• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gratifikasi Rp 3,38 M di Proyek Jalan Nasional, Kontraktor Bontang ini Sembilan Bulan Transfer 29 Kali

by M Zulfikar Akbar
7 Februari 2020, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi Gratifiaksi

Ilustrasi gratifikasi. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA-Uang dari Hartoyo, pemilik PT Haris Tahta Tata (PT HTT) terungkap mengalir ke berbagai lini. Tak hanya untuk pihak yang berkelindan dalam proyek preservasi Jalan Nasional SP3 Lempake-SP3 Sambera-Santan-Bontang-Sanggata, di proyek lain yang ditangani anak perusahaan PT HTT turut mendapat guyuran.

Di antaranya, proyek jalan Sangatta dan Simpang Tebu yang ditangani PT Hamdan Sari, anak perusahaan PT HTT. “Terima dari Jupri Jureje (pelaksana kegiatan dari PT HTT) Rp 170 juta,” ucap Gatot Suwarto, pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jalan ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Gatot tak sendiri dihadirkan jaksa KPK sebagai saksi dalam kasus gratifikasi proyek jalan nasional di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan. Ada enam saksi lain yang dihadirkan di depan majelis hakim yang dipimpin Masykur bersama Abdul Rahman Karim dan Arwin Kusumanta.

Mereka, Setya Budi Utomo (pimpinan PT Budi Bakti Prima), Budi Santoso (pegawai PT Budi Bakti Prima), Arjon Hendrisila (kepala Cabang BRI Balikpapan), Hadirin (sopir Andi Tejo Sukmono), Fuji Suntoro (PPK Jalan Lempake, Sambera, dan Santan), dan Nunung Noor Adnan (kepala Seksi Pembangunan dan Pengujian Jalan di BPJN XII Balikpapan).

Baca Juga:  Jalan Longsor Ancam Keselamatan Pengendara, Dari 48 Titik, Provinsi Hanya Mampu Tangani Tiga 

Uang itu, lanjut saksi Gatot, bermula dari pesan Kepala BPJN XII Balikpapan Refly Ruddy Tangkere selepas rapat kerja medio 2018. Saat itu Refly menyebut untuk mengatur titipan dari Bontang. Mengerti apa yang dimaksud kepala balai itu, dia berkoordinasi dengan Jupri ihwal pesan Refly itu. “Kalau terdakwa (Hartoyo), pasti banyak yang tahu. Sebut Bontang pasti dia,” tuturnya.

Komunikasi dengan Jupri diakuinya terbilang intens lantaran ketika proyek jalan Sangatta dan Simpang Tebu berjalan, Jupri lah perwakilan PT Hamdan Sari. Selepas komunikasi itu, sekitar November-Desember 2018, dia bersama Jupri berangkat ke Balikpapan dan bertemu rekan Refly –diketahui bernama Agus Mukmin– di sebuah parkiran mal. “Di situ saya dikasih amplop cokelat isinya uang Rp 170 juta,” sambungnya.

Agus pun turut menerima amplop dan langsung pergi. Tali asih itu dibagikannya ke pekerja lapangan hingga staf yang menangani proyek jalan yang ditanganinya itu. “Uang tahun baru,” akunya. Uang itu sudah disetorkan ke kas negara ketika diperiksa KPK Oktober 2019.

Diketahui, Hartoyo menjadi terdakwa dari kasus itu karena diduga memberi uang sekitar Rp 9,4 miliar dalam kurun September 2018 hingga Oktober 2019 ke Refly Ruddy Tangkere dan Andi Tejo Sukmono (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK proyek jalan nasional) – keduanya tersangka dari kasus ini.

Baca Juga:  Dugaan Kasus Gratifikasi di Kaltim, Sembilan Orang Diperiksa KPK Termasuk Bupati PPU

Saksi Fuji Suntoro mengaku turut menerima honorarium sekitar Rp 36 juta. Semula uang itu dipikirnya sebagai honorarium bertugas sebagai PPK di proyek jalan Lempake, Sambera, dan Santan. Namun, sejak menerima, tak pernah sekalipun menandatangani penerimaan persekot itu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau BPJN XII Balikpapan. “Sudah saya setorkan juga ketika diperiksa,” akunya.

