bontangpost.id – Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Bontang diberi jadwal belanja di pasar. Penjadwalan ini dimaksudkan agar pemerintah dapat memantau nilai transaksi per OPD. Hingga kemudian akumulasi seluruh OPD di Bontang.
Teknis penjadwalannya begini. Di Bontang ada 3 pasar rakyat. Meliputi Pasar Tamrin, Pasar Telihan, dan Pasar Citra Mas Loktuan. Saban hari, ada 3 OPD belanja ke tiap pasar tersebut. Jadi total, 9 OPD disebar belanja di 3 pasar mulai Senin-Minggu.
Untuk memonitor apakah OPD benar-benar menjalankan Gerakan Betah, Diskop-UKMP Bontang meminta catatan bulanan. Di dalamnya berisi nilai transaksi, waktu, dan lokasi belanja.
“Makanya kejujuran teman-teman ASN sangat kami harapkan,” ujar Kepala Diskop-UKMP Asdar Ibrahim.
Dikatakan, sejatinya ini tak bersifat wajib. Tapi seperti gerakan moral ASN untuk terus berkontribusi bagi perkembangan kota. Maka sudah selaiknya Gerakan Betah berjalan sebagaimana harapan bersama.
“Nanti kami evaluasi per bulan soal Gerakan Betah ini. Jadi kami tahu, program jalan atau tidak. Dan berapa akumulasi nilai belanja per OPD,” pungkasnya.
Gerakan Betah sendiri merupakan akronim dari gerakan belanja tiap hari di pasar. Program ini diresmikan di lantai 4 Pasar Tamrin, Rabu (23/9/2020) pagi.
Ini merupakan salah satu strategi yang diambil otoritas agar perekonomian di pasar rakyat terus hidup dan semakin berekembang. Kendati pandemi Covid-19 masih mengintai. Pasar rakyat dimaksud meliputi Pasar Tamrin, Pasar Telihan, dan Pasar Citra Mas Loktuan.
Dikatakan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang adalah motor penggerak program ini. Seyogyanya pun tak sulit bagi ASN untuk belanja di pasar rakyat. Mengingat selama pandemi ini, Pemkot tak pernah memotong upah, apalagi mengurangi jumlah ASN di Bontang.
“Beberapa kan bahkan ditingkatkan gajinya. Jadi harus rajin belanja di pasar rakyat. Hidupkan pasar kita,” ujar Neni







