mengaku kondisi ini sudah terjadi Kamis (5/1) lalu, ketika ada tahanan kasus narkoba, bernama Jhon Sukardi (34) yang harus mendapatkan perawatan medis dan opname di RSUD Taman Husada Bontang. John menderita luka membusuk di tubuhnya, yang membutuhkan tindakan operasi.

“Ketika tahanan ada yang sakit, dan jamkesprov sudah dicabut, mau dibiayai dari mana? Itu yang membuat kami bingung,” jelas Romly saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/1) kemarin.

Baca Juga:  Simak Nih, Menangis Bisa Bikin Sehat

Dikatakan Romly, untung saja tahanannya ini memiliki keluarga di Samarinda, dan mau membayar seluruh biaya perawatan. Dirinya tak membayangkan seandainya, ada tahanan yang sakit, lantas tidak ada keluarganya serta kehidupannya miskin. “Itulah yang saya pikirkan, dari mana cari dana kesehatan, sedangkan kami tidak ada anggaran perawatan kesehatan tahanan,” ungkapnya.

Romly menambahkan, untung saat ini baru satu tahanan yang sakit. “Kami cuma berdoa semoga seluruh tahanan sehat dan jangan sakit,” harapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Kalapas Kelas III Bontang Heru Yuswanto. Karena seluruh warga binaan yang saat ini berjumlah 678 orang, selama sakit menggunakan dana Jamkesprov. “Saya baru tahu jika dana Jamkesprov dihapus,” kata Heru Yuswanto, didampingi anggota Lapas lainnya Agus Salim dan Riza.

Baca Juga:  Andi Amran Mengelak, Sebut Sabu 42,2 Gram Bukan Miliknya

Menurutnya, hal ini jelas membingungkan, karena rata-rata sebulan, warga binaan yang sakit mencapai 25 orang. Seperti November 2016, yang sakit ada 28 orang dan Desember ada 22 orang. Sementara selama awal Januari hingga sekarang sudah ada 13 orang.

Disebutkan bahwa di Lapas ada dana pengadaan obat-obatan untuk warga binaan, dengan nominal Rp 10 juta per tahun. Dana tersebut untuk pengadaan obat-obatan ringan seperti jika ada warga yang sakit flu, batuk, sakit gigi, pilek juga maag. Selain itu juga ada dana Rp15 juta, perawatan kesehatan warga binaan untuk transportasi tenaga medis. Dan kegiatan pemusaran atau penguburan sebesar Rp3.300.000, untuk 678 binaaan dalam setahun.

Menurut Heru, dengan dicabutnya Jamkesprov, mereka otomatis harus memutar otak karena tidak mungkin menggunakan dana yang bukan pos nya. “Jamkesprov biasa kita gunakan jika ada warga binaan yang harus dibawa ke Puskesmas ataupun dirujuk ke RSUD,” terangnya.

Baca Juga:  Cara Mudah Kendalikan Gula Darah, Rutin Makan Buah Naga

Saat ini saja, lanjutnya, ada satu pasien warga binaan yang terpaksa harus merogoh saku anggota lapas untuk biaya pendaftaran dan obat. “Biaya pendaftaran di puskesmas biasanya gratis sekarang harus bayar karena tidak ada lagi Jamkesprov,” terangnya.

Heru menyatakan pihaknya tak bisa berbuat apa-apa, karena pagu dana untuk lapas sudah ketok palu. Untuk mensiasati hal tersebut, rencananya ia akan menghadap Walikota Bontang, khusus binaan warga Bontang, karena diketahui warga Bontang, kesehatannya bisa dicover di BPJS atau Jamkesda. “Kami juga akan ke Sangata, karena warga binaan banyak dari Sangatta,” ujarnya. Hal yang sama juga akan dilakukan kejaksaan. Menurut Romly Salijo, ia akan menghadap Walikota Bontang, terkait dihapusnya dana Jamkesprov. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatanlapas bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Keindahan Pesisir Bontang Dalam Lensa

Next Post

Dandim Gembleng FPI, Pak Menhan Bilang Begini…

Related Posts

Keluarga Korban Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Kematian Napi di Lapas Bontang
Kriminal

Keluarga Napi yang Meninggal di Lapas Bontang Benarkan Sudah Cabut Laporan Polisi

29 Maret 2025, 22:38
Terus Bergulir, Berkas Kasus Investasi Apderis Masih Diteliti Kejaksaan
Kriminal

Keluarga Napi yang Meninggal di Lapas Bontang Cabut Laporan, Penyelidikan Dihentikan

28 Maret 2025, 20:20
Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
Masa Tahanan Lima Bulan Lagi, Pengendali Sabu 126 Kg Kini Terancam Hukuman Mati
Bontang

1.311 Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi Kemerdekaan, Didominasi Kasus Narkoba

16 Agustus 2024, 08:38

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.