Sementara itu, Budi Santoso dan Setya Budi Utomo mengaku sempat mengikuti lelang proyek preservasi jalan nasional tersebut. Bersaing dengan PT HTT. Namun, lelang diulang karena kesalahan sistem LPSE.

PT Budi Bakti Prima tak mengikuti lelang ulang tersebut. Selain itu, Setya Budi mengaku mengenal Andi Tejo Sukmono sejak 2002. Saat itu Andi Tejo meminta bantuan untuk membuatkan rekening di BRI atas nama orang lain. Budi Santoso, staf di PT Budi Bakti Prima, ditunjuk untuk membuat rekening itu atas namanya. “Saat itu dikasih uang Rp 500 ribu untuk bikin rekening yang terkoneksi dengan mobile banking atas nama saya,” aku Budi Santoso.

Baca Juga:  Jalan Kaliorang Digarap Tahun Ini

Sebulan selepas rekening dibuat, pada 16 Oktober 2018, pertama masuk transferan senilai Rp 500 juta. Mengetahui itu, dia pun mempertanyakan ke Andi Tejo Sukmono dan hanya dijawab. “Biarkan saja. Nanti lapor saja kalau ada masuk lagi,” sebutnya.

Sejak itu, ada 29 kali transfer yang masuk dengan berbagai nominal dalam kurun sembilan bulan atau 16 Oktober 2018 hingga 22 Juli 2019 dengan total Rp 3,38 miliar. Selepas uang masuk, Andi Tejo Sukmono pasti langsung menanyakan dan meminta dicairkan. “Saya dikasih Rp 5,5 juta dari dia (Andi Tejo),” akunya.

Sementara itu, Nunung Noor Adnan mengaku mengenal Hartoyo lewat Refly Ruddy Tangkere. Sekitar Agustus hingga September 2018 ada beberapa kekurangan pengerjaan di proyek jalan lain di Kaltim. Nah, untuk menutupi kekurangan itu, berdasar arahan Refly, dia berkoordinasi dengan Hartoyo dan dikerjakan cuma-cuma PT HTT. “Minta bantu PT HTT untuk penuhi kekurangan kegiatan itu. Sempat dibayar Rp 200 juta pada September 2018,” ungkapnya. (ryu/rom/k16/kpg)

Source: Prokal
Tags: bontang-samarindagratifikasihartoyojalan porospt htt
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Minim Infrastruktur, Pengusaha Bakal Pikir-Pikir Berinvestasi di Maloy

Next Post

UNBK Mandiri Terancam Gagal, Bantuan Tujuh Komputer Masih Kurang

Related Posts

Perbaikan Jembatan Penghubung Kaltim–Kalsel Ditunda, Enggak Ada Duitnya
Kaltim

Perbaikan Jembatan Penghubung Kaltim–Kalsel Ditunda, Enggak Ada Duitnya

5 Agustus 2025, 13:08
Jeritan dari Korban Longsor di Desa Batuah Kukar, Ini yang Diminta ke Pemprov Kaltim
Kaltim

Jeritan dari Korban Longsor di Desa Batuah Kukar, Ini yang Diminta ke Pemprov Kaltim

2 Juni 2025, 16:59
Dugaan Kasus Gratifikasi di Kaltim, Sembilan Orang Diperiksa KPK Termasuk Bupati PPU
Kriminal

Dugaan Kasus Gratifikasi di Kaltim, Sembilan Orang Diperiksa KPK Termasuk Bupati PPU

29 April 2025, 15:17
Jalan Penghubung Sangkulirang – Sandaran Jadi PR Besar Pemkab Kutim
Kaltim

Jalan Penghubung Sangkulirang – Sandaran Jadi PR Besar Pemkab Kutim

18 April 2025, 10:35
Tol Akasia Rute Terbaru Kubar-Samarinda, Dijamin Cepat Sampai
Kaltim

Rute Terbaru Kubar-Samarinda Hanya Habiskan Rp 260 Ribu untuk Sekali Jalan

5 Agustus 2024, 12:57
Kurang Lobi Pemerintah Pusat, Salah Satu Faktor Infrastruktur Kaltim Masih Tertinggal
Bontang

Kurang Lobi Pemerintah Pusat, Salah Satu Faktor Infrastruktur Kaltim Masih Tertinggal

18 April 2023, 13:39

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.