• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ditarik Retribusi, Pedagang Bingung 

by BontangPost
13 Maret 2018, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
RETRIBUSI: Pedagang dan konsumen sedang melakukan transaksi jual beli di Pasar Sangatta Selatan, Senin (12/3).(Lela Simi/Sangatta Post)

RETRIBUSI: Pedagang dan konsumen sedang melakukan transaksi jual beli di Pasar Sangatta Selatan, Senin (12/3).(Lela Simi/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Sejumlah pedagang di Pasar Sangatta Selatan (Sangsel) mengeluhkan penarikan retribusi sebsar Rp 2 ribu per hari. Mereka merasa kebingungan uang itu akan dikemanakan. Pasalnya tidak pernah ada penjelasan dari kepala desa (kades), selaku penanggung jawab penarik retribusi.

Saat dikonformasi, Kades Sangatta Selatan Sjaim mengungkapkan ia telah mendengar keluhan dari pedagang. Dirinya membenarkan penarikan retribusi di pasar tersebut dilakukan setiap hari oleh kepala pengelola pasar. Menurutnya aturan tersebut tidak serta merta diterapkan tanpa dasar. Namun sudah diatur dalam Perdes No 1 Tahun 2017 tentang Pungutan Admin Desa.

“Penarikan benar adanya, setiap hari ditarik oleh kepala pasar. Kemudian sekira dua juta per bulan namun dikurangi dengan biaya operasional pasar, dan sisanya itu yang dimasukan ke desa,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/3).

Baca Juga:  Kasus Gizi Buruk Masih Ditemukan

Selain itu ia mengatakan penarikan retribusi tersebut kembali digunakan untuk kebutuhan pasar setiap bulan. Seperti pembayaran PDAM, uang kebersihan, dan jika ada kegiatan di pasar akan menggunakan anggaran tersebut.

“Banyak sekali kegunaan uang tersebut. Namun banyak pedagang tak menyadarinya. Seperti bayar air untuk kamar mandi umum yang ada di pasar, uang kebersihan, dan jika ada gotong royong di seluruh wilayah pasar, maka dana tersebut digunakan untuk operasional,” jelasnya.

Sekretaris Desa Sangatta Selatan Efendi, mengatakan dilakukannya penarikan retribusi hanya untuk mempertahankan eksistensi pasar di daerah tersebut. Pasalnya pemerintah kabupaten tidak lagi melakukan pengawasan. Sehingga operasiaonal dan teknis dikelola sepenuhnya oleh desa.

Baca Juga:  Ceria Kartini Cilik, Semarakkan Hari Lahir Tokoh Emansipasi Wanita 

“Sekarang pemerintah, khususnya pemegang tanggung jawab pasar tidak lagi mengontrol kami. Dulu memang ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang mengawasi. Sekarang tidak ada lagi. Jadi semua itu murni desa yang kelola demi bertahannya pasar di sini,” kata Efendi.

Menurutnya pihak desa sudah berupaya mengundang Disperindag untuk mediasi. Hal tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan dan perhatian dari pemerintah.

“Kami sudah berupaya meminta mereka datang untuk rapat. Tetapi selalu saja diabaikan. Terakhir 2017 lalu kami mencoba kembali, tapi hasilnya sama saja. Mereka hanya meminta pada kami untuk mengelola pasar tersebut,” ujarnya.

Kepala Pasar Sangsel, Ali menceritakan dirinya yang melakukan penarikan setiap harinya. Hal tersebut pun ia lakukan semata untuk membayar penjaga keamanan dan kebersihan. Selain itu, jika ada jalan yang berlubang, mereka memperbaikinya. Menimbun dengan batu merah memakai uang tersebut. Ia pun memaparkan pendapatannya per hari tidaklah banyak. Namun harus dicukupkan untuk dibagi sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Perusahaan Tambang Diduga Cemari Sungai

“Penarikannya memang dilakukan setiap hari, tapi hasilnya tidak banyak. Karena tidak semuanya kami tarik, paling yang melapak di tanah saja. Yang tokonya milik sendiri tidak mau dimintai. Kita juga tidak bisa memaksa. Selain itu, penghasilan paling banyak hanya Rp 160 ribu rupiah saja. Itupun harus memenuhi kebutuhan harian dan bulanan,” tutupnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: PasarretribusiSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PERHATIAN!! Pelajar Dilarang Keluar Malam

Next Post

70 Permohonan Mobil ‘Bekas’, Pemkab Utamakan Instansi Lapangan 

Related Posts

Uji Coba Parkir Nontunai di Tiga Pasar Bontang Mulai April 2026
Bontang

Uji Coba Parkir Nontunai di Pasar Bontang Tuai Pro-Kontra, Warga Minta Tunai Tetap Ada

31 Maret 2026, 16:34
Pedagang di Jalan KS Tubun Dapat Surat Peringatan Kedua
Bontang

Pedagang di Jalan KS Tubun Dapat Surat Peringatan Kedua

12 Desember 2022, 11:00
Lapak Enggan Ditempati, UPT Pasar Layangkan Peringatan Kedua ke Pedagang
Bontang

Target Empat Objek Retribusi Meleset

8 Oktober 2021, 10:06
Program Betah Dinilai Tak Efektif
Advertorial

Program Betah Dinilai Tak Efektif

6 Oktober 2020, 10:00
Geliatkan Perekonomian, OPD Diberi Jadwal Belanja di Pasar
Bontang

Geliatkan Perekonomian, OPD Diberi Jadwal Belanja di Pasar

23 September 2020, 12:30
Jelang Idulfitri, Harga Bawang Merah dan Daging Ayam Ras Meroket
Bontang

Jelang Idulfitri, Harga Bawang Merah dan Daging Ayam Ras Meroket

20 Mei 2020, 13:30

Terpopuler

  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April Kaltim, Massa Desak Audit Pemprov dan Hentikan KKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.